Erick Thohir Targetkan Timnas Indonesia Masuk 100 Besar FIFA, Uji Coba Yordania Terganjal Situasi Timur Tengah
Baca dalam 60 detik
- PSSI mencanangkan target jangka pendek menembus peringkat 100 dunia sebagai batu loncatan menuju Piala Dunia 2030.
- Rencana laga tandang melawan Yordania pada November 2026 masih menggantung akibat eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
- Selama era John Herdman, skuad Garuda lebih banyak bermain di kandang, sehingga pengalaman away dianggap krusial untuk mengasah mental bertanding.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa Timnas Indonesia harus segera menembus peringkat 100 besar FIFA sebagai prasyarat menuju kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia. Saat ini, skuad Garuda berada di posisi ke-116 setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, dan target tersebut menjadi fokus utama dalam menyusun agenda pertandingan internasional.
Dalam pernyataannya di Balaikota Surakarta, Senin (12/10/2026), Erick mengungkapkan bahwa peningkatan ranking bukan sekadar ambisi kosong. Ia menilai statistik menunjukkan korelasi langsung antara posisi ranking dan peluang tampil di Piala Dunia. "Kami ingin menembus 100 besar FIFA terlebih dahulu. Dari data, untuk bisa berbicara di Piala Dunia, peringkat kita harus terus naik. Kami akan memaksimalkan setiap FIFA Matchday untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin," ujarnya.
Agenda uji coba ke luar negeri menjadi salah satu strategi kunci. Yordania, tim peringkat 72 dunia, disebut-sebut sebagai calon lawan di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026. Namun, rencana tersebut belum final karena situasi keamanan di Timur Tengah yang memanas. Serangan rudal di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya, menjadi pertimbangan serius.
Erick menilai pengalaman bertanding di kandang lawan sangat penting untuk membangun ketangguhan skuad. Selama ini, dari 12 pertandingan di era pelatih John Herdman, sepuluh di antaranya digelar di Indonesia. Hanya dua laga away, melawan Timor Leste dan Singapura di Piala AFF 2026. "Kualifikasi Piala Dunia 2030 dimulai September tahun depan. Jadi ranking sangat penting. Laga November nanti adalah away, agar tim terbiasa bermain baik di kandang maupun tandang," jelasnya.
"Pelatih John Herdman cukup berani dan jika memungkinkan, kami ingin menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi," ujar Erick Thohir.
Meski demikian, Erick tidak ingin mengambil risiko keselamatan pemain dan pelatih. Ia menyatakan masih menunggu perkembangan situasi di Timur Tengah dan membuka opsi untuk merevisi lokasi uji coba. "Kita tunggu, karena ada kendala di Timur Tengah yang cukup mengkhawatirkan. Keselamatan semua pemain dan pelatih adalah yang terpenting. Ada beberapa opsi, apakah tetap di Timur Tengah atau direvisi," tegasnya.
Keputusan ini akan berdampak pada persiapan jangka panjang Timnas Indonesia. Jika uji coba melawan Yordania batal, PSSI harus mencari lawan pengganti dengan kualitas setara untuk menjaga momentum peningkatan ranking. Sebaliknya, jika laga tetap digelar, ini bisa menjadi batu ujian mental bagi para pemain muda seperti Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata yang baru saja meraih kesuksesan di level regional.
Ke depan, publik sepak bola Indonesia menanti apakah PSSI mampu menyeimbangkan ambisi ranking dengan faktor keamanan. Dengan kualifikasi Piala Dunia 2030 yang semakin dekat, setiap keputusan akan menentukan arah perjalanan Garuda. Mampukah Indonesia menembus 100 besar sebelum kualifikasi dimulai?



