Serial Life Is Strange Rampung Syuting, Adaptasi Gim Ikonik Segera Tayang di Prime Video
Baca dalam 60 detik
- Produksi serial Life Is Strange telah selesai, menandai langkah besar menuju perilisan di Prime Video.
- Charlie Covell dipercaya sebagai showrunner, dengan Maisy Stella dan Tatum Grace Hopkins sebagai pemeran utama.
- Kesuksesan serial ini berpotensi menghidupkan kembali waralaba yang sempat lesu setelah ulasan beragam gim terbaru.

Serial adaptasi dari gim petualangan naratif Life Is Strange resmi menyelesaikan proses pengambilan gambar. Kabar ini disampaikan oleh sinematografer Vincent De Paula melalui unggahan di Instagram, yang menampilkan kolase foto bergaya Polaroid dengan tulisan "WRAPPED!!" dan keterangan "Can't wait to show you what we did." Momen pengumuman ini bertepatan dengan rentang waktu yang menjadi latar cerita gim aslinya, yakni 7โ11 Oktober, sebuah kebetulan yang disorot oleh para penggemar.
Proyek yang digarap Amazon MGM Studios bersama Square Enix ini pertama kali diumumkan lebih dari setahun lalu. Sejak itu, sejumlah pengumuman pemain dan pembaruan produksi mewarnai perjalanannya, meski jadwal tayang belum juga dipastikan. Kini, dengan rampungnya syuting, perhatian beralih ke tahap pascaproduksi yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan sebelum akhirnya dirilis.
Di balik layar, Charlie Covell dipercaya mengemban peran showrunner, penulis, dan produser eksekutif. Covell dikenal lewat karyanya di serial The End of the F***ing World yang mendapat pujian kritis. Sementara itu, kursi sutradara untuk dua episode pertama diisi oleh Karyn Kusama, yang sebelumnya menyutradarai film Jennifer's Body dan sejumlah episode serial Yellowjackets. Para pemeran utama, Maisy Stella (My Old Ass) dan Tatum Grace Hopkins, akan memerankan Chloe dan Max. Deretan aktor pendukung melengkapi produksi ini, termasuk Tom Cullen, Leisha Hailey, Raรบl Castillo, Owen Teague, Billy Barratt, Emily Carey, Esther McGregor, Faly Rakotohavana, dan Mia Isaac.
Adaptasi ini mengangkat cerita dari gim pertama Life Is Strange yang dirilis pada 2015. Gim tersebut mengisahkan Max Caulfield, seorang remaja dengan kemampuan memutar waktu, dan Chloe Price, sahabatnya yang penuh teka-teki. Kisah mereka menjadi salah satu narasi paling emosional dalam industri gim independen dan membangun basis penggemar setia. Namun, perjalanan waralaba ini tidak selalu mulus. Sekuel terbaru, Life Is Strange: Reunion yang dirilis tahun ini, mencoba menyatukan kembali Max dan Chloe sebagai penutup kisah mereka. Sayangnya, gim ini menerima ulasan beragam; sebagian kritikus menilai alurnya terlalu dipaksakan agar berakhir bahagia, sementara yang lain menganggapnya sebagai perpisahan yang layak.
"Kami tidak sabar untuk menunjukkan hasil kerja kami," tulis Vincent De Paula dalam unggahannya, mengisyaratkan antusiasme tim produksi.
Meski Reunion disebut sebagai akhir kisah Max dan Chloe di medium gim, nasib waralaba Life Is Strange secara keseluruhan masih abu-abu. Square Enix sempat menyatakan bahwa penjualan Reunion melampaui ekspektasi, tetapi ekspektasi tersebut tergolong rendah menyusul kinerja buruk Double Exposure pada 2024. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai kelanjutan seri gim, menyisakan tanda tanya besar di kalangan penggemar.
Di sinilah serial Prime Video berpotensi memainkan peran krusial. Jika adaptasi ini sukses secara komersial dan kritis, bukan tidak mungkin Square Enix kembali melirik potensi waralaba ini untuk proyek-proyek mendatang. Sebaliknya, kegagalan bisa mempercepat berakhirnya Life Is Strange sebagai fenomena budaya. Pertanyaannya, akankah layar kaca mampu menghidupkan kembali pesona Max dan Chloe, atau justru menjadi penutup definitif bagi kisah mereka?



