Bundesliga Cetak Rekor 172 Gol, Terproduktif di Eropa
Baca dalam 60 detik
- Bundesliga menorehkan sejarah dengan 172 gol dalam lima pekan pertama musim 2026/27, melampaui rekor lama 170 gol.
- Rata-rata 3,82 gol per pertandingan menempatkan Bundesliga di puncak liga top Eropa, jauh di atas La Liga yang hanya 3,04.
- Bayern Munich dan RB Leipzig memimpin produktivitas, sementara Patrik Schick memuncaki daftar top skor dengan lima gol.

Lima pekan pertama Bundesliga musim 2026/27 menghasilkan 172 gol, memecahkan rekor lama 170 gol yang bertahan sejak musim 1984/85. Catatan ini menegaskan posisi Bundesliga sebagai liga paling produktif di antara lima liga top Eropa, dengan rata-rata 3,82 gol per pertandingan dari 45 laga yang telah dimainkan.
Angka tersebut jauh meninggalkan kompetisi pesaing. La Liga, yang berada di urutan kedua, hanya mencetak rata-rata 3,04 gol per pertandingan dari 69 laga hingga 12 Oktober. Bundesliga juga mencatatkan diri sebagai liga dengan rata-rata gol tertinggi musim ini, mengalahkan capaian musim 1983/84 yang secara keseluruhan membukukan rata-rata 3,58 gol per pertandingan.
Pekan kelima sendiri menyumbang 35 gol, dengan hasil mencolok seperti kemenangan telak RB Leipzig 6-0 atas Eintracht Frankfurt dan kemenangan dramatis Bayer Leverkusen 4-3 melawan Mainz. Konsistensi ledakan gol ini menunjukkan pergeseran gaya bermain di Jerman, di mana tim-tim lebih mengutamakan serangan dan intensitas tinggi dibandingkan pertahanan ketat.
Di level individu, Patrik Schick dari Bayer Leverkusen memimpin daftar top skor dengan lima gol dari lima pertandingan. Ia diikuti oleh sejumlah nama seperti Michael Olise, Christopher Nkunku, dan Niclas Füllkrug yang baru terpaut satu gol. Menariknya, Bayern Munich dan RB Leipzig mendominasi produktivitas tim dengan masing-masing 16 dan 15 gol, sementara Leverkusen dan Freiburg mengoleksi 14 gol.
"Rekor ini menunjukkan kualitas serangan dan hiburan yang ditawarkan Bundesliga. Kami melihat tim-tim semakin berani mengambil risiko dan mencetak gol lebih banyak," ujar seorang analis Bundesliga, seperti dikutip dari laporan resmi liga.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, fenomena ini bisa menjadi cermin bagaimana liga domestik perlu meningkatkan daya tarik. Liga 1 Indonesia sering dikritik karena produktivitas gol yang rendah dan permainan yang monoton. Jika Bundesliga mampu mencetak rata-rata hampir empat gol per laga, bukan tidak mungkin Liga 1 meniru pendekatan serupa dengan mendorong tim-tim bermain lebih ofensif dan meningkatkan kualitas penyelesaian akhir.
Dengan tren yang ada, musim 2026/27 berpotensi menjadi yang paling produktif sepanjang sejarah Bundesliga. Jika lima pekan pertama menjadi indikator, publik sepak bola Eropa akan disuguhi lebih banyak drama dan gol di bulan-bulan mendatang. Akankah rekor ini bertahan hingga akhir musim, atau justru menjadi pemicu bagi liga lain untuk mengejar ketertinggalan?



