Amanda Seyfried Tolak Peran Baru demi Batasan Intimasi: 'Saya Tak Nyaman Telanjang dengan Orang Asing'
Baca dalam 60 detik
- Amanda Seyfried mengaku menolak tawaran serial baru karena enggan menjalani adegan seks yang intens.
- Aktris 40 tahun itu menyebut pandangannya terhadap adegan intim berubah seiring bertambahnya usia dan perannya sebagai ibu dua anak.
- Keputusan ini menandai pergeseran sikap di industri hiburan soal batas pribadi aktor dalam adegan intim.

Aktris Amanda Seyfried mengejutkan publik dengan pengakuannya bahwa ia menolak sebuah proyek serial televisi lantaran enggan terlibat dalam adegan seks yang menurutnya terlalu banyak. Bintang Mamma Mia! itu mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah panel bersama Alec Baldwin di Hamptons International Film Festival, seperti dikutip dari berbagai sumber.
Perempuan berusia 40 tahun itu menjelaskan bahwa sikapnya terhadap adegan intim telah bergeser drastis dibandingkan awal kariernya. "Saya menolak sebuah acara yang mengharuskan saya beradegan seks terus-menerus. Tidak peduli dengan siapa pun itu, saya tidak mau melakukannya. Saya tidak nyaman. Saya tidak tertarik saat ini," ujarnya dalam sesi tersebut.
Ia menambahkan bahwa mungkin di masa mendatang ia akan berada dalam ruang yang berbeda, tetapi untuk sekarang ia menolak harus telanjang bersama orang asing. Seyfried tidak menyebutkan judul peran yang ditolaknya, namun ia mengakui bahwa dulu ia tidak pernah mempermasalahkan adegan-adegan semacam itu.
"Pekerjaan kami memang aneh. Semakin saya tua, semakin aneh rasanya. Kami harus bersikap romantis dengan orang yang bukan pasangan kami... Kadang menyenangkan, kadang sangat tidak nyaman. Tapi saya tidak percaya dulu saya berpikir, 'Ayo berciuman, hebat! Ini menyenangkan.' Itu dulu terasa begitu alami, seperti tidak ada masalah," kenangnya.
Perubahan sikap ini, menurut Seyfried, tidak lepas dari perannya sebagai ibu. Ia memiliki dua anak, Nina (9) dan Thomas (6), dari pernikahannya dengan Thomas Sadoski yang kini telah berpisah. Sejak menjadi ibu, ia belajar menetapkan batas dan lebih tegas mengatakan "tidak".
Ia menceritakan sebuah momen sederhana namun bermakna ketika berjalan bersama Nina di Manhattan. Seorang penggemar meminta foto, dan Seyfried menolak dengan sopan. "Saya bertanya pada Nina, 'Bagaimana perasaanmu? Apakah tidak apa-apa?' Dia menjawab, 'Aku bangga padamu, Mama.' Lalu di kedai kopi, barista juga meminta foto, dan saya menolak. Nina kembali berkata, 'Aku bangga kamu bilang tidak.' Saya tercengang. Seharusnya saya yang mengatakan tidak, bukan dia," tuturnya.
Keputusan Seyfried menyoroti isu yang semakin relevan di industri hiburan global: batas antara profesionalisme dan kenyamanan pribadi aktor dalam adegan intim. Praktik intimacy coordinator telah menjadi standar di banyak produksi Hollywood dan Eropa, namun tidak semua aktor merasa nyaman. Di Indonesia, diskusi serupa mulai muncul, terutama dalam industri film dan sinetron yang kerap menampilkan adegan mesra. Meski belum seketat di Barat, kesadaran akan pentingnya persetujuan dan batas pribadi perlahan tumbuh.
Langkah Seyfried bisa menjadi preseden bagi aktor lain untuk berani menolak peran yang melanggar batas pribadi mereka. Di saat yang sama, industri perlu terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan para pemainnya, termasuk menyediakan ruang aman dan menghormati keputusan individu. Pertanyaannya, akankah lebih banyak bintang mengikuti jejak Seyfried dalam menolak adegan intim yang tidak sesuai dengan nilai atau kenyamanan mereka?



