Stella Puji Perubahan Sikap Norris Usai Benturan dengan Piastri di Sprint Singapura
Baca dalam 60 detik
- Andrea Stella menilai respons Lando Norris terhadap insiden dengan Oscar Piastri di sprint Singapura sebagai contoh positif yang ia harapkan dari pembalap McLaren.
- Norris awalnya membela manuver agresifnya, namun sehari kemudian mengakui kesalahan dan bersedia membantu Piastri menyerang Lewis Hamilton.
- McLaren masih berjuang mempertahankan posisi ketiga konstruktor, hanya unggul tujuh poin atas Red Bull yang kembali kompetitif.

Kepala tim McLaren, Andrea Stella, memberikan apresiasi terhadap sikap Lando Norris yang berubah cepat setelah benturan dengan rekan setimnya, Oscar Piastri, pada sprint race Grand Prix Singapura. Insiden tersebut terjadi ketika Norris melakukan manuver menyalip di tikungan kelima pada lap terakhir, yang berujung kontak dan membuat Piastri gagal finis, sementara Norris turun ke posisi kedelapan.
Stewards memutuskan tidak ada hukuman karena menilai kedua pembalap turut berkontribusi dalam insiden itu. Meski demikian, manajemen McLaren dilaporkan geram dengan kejadian tersebut. Namun, suasana membaik pada balapan utama hari Minggu ketika Norris finis keempat dan secara sukarela membantu Piastri menyerang Lewis Hamilton dari Ferrari untuk merebut posisi kelima.
"Saya senang Lando, pada suatu titik dalam balapan, mengadopsi cara berpikir ini. Inilah yang saya harapkan sebagai principal tim. Inilah yang diharapkan 1.000 orang yang bekerja di McLaren dari pembalap kami," ujar Stella.
Stella menambahkan bahwa diskusi internal masih berlanjut, tetapi bukan untuk memperdebatkan posisi Norris saat insiden, melainkan untuk memperkuat rasa kebersamaan. "Yang menarik bagi saya adalah refleksi bahwa semua pemangku kepentingan, tim, dan pembalap harus hidup bersama sebagai satu tim. Menjunjung tinggi kepentingan tim di atas kepentingan individu," tegasnya.
Perubahan sikap Norris terlihat jelas. Sehari sebelumnya, ia bersikeras bahwa jarak cukup lebar sehingga ia berhak menyerang. Namun, setelah balapan Minggu, ia mengakui bahwa manuver itu seharusnya tidak dilakukan. Piastri pun menyatakan insiden tersebut tidak perlu terjadi, tetapi ia sudah move on.
Stella mengaku sangat terkesan karena pernyataan penyesalan datang dengan cepat dari kedua pembalap. "Apa yang terjadi kemarin saya klasifikasikan sebagai tidak dapat diterima, dan itu pernyataan dari principal tim. Tapi saya sangat terdorong karena pernyataan itu dengan cepat juga muncul dari pembalap kami," tambahnya.
McLaren saat ini tengah berjuang mempertahankan posisi ketiga di klasemen konstruktor. Red Bull yang bangkit dengan kemenangan Max Verstappen dalam dua balapan terakhir kini hanya terpaut tujuh poin. Situasi ini menuntut kekompakan tim, terutama karena performa McLaren belum kembali ke podium dalam tiga seri terakhir.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, dinamika internal McLaren menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya disiplin dan kerja sama tim di ajang balap papan atas. Meski tidak ada pembalap Indonesia yang terlibat langsung, persaingan ketat di konstruktor dapat memengaruhi strategi tim-tim lain, termasuk bagaimana mereka mengelola ego pembalap demi hasil maksimal.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Norris dan Piastri dapat benar-benar menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi, terutama saat tekanan dari Red Bull semakin besar. Jika konsistensi sikap seperti yang ditunjukkan Norris pada balapan utama bisa dipertahankan, McLaren berpeluang besar mengamankan posisi tiga besar. Namun, jika gesekan kembali muncul, posisi mereka bisa tergerus.



