Coros Pace 4 Pro vs Pace 4: Selisih Rp3,2 Juta, Apakah Layak Naik Kelas?
Baca dalam 60 detik
- Coros Pace 4 Pro dibanderol US$449, sedangkan Pace 4 standar US$249โselisih sekitar US$200 atau Rp3,2 juta.
- Keduanya memiliki akurasi GPS dan detak jantung yang setara, sehingga perbedaan utama terletak pada desain, daya tahan baterai, dan kapasitas penyimpanan.
- Pace 4 Pro menawarkan layar lebih besar dan terang, bezel titanium, kaca safir, serta baterai hingga 21 hari, menjadikannya pilihan bagi pengguna yang menginginkan jam olahraga premium untuk pemakaian sehari-hari.

Coros kembali menguji pasar jam olahraga dengan meluncurkan dua model yang bersaing ketat: Pace 4 dan Pace 4 Pro. Selisih harga keduanya mencapai US$200, atau sekitar Rp3,2 juta, dengan Pace 4 Pro dibanderol US$449 dan Pace 4 standar US$249. Meski demikian, berdasarkan pengujian intensif selama berbulan-bulan, kedua jam ini menawarkan performa akurasi yang nyaris identik, sehingga konsumen perlu mencermati apakah peningkatan desain dan daya tahan baterai sebanding dengan tambahan biaya yang dikeluarkan.
Coros Pace 4 Pro hadir dengan layar lebih besar dan lebih terang, bezel titanium, serta kaca safir yang diklaim lebih tahan gores. Material ini membuatnya tampil lebih mewah dibanding Pace 4 yang menggunakan bahan standar. Selain itu, kapasitas penyimpanan internal Pace 4 Pro mencapai 32GB, jauh lebih besar dari 4GB pada Pace 4. Perbedaan ini krusial bagi pelari yang sering mengunduh peta offline atau musik untuk menemani sesi latihan panjang. Namun, bagi pengguna yang hanya membutuhkan peta area lokal, ruang 4GB dinilai masih memadai.
Dari sisi daya tahan, Pace 4 Pro mencatatkan waktu pakai hingga 21 hari dalam mode jam tangan, sedangkan Pace 4 hanya 19 hari. Dalam mode layar selalu menyala, selisihnya menjadi tujuh hari berbanding enam hari. Untuk pelacakan GPS multi-band yang paling akurat, Pace 4 Pro mampu bertahan 30 jam, sementara Pace 4 sekitar 24 jam. Pengujian dunia nyata dengan layar selalu aktif dan latihan lari harian menggunakan mode GPS paling boros daya menunjukkan Pace 4 Pro bertahan tujuh hari, sedangkan Pace 4 sekitar lima hari. Selisih ini berarti pengguna Pace 4 Pro bisa menghemat beberapa kali pengisian daya dalam sebulan.
Akurasi GPS dan pemantauan detak jantung menjadi perhatian utama para atlet. Dalam pengujian yang membandingkan kedua jam dengan Garmin Forerunner 970, trek GPS dan statistik jarak yang dihasilkan hampir sama. Bahkan di lingkungan menantang seperti pusat kota dengan gedung-gedung tinggi, kedua jam tetap memberikan lintasan yang andal. Untuk detak jantung, keduanya juga menunjukkan tingkat akurasi yang setara, meskipun sesekali muncul lonjakan tidak wajar saat berlari atau tertinggal dari chest strap selama latihan kekuatan. Karena itu, bagi pengguna yang menginginkan data paling presisi, penggunaan chest strap eksternal tetap disarankan.
"Coros Pace 4 adalah jam dengan nilai terbaik di antara keduanya, karena fitur utamanya setara dan akurasinya sama, tetapi desain Pace 4 Pro merupakan peningkatan yang terlihat dan akan dihargai banyak orang," ujar penguji yang telah menjajal kedua perangkat selama ratusan mil lari.
Pilihan warna juga menjadi pertimbangan. Pace 4 Pro hanya tersedia dalam hitam dan putih, sementara Pace 4 menawarkan opsi lebih variatif: hitam, putih, kuning, ultraviolet, plus edisi khusus Jakob Ingebrigtsen berwarna hitam-emas. Bagi yang menyukai tampilan lebih kecil dan ringan, Pace 4 mungkin lebih pas. Namun, jika jam akan dipakai sepanjang hari, layar Pace 4 Pro yang lebih lega memudahkan pembacaan statistik dan peta saat beraktivitas.
Di pasar Indonesia, jam olahraga premium semakin diminati seiring meningkatnya partisipasi dalam lari maraton dan triatlon. Coros, meski bukan pemain utama seperti Garmin atau Apple, mulai dilirik karena harga relatif lebih bersaing dan fitur yang lengkap. Kehadiran Pace 4 Pro memberi alternatif bagi konsumen yang menginginkan durabilitas tinggi tanpa harus merogoh kocek setara jam pintar kelas atas. Namun, dengan selisih harga sekitar Rp3,2 juta, calon pembeli perlu menimbang apakah peningkatan desain dan baterai sepadan dengan kebutuhan mereka.
Ke depan, persaingan di segmen jam olahraga akan semakin ketat dengan hadirnya fitur kesehatan yang lebih canggih dan integrasi ekosistem. Coros tampaknya menempatkan Pace 4 Pro sebagai produk yang menyasar pengguna serius yang mengutamakan kenyamanan sepanjang hari, bukan sekadar alat latihan. Apakah tambahan investasi ini akan diikuti oleh peningkatan signifikan dalam pengalaman berolahraga, atau justru membuat Pace 4 standar tetap menjadi pilihan rasional? Waktu yang akan menjawab, tetapi bagi banyak pelari, keputusan ini akan bergantung pada seberapa sering jam tersebut menemani aktivitas di luar sesi latihan.



