Messi Umumkan 10 Talent Muda Pilihan di Program Messi+10, Ada Wonderkid Arsenal hingga Pemain Chelsea
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi kembali merilis daftar sepuluh pemain muda berpotensi besar lewat kolaborasi dengan Adidas bertajuk The Next Chapter.
- Nama Max Dowman (Arsenal) dan Chloe Sarwie (Chelsea) mencuri perhatian, bersama talenta dari Amerika Serikat, Argentina, Meksiko, Turki, Belanda, dan Italia.
- Peluncuran daftar ini bertepatan dengan momen perpisahan Messi dari Timnas Argentina, menandai transisi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Lionel Messi kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan sepuluh pemain muda yang dinilainya bakal mendominasi panggung sepak bola dunia. Daftar tersebut dirilis melalui program Messi+10 musim ketiga bertajuk The Next Chapter, hasil kolaborasi dengan Adidas, dan diumumkan tak lama setelah laga perpisahan Messi bersama Timnas Argentina melawan Benin.
Pemain berusia 38 tahun itu memang bukan nama asing dalam urusan mengorbitkan talenta muda. Pada edisi sebelumnya, ia memasukkan Rio Ngumoha yang kini bersinar di Liverpool, serta Andrey Santos yang kala itu masih berseragam Chelsea sebelum pindah ke Manchester United. Artinya, daftar ini bukan sekadar gimmick pemasaran, melainkan semacam kurasi yang layak dicermati.
Dua nama dari Inggris langsung mencuri perhatian: Max Dowman dan Chloe Sarwie. Dowman, pemain Arsenal, baru mencatatkan 15 penampilan bersama tim senior, namun sudah merasakan atmosfer Premier League dengan enam laga. Ia bahkan meraih penghargaan Premier League Home Grown Debutant of the Season. Sementara Sarwie, pemain Chelsea berusia 17 tahun, telah tampil tujuh kali di level senior dan masuk skuad Timnas Inggris U-20 untuk Piala Dunia.
Dari Amerika Serikat, Zavier Gozo (19 tahun) sudah debut bersama timnas senior. Argentina diwakili Tomas Aranda, gelandang Boca Juniors berusia 19 tahun yang sedang menjalani musim pertama di level senior dengan 14 penampilan. Meksiko mengirim Gilberto Mora, pemain Tijuana berusia 17 tahun yang tampil empat kali di Piala Dunia 2026. Turki menempatkan Can Uzun, penyerang Eintracht Frankfurt dengan 19 gol dari 64 laga Bundesliga dan penampilan di Piala Dunia 2026.
Belanda diwakili Kees Smit, gelandang AZ Alkmaar yang telah menjadi pilar klub selama tiga musim dan debut bersama Oranje tahun ini. Italia menampilkan Jesus Rodriguez, yang mencuri perhatian bersama Como di bawah asuhan Cesc Fabregas, mantan rekan setim Messi. Dua pemain putri melengkapi daftar: Lotta Wrede (Hamburger SV) dan Giovanna Waksman (Lyon).
Pilihan Messi terhadap pemain muda bukan tanpa alasan. Pada edisi sebelumnya, ia memasukkan nama Rio Ngumoha, yang kini menjadi bagian penting dalam skuad Liverpool.
Menariknya, pengumuman ini hadir di tengah transisi besar dalam karier Messi. Laga melawan Benin menjadi penampilan terakhirnya bersama La Albiceleste, menandai berakhirnya satu era. Dalam konteks itu, daftar Messi+10 bisa dibaca sebagai upaya memperkenalkan generasi penerus yang diyakininya mampu memberi warna baru bagi sepak bola dunia.
Bagi sepak bola Indonesia, momen ini seharusnya menjadi cermin. Dua mantan pemain Timnas Indonesia, Raphael Maitimo dan Sergio van Dijk, kini aktif membangun pembinaan usia dini. Namun, tanpa ekosistem yang mendukung—akademi berstandar, kompetisi usia muda yang kompetitif, dan jalur menuju tim senior—talenta muda Indonesia berisiko kehilangan momentum. PSSI dan klub-klub Liga 1 perlu menjadikan kurasi semacam ini sebagai pemicu untuk memperbaiki pipeline pembinaan, bukan sekadar bahan perbincangan di media sosial.
Ke depan, pertanyaannya sederhana: apakah nama-nama dalam daftar Messi akan benar-benar menembus level elite, atau hanya menjadi catatan kaki? Yang jelas, Messi telah memberikan panggung awal. Sisanya bergantung pada kerja keras, lingkungan klub, dan keberuntungan yang tak bisa diprediksi.



