Daniel Maldini Akhirnya Menemukan Permainan Terbaiknya di Cagliari
Baca dalam 60 detik
- Daniel Maldini mencetak gol dalam empat laga Serie A berturut-turut, membawa Cagliari ke posisi kompetitif musim ini.
- Fabio Pisacane, pelatih yang selamat dari sindrom Guillain-Barrรฉ, berhasil mengubah pemain yang sering dianggap 'nepo baby' menjadi ancaman nyata.
- Cagliari mencatatkan enam kemenangan dari delapan pertandingan terakhir, menandai kebangkitan klub Sardinia setelah puluhan tahun terpuruk.

Daniel Maldini, nama yang selama bertahun-tahun dibayangi warisan Paolo dan Cesare Maldini, kini menikmati performa terbaiknya bersama Cagliari. Pemain berusia 25 tahun itu mencetak gol keempatnya dalam empat pertandingan Serie A berturut-turut saat membantu timnya menahan imbang Juventus 1-1, sekaligus menandai kebangkitan klub Sardinia yang jarang tersorot.
Gol tersebut lahir dari aksi individu yang cerdik: Maldini menusuk dari sisi kiri, melepaskan tembakan yang membentur bek, lalu bekerja sama dengan Paul Mendy sebelum menyelesaikan peluang dari jarak dekat. Perayaan sliding di atas rumput menjadi simbol pemain yang selama ini dianggap gagal memenuhi ekspektasi besar keluarganya.
Namun di balik performa itu, ada Fabio Pisacane, sosok yang tidak asing dengan rintangan hidup. Pelatih berusia 40 tahun ini pernah lumpuh dan koma selama 20 hari akibat sindrom Guillain-Barrรฉ saat remaja. Ia juga sempat menjadi whistleblower yang melaporkan upaya suap di Serie C. Kini, ia membangun Cagliari dengan pendekatan taktis yang diakui banyak pihak, termasuk gelandang Harry Winks.
"Saya telah bekerja dengan banyak pelatih hebat, dan Coach Pisacane jelas berada di level teratas. Sejak saya tiba, ia telah meningkatkan semua orang, termasuk saya. Saya yakin ia bisa mencapai puncak olahraga ini," ujar Winks dalam sebuah wawancara.
Pisacane bukan sekadar motivator. Ia dikenal sebagai arsitek yang berani mengkritik pemainnya, termasuk Maldini, yang menurutnya perlu lebih konsisten. Sistem yang ia terapkan memberi kebebasan bagi Maldini untuk bergerak antara sayap dan ruang gelandang serang, peran yang jarang ia dapatkan di klub-klub sebelumnya seperti Milan, Spezia, Empoli, Monza, Atalanta, dan Lazio.
Kisah Maldini bukan hanya tentang bakat yang tertunda. Ia sering dicap sebagai "un raccomandato" โ seseorang yang mendapat kesempatan karena nama besar keluarganya. Kritik itu tidak sepenuhnya salah: ia memang tumbuh di akademi Milan dan debut pada 2020, tetapi tidak pernah benar-benar bersinar di San Siro. Namun, di Cagliari, ia menemukan lingkungan yang percaya padanya.
Pisacane juga berhasil memaksimalkan pemain muda lain. Romano, 20 tahun, yang memilih membela Italia setelah memperkuat tim muda Swiss, kini menjelma menjadi gelandang box-to-box yang dinamis. Mendy, 19 tahun, tumbuh sebagai target man yang semakin percaya diri. Kiper Elia Caprile tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan penting melawan Juventus, termasuk menahan tembakan voli Randal Kolo Muani dari jarak dekat.
Hasil imbang melawan Juventus memang diwarnai insiden kartu merah untuk Pisacane dan Luciano Spalletti setelah peluit akhir. Keduanya terlibat perselisihan yang tidak jelas, meski Spalletti kemudian mengklaim ia hanya memuji kecerdikan pemain Cagliari dalam mengulur waktu. Pisacane sendiri tampak bingung, terdengar bertanya, "Apa yang saya lakukan?"
Terlepas dari drama itu, pertanyaan yang lebih relevan adalah: apa yang telah Pisacane lakukan untuk Cagliari? Ia membawa klub itu meraih enam kemenangan dan satu hasil imbang dari delapan pertandingan terakhir, hanya kalah dari Roma dalam perolehan poin pada periode yang sama. Ini adalah fondasi yang menjanjikan bagi tim yang 30 tahun terakhir hanya sekali finis di paruh atas Serie A.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi. Serie A masih panjang, dan Cagliari akan menghadapi tekanan dari tim-tim besar yang mulai waspada. Jika Maldini dan rekan-rekannya mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin mereka mengulang kejutan seperti Leicester City di Premier League 2016. Namun, apakah Pisacane bisa terus mengeluarkan potensi terbaik dari para pemainnya, ataukah ini hanya kilatan sesaat sebelum badai cedera dan jadwal padat menghantam? Waktu yang akan membuktikan, tetapi untuk sekarang, Cagliari layak mendapat perhatian.



