Conte Dekati Kursi Pelatih Manchester United, Carrick di Ujung Tanduk
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dilaporkan tengah menjajaki kesepakatan dengan Antonio Conte untuk menggantikan Michael Carrick yang berada di bawah tekanan.
- Start buruk United—hanya satu kemenangan dari enam laga—memicu spekulasi pergantian pelatih, dengan kontak awal ke perwakilan Conte disebut telah dilakukan.
- Dua laga krusial melawan Atletico Madrid dan Leeds United akan menentukan nasib Carrick, sementara Conte menanti di sayap.

Manchester United dikabarkan semakin dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Antonio Conte sebagai pelatih baru, menyusul rentetan hasil buruk yang menempatkan Michael Carrick di ambang pemecatan. Menurut laporan jurnalis Italia Enzo Bucchioni yang dikutip Sport Witness, eks pelatih Chelsea dan Tottenham itu tengah menjajaki kesepakatan dengan Setan Merah. "Sementara itu, untuk catatan dan bagi semua penggemar Juventus yang masih berharap kembalinya Antonio Conte, mantan pelatih Juventus itu sedang mencapai kesepakatan dengan Manchester United, yang memulai musim Premier League dengan buruk," tulis Bucchioni.
Kabar ini muncul setelah Calciomercato.it melaporkan bahwa United serius mempertimbangkan untuk memecat Carrick dan berpotensi membuka negosiasi dengan Conte pada awal pekan ini. Conte dikabarkan antusias dengan prospek menangani Old Trafford, terlebih ia telah menganggur sejak meninggalkan Napoli pada akhir musim lalu. United juga disebut telah melakukan kontak awal dengan perwakilan Conte bulan lalu, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai kesepakatan apa pun.
Start buruk United—yang disebut sebagai yang terburuk sejak 1986—menjadi pemicu utama spekulasi ini. Dari enam pertandingan pembuka, pasukan Carrick hanya meraih satu kemenangan, menempatkan mereka di posisi 13 klasemen sementara dan sudah tertinggal empat poin dari tempat Liga Champions. Kekalahan di EFL Cup dan rentetan empat laga tanpa kemenangan di semua kompetisi memperparah situasi. Bahkan dalam laga melawan Tottenham akhir pekan lalu, United yang sempat unggul jumlah pemain setelah kartu merah Rodrigo Bentancur harus puas berbagi poin akibat lemahnya pertahanan, terutama dari Lisandro Martinez.
Meski demikian, Carrick tetap melihat adanya perbaikan dalam performa timnya. "Anda bisa melihat itu sulit dan menantang, salah satu hari di mana penampilan tidak enak dilihat. Kami melewatinya dengan baik," ujarnya. Ia juga memuji debutan Carlos Baleba yang dinilai memberikan dampak positif. "Saya pikir Anda bisa mendapatkan itu (dampak) dari pemain baru, sesuatu yang segar. Dia melakukannya dengan baik, bagus bisa memilikinya di lapangan. Saya pikir dia membantu," tambah Carrick.
Namun, penilaian positif Carrick tidak menyurutkan spekulasi tentang masa depannya. Conte, yang akan genap berusia 57 tahun, dikenal sebagai pelatih dengan mentalitas juara. Mantan penyerang Manchester United, Rasmus Hojlund, yang pernah bekerja sama dengan Conte di Napoli, memberikan pujian tinggi. "Dia sangat kuat secara mental. Saya terpesona oleh mentalitasnya: dia penuh gairah, garang. Dan dia adalah pemenang. Sebenarnya, pemenang beruntun. Dan jika dia tidak menang, kita langsung paham bahwa kita belum menang," kata Hojlund musim lalu.
Kedatangan Conte ke Old Trafford akan membawa catatan prestasi yang mengesankan. Ia meraih tiga gelar Serie A berturut-turut bersama Juventus sebelum membawa Chelsea menjuarai Premier League di musim pertamanya di Inggris dengan 30 kemenangan dari 38 laga, serta menambah koleksi trofi FA Cup dan gelar liga Italia bersama Inter Milan dan Napoli. Pendekatannya yang menuntut telah diakui oleh banyak pemain, termasuk Hojlund yang mengaku berkembang pesat di bawah asuhannya.
Bagi Carrick, dua laga ke depan akan menjadi penentu. United akan bertandang ke markas Atletico Madrid di Liga Champions, sebelum menghadapi laga tandang sulit melawan Leeds United. Tekanan untuk meraih hasil positif sangat besar guna meredam spekulasi yang terus menguat. Jika hasil tidak membaik, bukan tidak mungkin manajemen United akan segera mengaktifkan rencana B dengan Conte. Akankah Carrick mampu membalikkan keadaan, atau justru Conte yang akan segera mengisi kursi panas di Old Trafford?



