Target Luncurkan Koleksi Teknologi Edisi Terbatas KPop Demon Hunters, Harga Rp300 Ribuan
Baca dalam 60 detik
- Target merilis koleksi perangkat teknologi edisi terbatas bertema KPop Demon Hunters melalui merek internal heyday, menyasar penggemar dewasa.
- Koleksi ini menawarkan headphone, power bank, dan charging port dengan desain terinspirasi karakter Rumi, Zoey, Mira, serta Saja Boys dan Derpy Cat.
- Setiap item dibanderol $20, tersedia di toko fisik dan online Target, berpotensi memperluas pasar merchandise film animasi ke segmen profesional.

Target resmi meluncurkan koleksi teknologi edisi terbatas yang terinspirasi dari film animasi Netflix dan Sony, KPop Demon Hunters. Koleksi ini diproduksi oleh merek internal Target, heyday, dan mencakup headphone, power bank, serta charging port yang didesain menyerupai karakter utama seperti Rumi, Zoey, dan Mira dari grup Huntr/x. Langkah ini menandai pergeseran strategi merchandising dari yang semula menyasar anak-anak ke konsumen dewasa.
Selama ini, merchandise KPop Demon Hunters didominasi mainan dan figur yang ditujukan untuk anak-anak. Namun, popularitas film ini ternyata juga merambah kalangan dewasa, yang mendambakan produk fungsional dengan sentuhan nostalgia. Target melalui heyday menangkap peluang tersebut dengan menghadirkan perangkat teknologi sehari-hari yang tetap mengusung estetika film. Headphone Rumi hadir dalam warna kuning mencolok dengan stiker di setiap sisi, meniru jaket ikoniknya. Sementara itu, headphone Zoey berwarna hijau sesuai kostum panggungnya, dan Mira tampil dengan warna pink gelap yang mencerminkan kepribadiannya yang lebih kalem.
Selain trio Huntr/x, koleksi ini juga menampilkan merchandise yang merujuk pada karakter penggemar seperti Derpy Cat dan Saja Boys. Salah satu item yang mencuri perhatian adalah speaker 'Soda Pop' milik Saja Boys, yang berbentuk kaleng soda. Keunikan desain ini tidak hanya memperkuat identitas film, tetapi juga menawarkan nilai estetika bagi konsumen yang ingin mengekspresikan kecintaan mereka terhadap film tanpa harus mengorbankan gaya.
"Koleksi ini adalah cara sempurna untuk menghadirkan semangat KPop Demon Hunters ke dalam rutinitas harian, terutama bagi penggemar dewasa yang menginginkan lebih dari sekadar mainan," ujar seorang perwakilan Target dalam siaran persnya.
Dari sisi harga, setiap item dalam koleksi ini dibanderol $20, baik di toko fisik maupun online. Angka ini tergolong kompetitif untuk perangkat teknologi berlisensi resmi, terutama jika dibandingkan dengan merchandise impor sejenis yang sering kali dijual dengan harga lebih tinggi. Target tampaknya ingin menjangkau basis penggemar yang lebih luas, termasuk profesional muda yang mencari aksesori meja kerja yang unik.
Langkah Target ini juga mencerminkan tren yang lebih besar di industri hiburan, di mana waralaba animasi tidak lagi hanya bergantung pada penjualan tiket dan mainan anak. Dengan merilis produk teknologi fungsional, studio dan peritel dapat memperpanjang siklus hidup waralaba sekaligus membangun loyalitas jangka panjang di segmen dewasa. Hal serupa pernah dilakukan oleh merek lain seperti Disney dengan koleksi peralatan rumah tangga bertema Star Wars atau Marvel, yang sukses menarik minat kolektor.
Bagi pasar Indonesia, koleksi ini belum dipastikan akan masuk secara resmi. Namun, mengingat besarnya basis penggemar K-pop dan animasi di tanah air, tidak menutup kemungkinan Target atau mitra distribusinya akan membawa produk ini ke Asia Tenggara. Jika masuk, harga jual kemungkinan akan disesuaikan dengan biaya impor dan pajak, yang bisa membuatnya lebih mahal dari $20. Meski demikian, antusiasme penggemar terhadap film ini diprediksi tetap tinggi.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah heyday akan memperluas lini produknya dengan item lain seperti keyboard, mouse, atau bahkan perangkat audio yang lebih canggih. Jika sambutan pasar positif, bukan tidak mungkin kolaborasi semacam ini menjadi model bisnis baru bagi peritel besar dalam memonetisasi konten streaming. Pertanyaannya, akankah Target kembali meluncurkan edisi terbatas berikutnya sebelum sekuel filmnya dirilis?



