Judi Dench Ungkap 'Mabuk Kekuasaan' Saat Perankan M di James Bond
Baca dalam 60 detik
- Judi Dench mengaku menikmati peran M karena bisa mendikte para aktor Bond dan merasa berkuasa.
- Proses syuting Tomorrow Never Dies penuh revisi mendadak, membuat Dench kewalahan menghafal dialog.
- Kematian M di Skyfall adalah permintaan Dench sendiri agar keluar dari ruang kantor, meski akhirnya ditembak.

Dame Judi Dench, aktris legendaris yang kini berusia 91 tahun, membuka cerita tentang pengalamannya memerankan M, kepala MI6, dalam delapan film James Bond. Dalam memoarnya yang berjudul Is It Too Late to Make a Run for It?, Dench mengaku menikmati sensasi memiliki kekuasaan atas para aktor yang memerankan agen rahasia tersebut.
Kepada Brendan O’Hea, Dench mengatakan bahwa peran M memberinya kesempatan untuk menempatkan para aktor Bond pada posisi yang seharusnya. "Saya suka memerankan M karena rasanya luar biasa bisa menyuruh semua pria itu tahu diri; menempatkan mereka di tempatnya," ujarnya. Dalam pertemuan pertama dengan Pierce Brosnan, karakternya bahkan melontarkan kalimat tajam, "Kau ini dinosaurus seksis dan misoginis."
Dench juga menyebut elemen menyenangkan lain: mengenakan setelan mahal dan berpura-pura mengerti teknologi canggih. "Saya juga bisa memakai jas yang sangat bagus dan berpura-pura tahu apa yang saya bicarakan, serta bermain-main dengan gadget, padahal di kehidupan nyata saya bahkan tidak bisa mengoperasikan papan setrika," candanya.
Meski secara umum menikmati perannya, Dench mengakui tingkat kepuasan berbeda-beda di setiap film. Ia sangat menghargai kerja sama dengan sutradara Michael Apted dan Martin Campbell. Namun, ia menyoroti Tomorrow Never Dies sebagai produksi yang berat karena terlalu banyak penulisan ulang naskah. "Membuat film itu sudah cukup menegangkan—setidaknya bagi saya—dan menerima banyak revisi di menit-menit terakhir sangat mengganggu," tuturnya.
Dench menggambarkan bagaimana revisi mendadak membuatnya harus menghafal dialog baru dalam waktu singkat. Suatu ketika, ia tiba di rumah pukul sepuluh malam dan langsung disambut kurir sepeda motor yang membawa selusin halaman baru untuk dipelajari sebelum dijemput pukul lima pagi keesokan harinya. "Kapan saya punya waktu untuk mempelajari semua itu?" keluhnya.
"Saya suka memerankan M karena rasanya luar biasa bisa menyuruh semua pria itu tahu diri; menempatkan mereka di tempatnya."
— Dame Judi Dench
Menariknya, keputusan untuk membunuh karakter M di Skyfall justru berasal dari keinginan Dench sendiri. Sejak GoldenEye, ia merasa terkungkung di balik meja kantor sementara unit produksi bepergian ke lokasi eksotis seperti Monte Carlo dan St Petersburg. Ia pun terus memohon agar karakternya diberi kesempatan keluar. "Akhirnya mereka mengeluarkan saya dari balik meja... dan menembak saya," kenangnya.
Dench mengungkapkan bahwa ide kematian M konon datang dari Daniel Craig. Namun, ia harus melewati momen tidak menyenangkan ketika dipecat oleh karakter Ralph Fiennes. Meski demikian, ia membantah laporan media yang menyebutnya menangis saat diberi tahu akan digantikan. "Tentu saja saya tidak menangis. Mengapa saya harus menangis setelah 20 tahun yang gemilang dan 8 film Bond?" tegasnya. Ia juga menyebut bahwa jumlah filmnya satu lebih banyak dari Roger Moore, aktor 007 dengan masa jabatan terpanjang.
Pengakuan Dench ini tidak hanya menyoroti dinamika di balik layar waralaba Bond, tetapi juga menunjukkan bagaimana seorang aktris senior mampu menegosiasikan peran dan akhir cerita karakternya. Di tengah industri film yang sering kali didominasi keputusan produser dan sutradara, kisah Dench menjadi contoh langka di mana seorang pemain berhasil mempengaruhi jalan cerita sesuai keinginannya.
Ke depan, waralaba James Bond masih akan terus berevolusi dengan pemain dan pendekatan baru. Namun, warisan Dench sebagai M yang tegas dan berwibawa akan tetap menjadi tolok ukur. Akankah penerusnya mampu menyamai karisma dan pengaruh yang ia tinggalkan? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Dench telah membuktikan bahwa menjadi "mabuk kekuasaan" di layar lebar bisa menjadi salah satu momen paling memuaskan dalam karier seorang aktor.



