Magic: The Gathering Umumkan Darkhold Destiny, Set Marvel dengan Empat Deck Commander
Baca dalam 60 detik
- Wizards of the Coast merilis set Darkhold Destiny pada April 2027, mengangkat kisah orisinal Marvel yang disesuaikan dengan mekanika Magic.
- Empat deck Commander akan menampilkan Doctor Strange, Thor, Blade, dan kombinasi Hela-Dormammu dengan gaya bermain berbeda.
- Langkah ini menjawab kritik pemain soal Universes Beyond yang dianggap terlalu jauh dari akar fantasi Magic.

Wizards of the Coast secara resmi mengumumkan Darkhold Destiny, set baru Magic: The Gathering yang akan hadir pada April 2027. Pengumuman ini disampaikan dalam acara New York Comic Con, dan menjadi jawaban atas keluhan sebagian pemain yang menilai lini Universes Beyond terlalu melenceng dari genre fantasi serta narasi orisinal permainan tersebut.
Darkhold Destiny mengusung cerita lintas dimensi yang berpusat pada kitab terkutuk bernama Darkhold dan para penjahat super yang berusaha mengendalikannya. Set ini tidak sekadar mengadaptasi komik yang sudah ada, melainkan menawarkan narasi baru yang ditulis khusus agar selaras dengan mekanika dan nuansa Magic. Selain empat deck Commander, produk ini juga akan menyertakan scene box, perlakuan booster fun, dan komik pendamping yang ditulis oleh Jackson Lanzing serta Collin Kelly, duo penulis yang sebelumnya menangani Captain America.
Deck pertama, Strange Academy, diilhami seri komik tahun 2020 karya Skottie Young dan Humberto Ramos. Ceritanya berfokus pada sekolah sihir di Louisiana yang didirikan Doctor Strange dan Doctor Voodoo. Dalam deck berwarna Esper (putih-biru-hitam) ini, Stephen Strange akhirnya tampil sebagai commander setelah sebelumnya hanya dicetak sebagai dokter medis. Secara taktis, deck ini mengandalkan blink creature, sihir yang menyasar makhluk, serta daur ulang mantra untuk menciptakan kombinasi kuat.
Deck kedua menempatkan Thor sebagai commander dalam kombinasi Naya (merah-hijau-putih). Strateginya sederhana namun agresif: memperbesar kekuatan Thor setinggi mungkin dan mendorong pertempuran setiap ronde. Deck ini diisi dewa dan pejuang lain, cocok bagi pemain yang ingin tampil dominan di meja tanpa perlu banyak komplikasi.
Blade memimpin para hero paling keras di Marvel, termasuk Moon Knight dan Ghost Rider, dalam deck Orzhov (putih-hitam). Konflik melawan vampir semesta Marvel ini dimainkan lewat mekanisme gain dan lose life. Vampir menguras nyawa lawan, sementara kekuatan Blade meningkat seiring bertambahnya life yang diperoleh pemain.
Deck keempat ditujukan bagi pemain yang senang berperan sebagai musuh bersama. Deck Rakdos (hitam-merah) ini menghadirkan Hela, Dormammu, serta berbagai demon lord, devil, avatar, dan horror Marvel. Pemain dapat membangun pasukan zombie dan Mindless Ones untuk menyerang, atau mengorbankan minion demi card draw dan efek ping.
"Set ini dirancang untuk menjembatani dunia Marvel dengan mekanika Magic tanpa mengorbankan identitas permainan," ujar perwakilan Wizards of the Coast dalam pengumuman di New York Comic Con.
Bagi pasar Indonesia, pengumuman ini berpotensi menggairahkan komunitas Magic lokal yang selama ini bergantung pada rilis global. Toko hobi dan penyelenggara turnamen di Jakarta, Surabaya, dan Bandung biasanya menyambut set Commander dengan antusias karena format ini populer di kalangan pemain kasual maupun kompetitif. Kehadiran karakter Marvel yang sudah dikenal luas bisa menarik pemain baru, meski harga produk impor dan distribusi tetap menjadi tantangan.
Ke depan, Darkhold Destiny akan menjadi ujian bagi strategi Universes Beyond: apakah pendekatan cerita orisinal mampu meredam kritik sekaligus memperluas basis pemain? Jika sukses, Wizards of the Coast mungkin akan semakin sering menggabungkan waralaba besar dengan narasi yang dirancang khusus untuk Magic. Sebaliknya, kegagalan bisa memperkuat seruan agar game kembali ke akar fantasi klasik.



