Spielberg Kembali ke Akar Fiksi Ilmiah: 'Disclosure Day' Resmi Tayang di Peacock
Baca dalam 60 detik
- Disclosure Day, film alien terbaru Steven Spielberg, kini dapat disaksikan secara eksklusif di platform Peacock setelah sukses di bioskop dengan pendapatan global $244 juta.
- Film ini menggabungkan elemen thriller konspirasi dan pengejaran dengan sentuhan khas Spielberg era 1980-an, menurut ulasan Polygon.
- Kisahnya berpusat pada upaya mengungkap kebenaran tentang kehidupan alien yang dirahasiakan pemerintah selama hampir 80 tahun, menawarkan perspektif bahwa informasi tersebut milik publik.

Steven Spielberg kembali menjelajahi tema kontak alien melalui film terbarunya, Disclosure Day, yang mulai dapat diakses secara streaming di Peacock pada Jumat, 9 Oktober. Langkah ini menandai peralihan dari layar lebar ke platform digital setelah film tersebut tayang perdana di bioskop pada 12 Juni dan meraup pendapatan global sebesar $244 juta.
Bagi Spielberg, kisah tentang makhluk luar angkasa bukanlah hal baru. Sepanjang kariernya, ia telah membangun narasi yang beragam, dari keajaiban Close Encounters of the Third Kind hingga petualangan masa kecil dalam E.T. the Extra-Terrestrial. Bahkan adaptasi War of the Worlds menunjukkan ketertarikannya pada spektrum visitor alien yang berbeda. Disclosure Day tampaknya menjadi kelanjutan dari eksplorasi tersebut, namun dengan pendekatan yang lebih kontemporer.
Film ini mengisahkan tentang sekelompok individu yang terjerat dalam konspirasi lama seputar pertemuan manusia dengan kehidupan ekstraterestrial. Josh O'Connor berperan sebagai Daniel Kellner, seorang ahli keamanan siber yang mencuri informasi dari korporasi kuat Wardex, mengungkap penutupan pemerintah selama hampir 80 tahun terkait kunjungan alien. Ia kemudian menjadi buronan agen Wardex yang berusaha mengambil kembali data tersebut sebelum sampai ke publik.
Sementara itu, Emily Blunt memerankan Margaret Fairchild, seorang meteorolog di Kansas City yang tanpa sengaja menyiarkan pesan dalam bahasa alien, sehingga ia terseret dalam konspirasi. Jalannya kemudian bersinggungan dengan Daniel, sementara Colman Domingo sebagai Hugo Wakefield, mantan anggota konspirasi dan advokat pengungkapan, berupaya membantu mengungkap kebenaran. Hasilnya adalah perpaduan antara film kontak alien, thriller konspirasi, dan film pengejaran.
Dalam ulasannya, Polygon menyebut Disclosure Day sebagai semacam kembalinya Spielberg ke gaya tahun 1980-an, menggabungkan ketegangan pengejaran seperti dalam E.T. dengan daya tarik luar dunia dari Close Encounters of the Third Kind. Ulasan tersebut juga memuji rasa keajaiban dan sisi sentimental film, yang dinilai sangat mendekati formula klasik Spielberg.
“Alih-alih hanya menggambarkan alien sebagai ancaman invasi, Disclosure Day dibangun atas gagasan bahwa kebenaran tentang kehidupan alien adalah milik semua orang — dan bahwa mengetahui kita tidak sendiri dapat mengubah cara manusia memandang dirinya sendiri.”
Bagi penonton Indonesia, Disclosure Day menawarkan refleksi tentang bagaimana informasi yang dirahasiakan dapat memicu ketegangan antara kekuasaan korporasi dan hak publik. Tema ini relevan di tengah meningkatnya kesadaran akan transparansi data dan konspirasi global. Meskipun tidak ada koneksi langsung dengan industri film nasional, keberhasilan film ini di platform streaming dapat menjadi acuan bagi distributor lokal dalam memanfaatkan jendela rilis digital.
Dengan peralihan ke Peacock, Disclosure Day berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang melewatkan penayangan bioskop. Apakah film ini akan mempertahankan daya tariknya di rumah, atau justru kehilangan pengalaman sinematik yang ditawarkan layar lebar? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi langkah ini menegaskan bahwa era streaming semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi distribusi film Hollywood.



