Amazon Tantang iPad dengan Tablet Layar Matte, Harga Lebih Murah £250
Baca dalam 60 detik
- Amazon meluncurkan tablet Alexa Pro 12 inci dengan layar Nanomatte, menawarkan pengalaman bebas silau yang biasanya hanya ada di iPad Pro.
- Dibanderol £499,99, perangkat ini £250 lebih murah dari iPad Air dan £600 lebih murah dari iPad Pro, menjadikannya alternatif kompetitif di segmen premium.
- Dukungan Alexa+ dan peralihan ke Android penuh memperkuat posisi Amazon di pasar tablet, meski tantangan adopsi di Indonesia tetap besar karena ekosistem dan harga.

Amazon resmi meluncurkan jajaran tablet terbaru yang secara langsung menyasar dominasi iPad. Produk unggulan, Alexa Tablet Pro 12 inci, hadir dengan fitur yang jarang ditemui di tablet lain: layar matte anti-silau. Langkah ini menandai ambisi Amazon untuk naik kelas dari segmen budget Fire Tablet ke pasar premium yang selama ini dikuasai Apple, Samsung, dan Lenovo.
Berdasarkan pengujian langsung, layar Nanomatte pada Alexa Tablet Pro terbukti efektif meredam pantulan cahaya dari jendela maupun lampu ruangan. Berbeda dengan layar glossy konvensional yang membuat mata cepat lelah, panel ini memungkinkan pengguna membaca e-book, email, atau menonton video di bawah sinar matahari tanpa terganggu refleksi. Sensasi saat mengusap layar pun lebih halus, memberi kesan premium.
Dari sisi harga, Amazon mematok £499,99 untuk model 12 inci. Angka ini memang lebih tinggi dari tablet Amazon sebelumnya, tetapi jauh lebih terjangkau dibanding iPad Air (£749) yang tidak memiliki layar matte, dan iPad Pro (£1.099) yang baru menawarkan teknologi serupa pada model penyimpanan 1TB dengan biaya tambahan £100. Artinya, tablet Amazon ini menjadi pilihan termurah untuk mendapatkan layar anti-silau di kelas tablet premium.
Amazon mengklaim peningkatan performa signifikan: tiga kali lipat tenaga komputasi dan sembilan kali lipat kemampuan grafis dibanding generasi Fire Tablet sebelumnya. Dengan spesifikasi ini, tablet tersebut mampu menangani tugas produktivitas ringan seperti email, browsing, dan pengolahan dokumen. Dukungan aksesori Pro Keyboard (£129,99) dan Pro Pen (£79,99) semakin memperkuat posisinya sebagai perangkat hybrid.
"Layar matte pada tablet sangat langka. iPad Pro menawarkannya, tetapi Apple hanya menyediakannya pada model 1TB dengan biaya tambahan £100. Itu berarti iPad termurah dengan layar serupa dibanderol £1.899," ujar pengulas teknologi Chris Hall.
Meski demikian, bobot 555 gram membuat tablet ini lebih berat dari Kindle standar (sekitar 200 gram). Bagi pengguna setia Kindle, perangkat ini tidak serta-merta menggantikan e-reader khusus, tetapi bisa menjadi opsi cadangan yang layak. Amazon juga menyematkan mode tampilan 'paper' yang meniru kertas, filter cahaya biru, dan mode senyap notifikasi untuk kenyamanan membaca.
Dari sisi perangkat lunak, Amazon beralih dari Fire OS ke Android penuh. Langkah ini disambut positif karena meningkatkan kompatibilitas aplikasi. Namun, versi Android yang digunakan masih Android 16, yang tergolong versi lama. Amazon juga menonjolkan integrasi Alexa+ yang memungkinkan pengguna mengakses asisten AI untuk mengontrol smart home atau mencari konten di layar.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran tablet ini berpotensi mengguncang segmen menengah-atas. Harga £499,99 setara Rp9,5 juta (kurs £1 = Rp19.000), masih lebih mahal dari tablet Android lokal seperti Samsung Galaxy Tab S9 FE (Rp7 jutaan) atau Lenovo Tab P12 (Rp6 jutaan). Namun, fitur layar matte dan ekosistem Alexa bisa menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi profesional yang sering bekerja di luar ruangan. Tantangan utama adalah ketersediaan resmi dan dukungan purna jual di Indonesia, yang selama ini menjadi kelemahan produk Amazon.
Amazon belum mengumumkan tanggal peluncuran global, tetapi pre-order di Inggris dibuka dengan pengiriman mulai 19 Oktober. Jika masuk Indonesia, tablet ini harus bersaing ketat dengan iPad yang memiliki basis pengguna loyal dan jaringan layanan luas. Pertanyaannya, apakah konsumen Indonesia siap beralih dari ekosistem Apple atau Samsung ke Amazon? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: persaingan di pasar tablet premium semakin panas.



