Meta Muse Kini Hadir di iPad: Agen AI yang Bisa Belanja dan Urus Proyek
Baca dalam 60 detik
- Meta merilis aplikasi Muse untuk iPad, kurang dari sebulan setelah versi iPhone dan Android diluncurkan.
- Pembaruan Muse 10.0 menambahkan koneksi ke berbagai layanan seperti Canva, Dropbox, Figma, dan Notion, serta fitur untuk kebutuhan bisnis kecil.
- Meski gratis, aplikasi ini dilaporkan melacak berbagai data pengguna, memicu kekhawatiran privasi.

Meta resmi memperluas jangkauan asisten kecerdasan buatan mereka, Muse, ke perangkat iPad. Langkah ini menandai upaya perusahaan dalam menghadirkan agen AI yang mampu menjalankan tugas mandiri ke lebih banyak pengguna Apple, hanya berselang kurang dari sebulan setelah versi iPhone dan Android diluncurkan pada awal September lalu.
Muse bukan sekadar chatbot penjawab pertanyaan. Meta mendesainnya sebagai agen AI personal yang dapat mengeksekusi tugas atas nama pengguna, mulai dari menjelajahi web, melakukan pembelian, membuat gambar dan dokumen, terhubung ke layanan lain, hingga menyelesaikan proyek bertahap. Kehadiran versi iPad memungkinkan agen ini memanfaatkan layar tablet yang lebih luas serta fitur multitasking iPadOS, sehingga pengguna dapat memantau pekerjaan Muse sambil berpindah antar aplikasi.
Selain dukungan iPad, pembaruan Muse 10.0 juga membawa peningkatan untuk segmen bisnis kecil. Meta mendorong pengguna memberikan tujuan bisnis kepada aplikasi, lalu membiarkannya merencanakan konten pemasaran, membuat pitch klien, dan mengembangkan halaman produk baru. Integrasi dengan layanan seperti Canva, Dropbox, Figma, QuickBooks, GitHub, Zoom, Asana, Klaviyo, Granola, dan Notion memperluas fungsionalitas Muse, menjadikannya alat yang berpotensi menggantikan beberapa tugas administratif dan kreatif.
Meta mengklaim Muse dibangun dengan prinsip "aman, terlindungi, dan privat". Namun, deskripsi di App Store mengungkap bahwa perangkat lunak ini melacak setiap jenis data pengguna yang mungkin โ sebuah praktik yang tidak mengejutkan mengingat bisnis inti Meta adalah periklanan.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran Muse di iPad membuka peluang baru untuk memanfaatkan AI dalam produktivitas sehari-hari, terutama bagi pekerja lepas, pemilik UMKM, atau profesional yang mengandalkan tablet untuk bekerja. Namun, isu privasi menjadi catatan penting. Dengan pelacakan data yang agresif, pengguna perlu mempertimbangkan trade-off antara kenyamanan dan keamanan informasi pribadi. Regulasi Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang berlaku di Indonesia juga menjadi relevan, meskipun penegakannya terhadap perusahaan asing masih menjadi tantangan.
Langkah Meta ini mempertegas persaingan di pasar agen AI yang semakin panas, bersaing dengan produk seperti Google Assistant, Apple Intelligence, dan berbagai startup AI. Dengan mengintegrasikan Muse ke ekosistem Apple, Meta berupaya memperluas basis pengguna dan mengumpulkan lebih banyak data untuk meningkatkan layanan sekaligus mendukung bisnis iklannya. Pertanyaannya, seberapa jauh pengguna bersedia menukar privasi demi kemudahan yang ditawarkan agen AI? Ke depan, kita akan melihat apakah Meta mampu meyakinkan pasar bahwa Muse benar-benar aman, atau justru memicu gelombang kritik baru terkait perlindungan data.



