Supergirl Kehilangan Kekuatan, DC Siapkan Pengganti Baru di Edisi #19
Baca dalam 60 detik
- Kara Zor-El kehilangan kemampuan super setelah terpapar Gold Kryptonite dalam Supergirl #19 yang terbit November 2026.
- Anggota Super Force seperti Matrix dan Nightflame bersaing memperebutkan mantel Supergirl, memicu dinamika baru dalam tim.
- Langkah berani penulis Sophie Campbell ini berpotensi mengubah status quo karakter dan memperkuat posisi Supergirl di jagat DC.

DC Comics resmi mengumumkan bahwa Kara Zor-El akan menanggalkan identitasnya sebagai Supergirl setelah terpapar Gold Kryptonite dalam Supergirl #19 yang dijadwalkan rilis pada 11 November 2026. Paparan mineral langka itu disebut-sebut mampu melucuti kekuatan seorang Kryptonian secara permanen, membuat Kara harus menjalani hidup sebagai manusia biasa untuk sementara waktu.
Keputusan ini bukan sekadar twist naratif biasa. Sejak diperkenalkan 67 tahun lalu, Supergirl telah melalui berbagai transformasi—dari shapeshifter, malaikat, hingga remaja amnesia yang berjuang mengatasi kehancuran Krypton. Kini, Sophie Campbell selaku penulis dan ilustrator tengah mendorong Kara ke babak baru yang lebih manusiawi, sekaligus memberi ruang bagi karakter-karakter pendukung untuk bersinar.
Dalam solicitation resmi DC, terungkap bahwa Kara tidak akan berdiam diri. Ia berencana mendaftar kembali ke Stanhope, sekolah menengah tempat ia pernah menempuh pendidikan, meski ancaman Reactron—penjahat radioaktif yang membunuh ayahnya—masih berkeliaran. Sementara itu, dua anggota Super Force, Matrix yang baru saja bangkit dan Nightflame yang bergaya goth, akan bertarung untuk membuktikan diri layak menyandang gelar Supergirl. Namun, kejutan bisa datang dari anggota lain yang belum disebutkan.
Super Force sendiri terbentuk setelah Superman menghilang pasca peristiwa DC K.O. Kara mengambil inisiatif memimpin tim yang beranggotakan Thundergirl (hasil eksperimen kloning di kota mini Krypton, Kandor), Nightflame (manifestasi impuls gelap Kara), Phantasmagoria (metahuman yang bisa memproyeksikan kesadaran dalam wujud hantu), Lena Luthor (putri musuh bebuyutan Superman), dan Princess Shark (putri hiu humanoid). Mereka pertama kali bertempur dalam storyline Kingdom of Zod pada Agustus–September, menghadapi General Zod yang menyebarkan Kryptonite.
"Kara Zor-El kehilangan kekuatan supernya, tetapi tidak kehilangan sahabat super. Matrix dan Nightflame bertarung untuk membuktikan diri layak menyandang mantel Supergirl, namun anggota Super Force lainnya mungkin akan mengejutkan semua orang."
Menariknya, kehadiran Matrix—bentuk kehidupan shape-shifting yang pernah mengambil alih mantel Supergirl—menambah lapisan kompetisi. Siapa pun yang terpilih nanti harus siap menghadapi musuh-musuh Supergirl, termasuk hewan peliharaan super Streaky dan Krypto. Bagi Kara, pertarungan melawan Reactron akan terasa personal mengingat sang penjahat telah membunuh ayahnya.
Sophie Campbell dikenal sebagai kreator yang berani mendobrak pakem. Sebelumnya, ia sukses mengembangkan karakter Teenage Mutant Ninja Turtles di IDW Publishing dengan pendekatan pertumbuhan karakter yang matang. Dalam run-nya di Supergirl, Campbell berupaya membangun identitas Kara di luar bayang-bayang Superman. Kehilangan kekuatan dan estafet mantel ini menjadi langkah besar yang berpotensi memperkaya narasi jangka panjang.
Bagi pembaca di Indonesia, dinamika ini mencerminkan tren global di industri komik yang semakin berani mengeksplorasi kerentanan pahlawan super. Kisah Kara yang harus beradaptasi tanpa kekuatan bisa relevan dengan tema ketangguhan mental dan identitas diri—sesuatu yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Komunitas penggemar DC di Tanah Air pun patut menantikan bagaimana Campbell merangkai babak baru ini.
Pertanyaannya, apakah depowering Kara bersifat sementara atau justru menjadi titik balik permanen? Mengingat status quo komik yang cenderung kembali normal, besar kemungkinan Kara akan mendapatkan kekuatannya lagi. Namun, siapa yang akan menyandang mantel Supergirl untuk sementara, dan bagaimana dinamika Super Force setelahnya, masih menjadi teka-teki yang akan terjawab dalam beberapa edisi mendatang.



