Nintendo Remake Ocarina of Time: Ocarina Fisik hingga Kuis 2.000 Soal di Switch 2
Baca dalam 60 detik
- Nintendo mengumumkan remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time untuk Switch 2 dengan fitur fisik ocarina yang bisa dimainkan langsung.
- Aplikasi Zelda Notes menawarkan 11 opsi, termasuk Today's Record, kuis harian 2.000 pertanyaan, dan perekaman lagu via QR code.
- Peluncuran dijadwalkan 5 November, menandai strategi Nintendo menggabungkan nostalgia dengan inovasi kontrol dan layanan digital.

Nintendo resmi mengumumkan remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time untuk Nintendo Switch 2, yang akan dirilis pada 5 November mendatang. Lebih dari sekadar peningkatan visual, remake ini menghadirkan sejumlah fitur baru yang menjembatani pengalaman bermain di dunia nyata dan dalam game, termasuk ocarina fisik yang dapat dimainkan pemain dan terhubung langsung dengan permainan.
Fitur paling mencolok adalah ocarina fisik yang berfungsi penuh. Pemain dapat meniup alat musik tersebut, dan Link akan memainkan nada yang persis sama di dalam game. Produser seri, Eiji Aonuma, mendemonstrasikan fitur ini dengan memainkan Epona's Song, lagu yang memanggil kuda kesayangan Link. Selain itu, pemain tetap bisa memasukkan nada melalui tombol pengontrol, atau menggunakan mikrofon pengontrol Switch 2 untuk bersenandung dan menghasilkan efek yang sama. Pendekatan ini menegaskan upaya Nintendo menghadirkan imersi yang lebih dalam, sekaligus memperkuat daya tarik koleksi fisik bagi penggemar setia.
Di sisi lain, Nintendo juga memperluas ekosistem digital melalui aplikasi Zelda Notes, yang sebelumnya diperkenalkan untuk Breath of the Wild dan Tears of the Kingdom pada 2025. Untuk remake ini, aplikasi tersebut menawarkan 11 opsi berbeda, meski baru sebagian yang dijelaskan. Salah satunya adalah Today's Record, yang menampilkan pencapaian pemain secara kronologis lengkap dengan tangkapan layar, mirip sistem achievement namun khusus Zelda. Fitur ini juga memberikan informasi tambahan, meski Nintendo belum mengungkap keseluruhan cakupannya.
Fitur lain yang tak kalah menarik adalah mode pencarian lokasi. Zelda Notes menampilkan berbagai foto tempat yang harus ditemukan pemain. Setiap area yang berhasil ditemukan akan memberikan poin yang bisa ditukar dengan skor ocarina untuk dimainkan di dalam game. Tantangannya bervariasi, dari lokasi yang mudah terlihat hingga formasi batuan spesifik. Pemain dapat menekan tombol untuk mendapatkan petunjuk, sehingga fitur ini mendorong eksplorasi sekaligus mengapresiasi detail kecil yang disematkan Nintendo dalam remake.
Selanjutnya, ada ocarina digital yang memungkinkan pemain berlatih dan memainkan lagu. Fitur ini menyediakan panduan pemutaran, baik untuk keseluruhan lagu maupun awal skor, sehingga pemain dapat mempelajari nada dan durasi yang tepat. Yang lebih seru, pemain dapat merekam lagu ciptaan sendiri dan membagikannya melalui QR code. Ini membuka peluang interaksi sosial antar pemain, meski juga berpotensi disalahgunakan untuk hal-hal jenaka seperti rickroll.
Tak ketinggalan, kuis harian menantang pemain menjawab pertanyaan dalam 10 detik. Setiap pertanyaan memiliki empat pilihan jawaban dan gambar pendukung, dengan total 2.000 pertanyaan. Pemain dapat mengikuti kuis sekali sehari, atau membayar 20 Rupee untuk kesempatan tambahan. Semakin banyak jawaban benar berturut-turut, semakin tinggi "Egg Level" dan "Cucco Level" mereka. Fitur ini menambah lapisan engagement yang ringan namun adiktif.
"Kami ingin pemain merasakan pengalaman Zelda tidak hanya di layar, tetapi juga melalui interaksi fisik yang menyenangkan," ujar Eiji Aonuma dalam presentasi tersebut.
Beberapa opsi lain yang ditampilkan namun belum dijelaskan meliputi Map, Hall of Fallen Foes, Global Play Data, Photo Studio, Threads of Time, dan amiibo. Sebagian fitur tersebut mungkin sudah bisa ditebak fungsinya, tetapi Nintendo masih menyimpan detailnya untuk diumumkan kemudian. Strategi ini menjaga antusiasme penggemar menjelang peluncuran.
Bagi pasar Indonesia, remake ini berpotensi memperkuat posisi Switch 2 sebagai konsol premium di segmen gim konsol. Meski harga dan ketersediaan resmi masih menjadi tantangan, komunitas Zelda di Indonesia cukup aktif, terutama di forum daring dan media sosial. Fitur berbagi lagu via QR code dan kuis harian dapat menjadi konten yang viral, mendorong penjualan tidak resmi maupun diskusi komunitas. Selain itu, kehadiran ocarina fisik bisa menjadi barang koleksi yang diminati, meski harus diimpor.
Dengan peluncuran yang tinggal menghitung bulan, pertanyaannya kini apakah Nintendo mampu memenuhi ekspektasi tinggi penggemar tanpa mengorbankan esensi petualangan klasik. Jika berhasil, remake ini bisa menjadi tolok ukur baru untuk remake gim legendaris, sekaligus mengukuhkan Switch 2 sebagai platform yang menghargai warisan sekaligus berinovasi.



