Menang 6-0 atas Singapura Tak Cukup, Malaysia Gagal ke Final Piala ASEAN 2026
Baca dalam 60 detik
- Malaysia mengalahkan Singapura 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, tetapi kalah selisih gol dari Indonesia dan gagal ke final.
- Bek Daniel Ting mengaku kecewa karena kemenangan besar itu tidak mengubah nasib timnya.
- Malaysia harus puas menonton Indonesia melaju ke partai puncak, sementara mereka menyelesaikan turnamen dengan kekecewaan.

Kemenangan besar Malaysia 6-0 atas Singapura pada lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026) malam, ternyata tidak cukup membawa Harimau Malaya ke partai final. Tim asuhan pelatih Kim Pan-gon itu tersingkir karena kalah selisih gol dari Indonesia, yang menjadi rival utama mereka di grup.
Bek Malaysia, Daniel Ting, mengungkapkan rasa kecewanya setelah pertandingan. Meski timnya tampil dominan, ia menyadari bahwa hasil di lapangan tidak sepenuhnya berada dalam kendali mereka. โSaya tidak tahu banyak tentang perhitungan selisih gol, kami hanya fokus pada pertandingan kami. Menang 6-0, saya pikir itu sudah cukup,โ ujar pemain berusia 33 tahun tersebut.
Malaysia sebenarnya tampil impresif sejak awal. Enam gol Harimau Malaya diciptakan oleh hattrick Bergson pada menit 8, 62, dan 90+2, serta tiga gol lainnya dari Styatt Wilkin (26'), Paulo Josue (76'), dan Syahir Bashah (87'). Kemenangan ini merupakan salah satu penampilan terbaik Malaysia di turnamen, namun tidak mampu mengangkat mereka ke final.
Daniel Ting menambahkan bahwa kemenangan tersebut adalah hasil kerja keras seluruh tim. โIni penampilan yang kuat dari kami. Pertandingan yang bagus untuk dimenangkan, skor besar melawan rival besar,โ katanya. Namun, ia tak bisa menyembunyikan kekecewaan. โSangat mengecewakan saat tahu pada akhirnya kami tidak bisa lolos,โ imbuhnya.
Kegagalan Malaysia ini menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka di turnamen yang digelar di Indonesia. Sebelumnya, Malaysia berharap bisa melaju ke final untuk pertama kalinya dalam sejarah FIFA ASEAN Cup. Namun, konsistensi Indonesia di laga lain membuat langkah mereka terhenti. Pelatih Kim Pan-gon pun harus menerima kenyataan bahwa timnya belum mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi Asia Tenggara.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi berkah tersendiri. Tim Merah Putih dipastikan melaju ke final dan akan menghadapi lawan yang akan ditentukan kemudian. Dukungan penuh dari suporter tuan rumah diharapkan menjadi energi tambahan bagi skuad asuhan Shin Tae-yong untuk meraih gelar juara.
Ke depan, Malaysia perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Meski memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Bergson dan Paulo Josue, konsistensi dan kedalaman skuad masih menjadi pekerjaan rumah. Sementara itu, Indonesia akan fokus mempersiapkan diri menghadapi partai puncak. Akankah Harimau Malaya bangkit di edisi berikutnya, atau justru Indonesia yang semakin mendominasi sepak bola ASEAN? Waktu yang akan menjawab.



