Mitchell Baker Ukir Quintrick, Samai Rekor Legenda Timnas Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Striker muda Mitchell Baker mencetak lima gol saat Timnas Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2 di laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
- Pencapaian ini menyamai rekor lima gol dalam satu pertandingan yang sebelumnya diukir Waskito, Iswadi Idris, dan Soetjipto Soentoro.
- Indonesia akan menghadapi Thailand di final pada Senin (5/10/2026) di SUGBK, dan Baker menegaskan fokus belum boleh teralihkan.

Striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker, menorehkan lima gol dalam kemenangan 9-2 atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Penampilan gemilang pemain berusia 19 tahun itu tidak hanya mengantarkan Indonesia ke final, tetapi juga menempatkannya sejajar dengan legenda sepak bola nasional.
Baker membuka keran gol pada menit ke-11, lalu menambah empat gol masing-masing pada menit ke-20, 37, 42, dan 90+7. Lima gol tersebut membuatnya menyamai rekor quintrick yang pernah dibukukan Waskito, Iswadi Idris, dan Soetjipto Soentoro. Waskito mencetak lima gol saat Indonesia menang 12-0 atas Filipina di President Cup 1972 di Korea Selatan. Iswadi Idris melakukan hal serupa ketika Indonesia membantai Vietnam 9-1 di President Cup 1971. Sementara Soetjipto Soentoro menorehkan lima gol saat Indonesia menghajar China Taipei 11-1 di Turnamen Merdeka 1968.
Bagi Baker, torehan ini menambah koleksi golnya bersama tim Merah-Putih menjadi sembilan gol dalam tujuh penampilan. Catatan tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu striker paling produktif di skuad asuhan John Herdman. Meski demikian, ia enggan jumawa dan memilih merayakan kemenangan sebagai hasil kerja kolektif.
Kemenangan ini tidak lepas dari kontribusi pemain lain. Rizky Ridho (32'), Justin Hubner (45+1'), Luke Vickery (90'), dan Kevin Diks (90+6') turut menyumbang gol. Bangladesh yang dilatih Thomas Dooley hanya mampu membalas dua gol. Hasil ini memastikan Indonesia melaju ke final dan akan menantang Thailand di SUGBK pada Senin (5/10/2026).
"Ya, ini pertandingan yang gila. Menurut saya, ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan," ujar Baker selepas laga.
Baker menegaskan bahwa kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan. Ia menyadari masih ada satu laga krusial yang harus dimenangkan untuk mengangkat trofi pertama bagi Indonesia. "Kami akan menikmati malam ini, tetapi masih ada final yang harus dimainkan. Kami harus segera kembali fokus untuk memenangkan trofi pertama bagi Indonesia. Itulah yang menjadi fokus saya sekarang," pungkasnya.
Bagi publik sepak bola Indonesia, penampilan Baker menjadi angin segar di tengah kebutuhan akan striker tajam di level senior. Konsistensinya di ajang ASEAN Cup 2026 bisa menjadi modal berharga menghadapi Thailand yang dikenal memiliki lini belakang disiplin. Pertanyaannya, mampukah Baker mengulang ketajamannya di partai puncak dan membawa Indonesia juara?



