Gianni Infantino Akan Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir: Momen Penting untuk Sepak Bola Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIFA Gianni Infantino dijadwalkan tiba di Indonesia pada 4 Oktober 2026 untuk menyaksikan laga puncak turnamen dan meninjau fasilitas bantuan FIFA.
- Kedatangan orang nomor satu FIFA itu menjadi sinyal pengakuan internasional atas kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah event sepak bola skala Asia Tenggara.
- PSSI berharap momen ini memperkuat posisi Indonesia di mata FIFA sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur sepak bola nasional.

Presiden FIFA Gianni Infantino dipastikan akan menyaksikan langsung partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta. Kepastian itu disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang menyebut Infantino akan tiba pada 4 Oktober 2026 sore, sehari sebelum rangkaian agenda resminya dimulai. Kehadiran figur tertinggi dalam federasi sepak bola dunia itu menjadi penanda bahwa turnamen perdana ini mendapat perhatian serius dari otoritas global.
Menurut Erick, kunjungan Infantino tidak sekadar menyaksikan pertandingan puncak yang mempertemukan Indonesia dan Thailand. Ada sejumlah agenda strategis, mulai dari meninjau fasilitas bantuan FIFA hingga bertemu Presiden Republik Indonesia. "Beliau ingin melihat fasilitas yang sudah diberikan FIFA ke Indonesia. Sekalian ada beberapa kegiatan sosial. Nanti juga akan bertemu Bapak Presiden dan tentu hadir di penutupan," ujar Erick dalam keterangannya kepada media.
Salah satu yang akan dilihat Infantino adalah FIFA Arena, program bantuan berupa dua lapangan mini pitch. Satu di antaranya direncanakan dibangun di Jawa Barat pada tahun ini. "FIFA memberikan kontribusi dua FIFA Arena, yaitu lapangan mini pitch, yang rencananya tahun ini juga nanti ada di Jawa Barat. Akan kita cari titiknya," kata Erick. Kehadiran fasilitas ini dinilai penting untuk pembinaan usia muda di daerah, sekaligus bukti nyata komitmen FIFA terhadap pengembangan sepak bola Indonesia di level akar rumput.
Opening ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 25 September 2026, mendapat respons positif. Erick menyebut acara pembukaan itu viral dan diapresiasi banyak pihak. "Opening saya rasa sangat viral, sangat diapresiasi. Saya rasa ini hal yang bagus," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa momen tersebut menjadi kesempatan memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. "Opening kita ingin memperlihatkan kepada FIFA, kepada seluruh masyarakat dunia, Asia Tenggara, bahwa kita punya kultur yang luar biasa," kata Erick.
Lebih dari sekadar seremoni, kehadiran Infantino menyimpan dimensi diplomasi olahraga yang jarang terjadi. Indonesia tengah berupaya membangun reputasi sebagai tuan rumah event internasional setelah berbagai dinamika yang sempat mencoreng citra sepak bola nasional. Kunjungan orang nomor satu FIFA ini bisa dibaca sebagai sinyal kepercayaan, sekaligus ujian bagi PSSI untuk membuktikan kemampuan manajerial di bawah sorotan langsung. Erick menyadari hal itu dan menegaskan posisi Indonesia. "Kita juga punya ikon dan figur yang mendunia. Kita juga memperlihatkan bahwa kita tuan rumah yang baik," imbuhnya.
Dari kacamata industri, turnamen ini berpotensi mendongkrak perputaran ekonomi lokal, terutama di Jakarta dan Jawa Barat, melalui kunjungan wisatawan, konsumsi event, serta eksposur media internasional. Namun, manfaat jangka panjang baru terasa jika infrastruktur yang dijanjikan benar-benar terealisasi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pembangunan dua mini pitch, misalnya, perlu diikuti dengan program pembinaan yang terukur agar tidak menjadi proyek simbolis semata.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada dua hal: apakah Indonesia mampu mempertahankan standar penyelenggaraan hingga laga final, dan sejauh mana komitmen FIFA terhadap pengembangan sepak bola nasional pasca-turnamen. Jika momentum ini dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi kandidat tuan rumah event yang lebih besar di masa mendatang. Sebaliknya, jika gegap gempita hanya berhenti di lapangan, kesempatan emas ini bisa berlalu tanpa jejak berarti.



