Tagihan Energi Inggris Melonjak ke Rp40 Juta per Tahun, Ini Langkah Hemat yang Bisa Dilakukan
Baca dalam 60 detik
- Sekitar 20 juta rumah tangga di Inggris akan menghadapi kenaikan tagihan energi hingga £276 per tahun mulai Januari 2026.
- Beralih ke tarif tetap yang lebih murah dan melakukan perbaikan isolasi rumah dapat menghemat ratusan poundsterling per tahun.
- Pemerintah Inggris menawarkan subsidi hingga £9.000 untuk pemasangan pompa panas, sementara konsumen didorong segera mengunci harga sebelum lonjakan terjadi.

Kenaikan tajam tagihan energi diperkirakan akan menghantam sekitar 20 juta rumah tangga di Inggris Raya awal tahun depan. Berdasarkan proyeksi terbaru, tagihan tahunan tipikal akan melonjak sekitar £276 menjadi mendekati £2.000—setara Rp40 juta—sebuah pukulan finansial yang memaksa konsumen mencari cara untuk menekan pengeluaran.
Lonjakan ini berasal dari penyesuaian batas harga (price cap) yang ditetapkan regulator Ofgem. Mulai Kamis, batas harga naik 4% menjadi £1.723 per tahun untuk tagihan dual-fuel tipikal. Namun, lembaga konsultan Cornwall Insight memperkirakan kenaikan berikutnya pada Januari akan mencapai 16%, mendorong batas tersebut ke £1.999. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan memicu kekhawatiran akan beban biaya hidup yang semakin berat.
Meski demikian, masih ada celah bagi konsumen untuk mengurangi dampaknya. Richard Neudegg, Direktur Regulasi di Uswitch, menilai langkah paling efektif saat ini adalah beralih dari tarif variabel ke tarif tetap yang harganya terkunci. "Mengunci tarif tetap yang kompetitif adalah tuas terbesar yang bisa ditarik rumah tangga," ujarnya. Saat ini, terdapat 34 penawaran di bawah proyeksi Januari, dengan yang termurah adalah tarif tetap 12 bulan dari Fuse Energy seharga £1.675—lebih murah £48 dari batas harga Oktober dan berpotensi menghemat hingga £324 dibanding proyeksi Januari.
Selain beralih tarif, efisiensi energi rumah menjadi kunci. Banyak rumah di Inggris masih memiliki pengaturan boiler yang tidak optimal. Suhu aliran radiator yang disarankan adalah 60°C atau lebih rendah, tetapi sering kali dibiarkan 70–80°C. Menurunkannya bisa menghemat sekitar £60 per tahun. Mengurangi suhu air panas ke 42°C juga memangkas konsumsi gas hingga 2%. Langkah kecil seperti memasang strip penahan angin di jendela dan pintu dapat menghemat £25 per tahun, sementara menurunkan termostat 1°C dari kisaran nyaman 18–21°C menghemat £120 per tahun menurut Energy Saving Trust.
Untuk jangka panjang, isolasi menjadi investasi yang signifikan. Rumah yang dibangun antara 1920 dan 1990 umumnya memiliki dinding rongga tanpa isolasi. Menambahkan isolasi dinding rongga dapat menghemat £200 per tahun. Isolasi loteng yang ditambah dari 120mm menjadi 270mm menghemat sekitar £20 per tahun. Pipa air panas yang tidak terisolasi juga membuang energi; melapisinya dengan busa polietilen murah dapat mencegah kerusakan saat musim dingin.
"Beralih ke tarif energi pompa panas dan menambahkan teknologi hijau seperti panel surya memberikan penghematan terbesar, hingga £800 per tahun," demikian pernyataan Energy Saving Trust.
Pemerintah Inggris menawarkan skema upgrade boiler dengan hibah £7.500 untuk pemasangan pompa panas udara-ke-air atau tanah-ke-air. Rumah tangga yang tidak terhubung ke jaringan gas mendapat tambahan £1.500, sehingga total hibah mencapai £9.000. Di Skotlandia, pinjaman tanpa bunga atau hibah untuk efisiensi energi juga tersedia. Namun, pompa panas beroperasi dengan listrik yang tarif per unitnya lebih mahal dari gas, sehingga beralih ke tarif khusus pompa panas menjadi penting. Pengguna yang beralih ke tarif time-of-use dapat menghemat £330 per tahun dibanding tarif flat, dan hingga £800 dengan tambahan panel surya.
Bagi konsumen di Inggris, langkah-langkah ini menawarkan jalan keluar di tengah tekanan harga energi global. Sementara itu, di Indonesia, kenaikan harga energi global juga dapat mempengaruhi subsidi dan tarif listrik domestik, meskipun pemerintah saat ini masih menahan kenaikan tarif untuk rumah tangga. Pelajaran dari Inggris menunjukkan bahwa diversifikasi sumber energi dan efisiensi menjadi kunci menghadapi volatilitas pasar.
Dengan proyeksi kenaikan yang sudah di depan mata, pertanyaannya kini: apakah rumah tangga akan proaktif mengunci tarif dan berinvestasi dalam efisiensi, atau menunggu hingga tagihan membengkak? Langkah kecil hari ini bisa berarti ratusan poundsterling terselamatkan sepanjang tahun.



