Carrick Rangers Jalin Kemitraan dengan PSS Sleman, Targetkan 20-30 Talenta Muda di Tahun Pertama
Baca dalam 60 detik
- Klub Irlandia Carrick Rangers resmi menggandeng Askab PSSI Sleman dan PSS Sleman untuk program pengembangan pemain muda melalui coaching clinic di Stadion Maguwoharjo.
- Presiden Carrick Rangers Peter Clarke menekankan bahwa selain keterampilan teknis, faktor mental, gairah, dan ambisi menjadi penentu utama dalam seleksi pemain.
- Program ini menargetkan 20 hingga 30 pemain di tahun pertama, dengan rencana jangka panjang lima tahun untuk memperluas jangkauan bakat dari Sleman ke Eropa.

Klub Liga Irlandia Carrick Rangers resmi menjalin kerja sama dengan Askab PSSI Sleman dan PSS Sleman untuk mengembangkan bakat sepak bola muda melalui program coaching clinic yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Rabu (30/9/2026). Langkah ini membuka jalur baru bagi pesepak bola lokal untuk menembus kompetisi Eropa, sekaligus menandai masuknya klub internasional ke pembinaan usia dini di Indonesia.
Ketua Askab PSSI Sleman, Denny Ardiyanta, menyatakan bahwa kehadiran Carrick Rangers memberikan peluang emas bagi anak-anak Sleman untuk mengasah kemampuan hingga ke tingkat internasional. "Program ini akan menyaring talenta berbakat dan memberi mereka kesempatan mengembangkan karier di Eropa, khususnya melalui jalur yang disiapkan Carrick Rangers," ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (29/9/2026) sore hingga Rabu malam itu melibatkan 26 pemain putri hasil seleksi Pekan Olahraga Daerah (Porda), serta sejumlah pemain dari akademi PSS. Para peserta mengikuti sesi latihan bersama sebelum nantinya dipilih untuk tampil dalam pertandingan uji coba. Menurut Denny, proses seleksi bertahap ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap potensi pemain.
Presiden Carrick Rangers, Peter Clarke, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mencari pemain dengan kemampuan teknis mumpuni. Aspek mental, semangat, dan kemauan untuk berkembang dinilai sama pentingnya. "Anda harus memiliki keterampilan, tetapi yang tak kalah krusial adalah gairah, dorongan, keinginan, dan ambisi. Itulah yang membedakan pemain yang sukses di level global dari yang hanya bertahan di level lokal," kata Clarke.
"Gairah, bakat, keterampilan, pendekatan, keinginan, kemauan untuk melakukan usaha ekstra. Itulah yang akan memisahkan seorang pemain untuk menjadi sukses, untuk masuk ke program global daripada hanya bertahan secara lokal," ujar Peter Clarke.
Clarke mengungkapkan pengalamannya menemukan pemain dengan bakat besar namun kurang memiliki tekad untuk maju. Karena itu, karakter dan etos kerja menjadi faktor penentu dalam proses seleksi. Carrick Rangers sendiri membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemain berbakat, namun tetap realistis dengan target awal. "Jika kami menemukan 400 anak yang luar biasa, kami akan coba mengambil semuanya. Tapi secara jujur, jika di tahun pertama kami mendapatkan 20 atau 30 anak, itu sudah kami anggap sukses," tambahnya.
Kerja sama ini bukan sekadar program jangka pendek. Carrick Rangers telah menyusun rencana pengembangan selama lima tahun dengan harapan jumlah pemain yang terlibat terus bertambah. Bagi sepak bola Indonesia, khususnya Sleman, inisiatif ini menjadi angin segar di tengah keterbatasan jalur pembinaan usia muda yang terhubung langsung dengan klub Eropa. Kehadiran klub Irlandia ini juga dapat menjadi katalis bagi daerah lain untuk menjalin kemitraan serupa, memperluas akses pemain muda Indonesia ke pentas internasional.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan program tidak berhenti di seremoni saja. Diperlukan komitmen berkelanjutan dari semua pihak, termasuk PSSI dan klub lokal, untuk memantau perkembangan pemain yang terpilih. Jika berhasil, model ini bisa menjadi cetak biru bagi ekspor talenta muda Indonesia ke liga-liga Eropa, sekaligus meningkatkan daya saing sepak bola nasional di kancah global.



