Secret Lair KPop Demon Hunters Tuai Kritik: Kartu Keren, Tapi Tokoh Utama Absen
Baca dalam 60 detik
- Wizards of the Coast merilis Secret Lair Corn Maze Superdrop dengan crossover KPop Demon Hunters, namun tidak menyertakan kartu legendaris untuk grup Huntr/x atau Saja Boys.
- Kualitas seni dan nilai cetak ulang kartu dinilai memuaskan, tetapi penggemar kecewa karena tidak bisa menjadikan Rumi sebagai Commander.
- Spekulasi muncul bahwa ini hanyalah langkah awal menuju set Universes Beyond penuh pada 2027, meski Wizards belum memberikan konfirmasi resmi.

Wizards of the Coast resmi mengumumkan Secret Lair Corn Maze Superdrop dengan tema KPop Demon Hunters, tetapi keputusan tidak menyertakan karakter utama dari film animasi Netflix tersebut memicu kekecewaan di kalangan penggemar Magic: The Gathering. Alih-alih menghadirkan Rumi, Mira, Zoey, atau para Saja Boys sebagai kartu legendaris yang bisa dijadikan Commander, Wizards justru memilih untuk mencetak ulang kartu-kartu lama dengan ilustrasi bertema film tersebut.
Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Sejak teaser misterius yang dirilis Selasa lalu, ekspektasi publik melambung tinggi. Banyak yang menduga akan ada setidaknya dua Secret Lair terpisah—satu untuk Huntr/x dan satu untuk Saja Boys—seperti yang pernah dilakukan Wizards pada crossover Hatsune Miku beberapa waktu lalu. Namun, yang tersedia hanyalah satu Drop bertajuk "How It's Done" yang berisi kartu-kartu reprint dengan art baru, tanpa ada satu pun kartu unik yang secara mekanis mewakili para karakter ikonik tersebut.
Dari sisi kualitas visual, Secret Lair ini memang tampil memukau. Ilustrasi yang digarap oleh Scott Watabane berhasil menangkap momen-momen penting dan karakter yang dicintai penggemar. Kartu seperti Swan Song menampilkan burung iblis Sussie yang mengenakan topi—sebuah sentuhan humor yang mengundang senyum. Begitu pula dengan Underworld Breach yang diilustrasikan oleh Helen Chen, yang dinilai sebagai salah satu cetakan terbaik dan mampu menjustifikasi harga Drop sebesar US$29,99 untuk versi non-foil. Kedua kartu tersebut biasanya dijual sekitar US$11 masing-masing, sehingga secara nilai reprint, paket ini terbilang kompetitif.
Meski demikian, beberapa pilihan kartu dinilai kurang matang secara tematik. Unbreakable Formation, Demonic Counsel, dan Tempt With Immortality dianggap selaras dengan nuansa film, sementara Dawn's Truce dan Freed from the Real terasa dipaksakan. Kritik utama tetap pada absennya karakter utama yang seharusnya menjadi daya tarik utama crossover ini. Penggemar berharap setidaknya ada kartu reskin seperti Halana and Alena, Partners dengan wajah Rumi, atau Trostani, Selesnya's Voice yang menampilkan Huntr/x, agar bisa dimainkan sebagai Commander.
"Saya jarang membeli Secret Lair, tapi kali ini saya mungkin akan membelinya karena saya sangat menyukai KPop Demon Hunters. Kartu-kartunya solid, dan seninya bagus. Tapi di mana Huntr/x? Di mana Saja Boys?"
Kekecewaan ini juga menyoroti strategi Wizards of the Coast dalam mengelola ekspektasi. Perusahaan dikenal gemar merilis teaser misterius yang memancing spekulasi, namun tidak selalu diikuti dengan konten yang sesuai harapan. Dalam beberapa tahun terakhir, Secret Lair memang menjadi kanal eksperimen untuk crossover dengan properti intelektual populer, mulai dari The Walking Dead hingga Stranger Things. Namun, tidak semua eksekusi berhasil memuaskan basis penggemar, terutama ketika elemen inti dari IP yang diusung justru diabaikan.
Bagi pasar Indonesia, fenomena ini tetap relevan. Komunitas Magic: The Gathering di Tanah Air cukup aktif, dengan turnamen lokal dan toko hobi yang menjual Secret Lair secara impor. Kekecewaan global terhadap produk ini bisa memengaruhi permintaan di pasar sekunder, terutama untuk kartu-kartu yang dianggap kurang berhasil secara tematik. Di sisi lain, penggemar KPop Demon Hunters di Indonesia—yang juga besar—mungkin tetap membeli karena nilai koleksi, meski harus merogoh kocek lebih dalam akibat kurs dan biaya pengiriman.
Ke depan, spekulasi mengarah pada kemungkinan bahwa "How It's Done" hanyalah langkah pembuka. Wizards of the Coast dikabarkan memiliki tiga set Universes Beyond yang dijadwalkan rilis pada 2027, dan satu di antaranya diprediksi berbasis Marvel. Ada pula kemungkinan crossover dengan World of Warcraft yang akan datang dalam waktu dekat. Jika Wizards benar-benar sedang menguji pasar, bukan tidak mungkin KPop Demon Hunters akan mendapatkan set penuh—entah sebagai ekspansi besar atau set sampingan seperti Teenage Mutant Ninja Turtles atau The Hobbit. Pertanyaannya, apakah Wizards berani mengambil risiko dan memberikan apa yang sebenarnya diinginkan penggemar: Rumi sebagai Commander, lengkap dengan mekanik unik yang mencerminkan kekuatan musik dan persahabatan?



