Aaron Sorkin Buka-bukaan Soal The Social Reckoning: Trump Tak Disebut, Fokus pada Facebook
Baca dalam 60 detik
- Aaron Sorkin menegaskan tidak ada tekanan dari pihak mana pun untuk tidak menyebut nama Donald Trump dalam film barunya.
- The Social Reckoning menyoroti peran Facebook dalam menyebarkan disinformasi dan memicu perpecahan sosial di AS.
- Sorkin melakukan reshoot untuk menyempurnakan film, bukan karena respons negatif terhadap trailer.

Penulis skenario dan sutradara kenamaan Hollywood, Aaron Sorkin, akhirnya angkat bicara mengenai keputusannya tidak menyebut nama Donald Trump dalam film terbarunya, The Social Reckoning. Dalam wawancara dengan majalah Vanity Fair, Sorkin menegaskan bahwa tidak ada pihak yang memintanya menghindari nama mantan Presiden Amerika Serikat tersebut. “Saya ingin jelas: saya tidak pernah diminta untuk tidak menyebut Trump,” ujarnya.
Film ini menampilkan rekonstruksi kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021, yang dipicu oleh pendukung Trump yang memprotes sertifikasi kemenangan Joe Biden. Meski demikian, nama Trump sama sekali tidak muncul, begitu pula atribut kampanyenya seperti “Make America Great Again”. Sorkin menjelaskan bahwa keputusan ini diambil secara sadar karena fokus film bukan pada politik praktis, melainkan pada peran Facebook dalam memicu perpecahan, ekstremisme, dan hiperpartisanship di AS.
“Saya menyerahkan naskah dan dua hari kemudian bertemu dengan Tom Rothman dari Sony Pictures. Tanpa diminta, saya berjanji tidak akan menampilkan atribut Trump,” kata Sorkin. Ia menambahkan, “Film ini tentang peran Facebook dan kebangkitan perpecahan, ekstremisme, dan hiperpartisanship. Ini bukan soal merah-biru, meski orang akan melihatnya demikian.”
The Social Reckoning mengisahkan bagaimana Frances Haugen, yang diperankan oleh Mikey Madison, membocorkan puluhan ribu dokumen yang mengungkap bahwa Facebook menyadari dampak negatif sosialnya dan perannya dalam menyebarkan misinformasi yang terkait dengan kekerasan politik. Kisah ini menjadi sorotan karena menyentuh isu etika platform digital dan tanggung jawab perusahaan teknologi.
Sorkin juga menyinggung soal reshoot yang dilakukan setelah trailer dirilis. Ia menegaskan bahwa reshoot bukanlah respons terhadap reaksi beragam terhadap cuplikan tersebut, melainkan upaya untuk menyempurnakan film. “Ada dua jenis reshoot: yang pertama karena kita dalam masalah, dan yang kedua karena kita benar-benar menyukai film ini dan ingin membuatnya lebih baik. Ini jenis yang kedua,” jelasnya.
“Saya tidak pernah diminta untuk tidak menyebut Trump. Saya berjanji tanpa diminta bahwa tidak akan ada atribut Trump dalam film ini.” – Aaron Sorkin
Salah satu perubahan yang dilakukan adalah dialog seorang eksekutif senior Facebook yang awalnya mengatakan, “Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan.” Namun, penasihat hukum film meminta agar dialog tersebut diubah karena tidak ada bukti bahwa eksekutif Facebook pernah menyebut mantan karyawannya dengan kata kasar itu. “Pengacara bilang, ‘Kecuali Anda bisa menunjukkan bukti, Anda tidak bisa memakai dialog itu.’ Jadi kami ubah,” tutur Sorkin.
Pencipta serial The West Wing ini juga mengungkapkan bahwa studio sangat menjaga kerahasiaan film. Uji tayang terbatas hanya diikuti oleh 70 orang di kantor Sony, semuanya karyawan Sony. “Itu bukan sampel yang representatif,” candanya.
Konteks Indonesia
Bagi industri film Indonesia, pendekatan Sorkin dalam mengangkat isu sosial tanpa menyeret nama politisi tertentu bisa menjadi pelajaran. Film yang mengkritik platform digital dan dampaknya terhadap masyarakat tetap relevan, terutama di tengah meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia. Isu disinformasi dan polarisasi juga menjadi tantangan tersendiri menjelang pemilu. The Social Reckoning mungkin tidak menyebut Trump, tetapi pesan tentang bahaya algoritma dan penyebaran kebencian tetap menggema, termasuk di Indonesia.
Ke depan, film ini akan menjadi ujian bagi Sorkin dalam menyeimbangkan narasi politik dan sosial. Apakah penonton dapat menerima film yang mengkritik Facebook tanpa menyinggung tokoh politik yang kontroversial? Atau justru sebaliknya, absennya Trump akan membuat film ini terasa kurang tajam? Yang jelas, The Social Reckoning akan menjadi cermin bagaimana Hollywood memandang tanggung jawab platform digital dalam demokrasi modern.



