HDR10+ Gaming Merambah Sembilan Judul Baru, Termasuk Call of Duty dan Crimson Desert
Baca dalam 60 detik
- Sembilan gim terkonfirmasi mengadopsi HDR10+ Gaming, dipimpin Call of Duty: Modern Warfare 4 dan Crimson Desert.
- Teknologi ini menawarkan HDR otomatis tanpa kalibrasi manual, menjadi alternatif bebas royalti dari Dolby Vision.
- Ekosistem HDR10+ Gaming telah mencakup 185 adopter dan 7.500 perangkat, berpotensi memperluas adopsi di pasar gim global.

HDR10+ Technologies resmi mengumumkan bahwa sembilan judul gim akan mengadopsi teknologi HDR10+ Gaming, dengan Call of Duty: Modern Warfare 4 sebagai unggulan. Langkah ini menandai ekspansi signifikan format HDR bebas royalti tersebut ke pasar gim arus utama, yang selama ini didominasi oleh standar Dolby Vision.
Selain Call of Duty: Modern Warfare 4โyang menjadi gim kelima dalam waralaba COD yang mendukung HDR10+ Gamingโdaftar tersebut mencakup RPG Crimson Desert dan F1 25 2026 Season Pack. Semua judul dipastikan rilis paling lambat akhir 2026, dengan Crimson Desert akan mendukung HDR10+ pada akhir tahun ini. Kehadiran judul-judul besar ini mempercepat adopsi HDR10+ Gaming di kalangan pengembang dan pemilik perangkat keras.
HDR10+ Gaming adalah versi khusus gim dari HDR10+ yang dikembangkan Samsung sebagai alternatif tanpa biaya lisensi dari Dolby Vision. Teknologi ini menyematkan metadata tambahan dalam sinyal HDR sehingga perangkat kompatibel dapat menampilkan gambar lebih akurat dan dinamis. Bagi pengembang, sistem ini memungkinkan preservasi visi artistik di berbagai layar, mulai dari warna pencahayaan, kontras, hingga atmosfer. Bagi pemain, HDR10+ Gaming menghilangkan kebutuhan kalibrasi manual karena pengaturan HDR dioptimalkan secara otomatis untuk layar yang mendukung.
Dukungan HDR10+ Gaming tidak hanya terbatas pada judul tertentu, tetapi juga terintegrasi dengan mesin gim populer. Unreal Engine 5 telah menyediakan plug-in HDR10+ Gaming, sementara Electronic Arts melalui Frostbite, Rockstar Games dengan RAGE, dan CD Projekt Red lewat REDengine juga telah mengadopsinya. Ini memudahkan pengembang lain untuk mengimplementasikan teknologi tersebut tanpa harus membangun dukungan dari nol.
"HDR10+ Gaming dirancang untuk membantu pengembang menjaga visi artistik mereka di berbagai perangkat, sekaligus menyederhanakan pengalaman HDR bagi pemain," ujar perwakilan HDR10+ Technologies dalam pengumuman resminya.
Dari sisi perangkat keras, HDR10+ Gaming didukung hampir di semua TV dan monitor Samsung, mengingat Samsung adalah pengembang utama format ini. Namun, ekosistemnya telah meluas ke berbagai merek lain, termasuk produsen GPU terkemuka. Dengan lebih dari 7.500 produk kompatibel, konsumen memiliki lebih banyak pilihan layar untuk menikmati pengalaman gim HDR yang optimal.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini berpotensi mendorong penjualan TV dan monitor HDR10+ seiring dengan meningkatnya adopsi gim yang mendukung teknologi tersebut. Penggemar gim di Tanah Air yang memiliki perangkat kompatibel dapat menikmati visual lebih tajam tanpa repot mengatur pengaturan HDR secara manual. Namun, penetrasi perangkat HDR10+ di Indonesia masih bergantung pada harga dan ketersediaan, sehingga adopsi massal mungkin baru terasa dalam beberapa tahun ke depan.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah HDR10+ Gaming mampu menantang dominasi Dolby Vision di segmen gim premium, terutama dengan semakin banyaknya judul AAA yang mengadopsinya. Jika tren ini berlanjut, konsumen akan diuntungkan oleh persaingan yang mendorong inovasi dan penurunan harga perangkat HDR.



