Jerry Hall Tolak Gym dan Botox, Pilih Berkebun untuk Tetap Bugar di Usia 70
Baca dalam 60 detik
- Jerry Hall mengungkapkan bahwa ia menjaga kebugaran dengan berkebun, bukan pergi ke gym, karena menganggap olahraga untuk kesombongan tidak bermanfaat.
- Ia menolak operasi plastik dan perawatan medis, lebih memilih menua secara alami dan tidak ingin menakuti cucunya dengan perubahan penampilan.
- Pendekatan Hall menyoroti tren penuaan sehat dan penolakan terhadap standar kecantikan yang tidak realistis, yang juga relevan di Indonesia.

Model senior Jerry Hall, yang kini berusia 70 tahun, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mengunjungi pusat kebugaran untuk menjaga bentuk tubuhnya. Sebaliknya, ia mengandalkan aktivitas berkebun sebagai rutinitas utama. Dalam wawancara dengan majalah Grazia, Hall menyatakan ketidaksukaannya pada gym karena menurutnya latihan di sana hanya untuk kepuasan diri yang sia-sia. "Saya tidak suka pergi ke gym di mana Anda berolahraga tanpa manfaat selain kesombongan. Jika Anda berkebun, Anda menciptakan sesuatu yang indah," ujarnya.
Pernyataan Hall ini bukan sekadar tips kebugaran biasa. Di tengah tekanan industri hiburan yang sering menuntut penampilan sempurna, ia justru memilih jalan berbeda. Ia mengaku jarang berdiet, tetapi menggunakan sepasang jeans lama sebagai patokan ukuran tubuh. Jika jeans tersebut tidak bisa dikancing, ia akan mengurangi konsumsi pasta favoritnya untuk beberapa hari. "Ketika Anda tidak bisa menutupnya, Anda perlu mengurangi pasta selama beberapa hari!" katanya.
Lebih jauh, Hall dikenal vokal menolak operasi plastik. Ia pernah menyatakan lebih baik pensiun daripada harus menjalani prosedur kosmetik. Menurutnya, beberapa perempuan di dunia hiburan yang melakukan operasi plastik justru terlihat menakutkan. "Mari kita akui, operasi plastik tidak sempurna. Lihat foto-foto di Oscar. Lihat para wanitanya! Mereka terlihat menakutkan," ujarnya kepada Vogue. Ia menambahkan bahwa beberapa orang mungkin melakukannya untuk karier, tetapi baginya lebih baik pensiun.
Hall juga menegaskan bahwa ia tidak ingin mengubah penampilannya dengan Botox atau filler karena tidak ingin menakuti cucu-cucunya. "Saya pikir kita seharusnya diizinkan terlihat berusia 70. Mengapa tidak? Mengapa kita harus berusaha terlihat 50? Anda ingin terlihat 70 yang baik. Apa salahnya keriput? Saya punya banyak keriput, tapi saya tidak keberatan. Saya berusia 70, saya seharusnya memiliki keriput. Saya tidak ingin terlihat aneh, saya tidak ingin menakuti cucu saya," tegasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa ia bergantung pada dermatolog atau dokter untuk menjaga penampilannya. "Tidak. Saya tidak pergi ke dokter. Tidak pernah! Saya pikir obat-obatan buruk bagi Anda. Saya tidak ingin menemukan sesuatu yang salah pada diri saya," ujarnya.
Pandangan Hall ini mencerminkan tren yang berkembang di masyarakat global, termasuk Indonesia, tentang penuaan sehat dan penerimaan diri. Di Indonesia, industri kecantikan dan perawatan anti-penuaan terus tumbuh, dengan banyak produk dan klinik menawarkan berbagai prosedur. Namun, kesadaran akan bahaya operasi plastik sembarangan dan pentingnya gaya hidup alami juga meningkat. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan risiko prosedur kosmetik yang tidak aman.
Selain itu, aktivitas berkebun yang dipilih Hall dapat menjadi inspirasi di Indonesia, di mana berkebun telah menjadi hobi populer selama pandemi. Selain menyehatkan fisik, berkebun juga memberikan manfaat mental. Sebuah studi dari Universitas Indonesia pada 2021 menemukan bahwa berkebun dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Dengan gaya hidupnya yang sederhana namun tegas, Jerry Hall menantang norma industri yang sering kali menuntut penampilan awet muda. Ia membuktikan bahwa menjadi tua dengan alami bisa tetap anggun dan bermakna. Pertanyaannya, akankah semakin banyak publik figur Indonesia yang mengikuti jejaknya untuk menolak tekanan standar kecantikan yang tidak realistis?


