NEAR Intents Bekukan Dana Curian Bitget, Uji Batas Klaim 'Permissionless'
Baca dalam 60 detik
- Peretas Bitget mencoba memindahkan lebih dari $50 juta melalui NEAR Intents, namun sistem SHIELD menahan sebagian besar dana.
- Insiden ini memicu perdebatan: apakah layanan yang bisa membekukan aset layak menyandang label permissionless?
- Langkah NEAR Intents berbeda dengan THORChain yang menolak memblokir alamat peretas, menandai pergeseran sikap di industri DeFi.

Platform pertukaran aset lintas rantai NEAR Intents berhasil menggagalkan upaya perpindahan dana hasil peretasan bursa Bitget senilai lebih dari $50 juta. Sistem keamanan internal mereka, SHIELD, mendeteksi dan membekukan sebagian besar transfer, menandai intervensi langka di ekosistem keuangan terdesentralisasi yang biasanya menjunjung tinggi netralitas.
Menurut laporan dari manajer umum NEAR Intents, Alex Shevchenko, peretas yang sebelumnya menguras $388 juta dari Bitget pekan lalu berusaha mencairkan dana curian melalui protokol mereka. Dari total upaya tersebut, sekitar $503.000 berhasil dibekukan di tengah transaksi, sementara $166.000 lolos. Shevchenko menekankan bahwa angka $50 juta mencerminkan nilai transaksi yang dicoba, bukan dana yang berhasil diselamatkan. Ia juga menyebut estimasi ini bisa berbeda hingga 10% karena adanya upaya ganda yang dihapus dari perhitungan.
Langkah NEAR Intents ini kontras dengan sikap THORChain, yang hingga kini menolak permintaan Bitget untuk memblokir alamat peretas. THORChain berargumen bahwa kontrol darurat mereka hanya untuk melindungi protokol, bukan untuk membekukan dana secara selektif. Perbedaan pendekatan ini menyoroti perdebatan yang lebih luas di industri kripto: sejauh mana platform terdesentralisasi boleh campur tangan dalam aliran dana yang dicurigai ilegal.
"NEAR Intents rutin memproses volume perdagangan lintas rantai lebih dari $100 juta per hari. Namun dalam kasus ini, hanya sebagian kecil dana hasil hack yang mengalir melalui kami," ujar Shevchenko. Ia menjelaskan bahwa SHIELD secara otomatis mendeteksi penyimpangan arus dana dengan mengumpulkan sinyal dari penyedia intelijen, peneliti independen, dan pelaku industri terpusat.
Insiden ini memunculkan pertanyaan kritis tentang definisi "permissionless". Vini Barbosa, seorang penulis teknis di Ramp Labs, mengkritik label tersebut. "Permissionless berarti netral. Itulah inti dari membangun sesuatu yang 'permissionless'," tulisnya di X. Ia menambahkan bahwa produk tersebut tetap berguna, tetapi memperingatkan bahwa pembatasan terhadap pengguna yang dianggap melanggar hukum bisa berdampak pada mereka yang menentang represi pemerintah.
Sementara itu, salah satu pendiri NEAR, Illia Polosukhin, membela tindakan protokolnya. "Permissionless berarti tidak ada yang membutuhkan izin untuk memiliki dan mentransfer aset, atau menyebarkan kontrak di NEAR," jelasnya. "Ini tidak berarti setiap aplikasi atau penyedia likuiditas harus memproses setiap transaksi."
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi cermin penting. Dengan meningkatnya adopsi aset kripto di Tanah Air, pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab ketika dana ilegal mengalir melalui platform terdesentralisasi akan semakin sering muncul. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti perlu memperjelas kerangka hukum untuk situasi seperti ini, terutama karena banyak exchange lokal yang terhubung dengan protokol lintas rantai global. Langkah NEAR Intents menunjukkan bahwa bahkan platform yang mengklaim tanpa izin pun dapat bertindak sebagai penjaga gerbang, yang bisa menjadi preseden baik untuk penegakan hukum, namun juga menimbulkan kekhawatiran tentang sensor.
Ke depan, mata akan tertuju pada bagaimana NEAR Intents melepaskan dana yang dibekukan dan apakah proses hukum yang mereka janjikan akan transparan. Shevchenko telah meminta Bitget untuk menghubungi mereka melalui saluran hukum dan penegakan hukum, serta menawarkan untuk melepaskan hak atas hadiah pemulihan. Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan siapa yang berwenang mengizinkan pelepasan dana atau bagaimana pengguna yang salah ditandai bisa mendapatkan kembali aset mereka. Ini akan menjadi ujian bagi klaim "permissionless dengan batasan" yang mereka usung.



