Casey Affleck Buka-bukaan soal Alasan Pilih Keluarga Jadi Lawan Main di Film Company
Baca dalam 60 detik
- Casey Affleck mengungkapkan preferensinya untuk melibatkan keluarga dan sahabat dalam proyek film terbarunya, Company.
- Aktor berusia 51 tahun itu menilai kolaborasi dengan orang terdekat menciptakan pengalaman profesional yang lebih memuaskan.
- Keputusan ini dinilai dapat mengubah cara pandang industri terhadap dinamika kerja di balik layar.

Aktor Casey Affleck mengungkapkan keinginannya untuk lebih sering bekerja sama dengan orang-orang terdekat dalam industri perfilman. Dalam sebuah sesi di Zurich Film Festival, ia menyatakan bahwa keterlibatan keluarga dan sahabat dalam proyek film terbarunya, Company, telah memberinya pengalaman yang jauh lebih berarti dibandingkan bekerja dengan rekan profesional semata.
Affleck, yang kini berusia 51 tahun, mengungkapkan bahwa pasangannya, Caylee Cowan, ibunya, Chris, serta kedua putranya, Indiana (22) dan Atticus (18), turut ambil bagian dalam film tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkaya proses kreatif. "Saya lebih memilih bekerja dengan orang-orang yang saya cintai. Saya sangat merekomendasikannya," ujarnya.
Meski demikian, Affleck mengakui bahwa tidak semua anggota keluarganya langsung antusias dengan tawaran tersebut. Ia menceritakan bagaimana putranya, Atticus, awalnya enggan terlibat, tetapi akhirnya setuju karena kebetulan sedang libur musim semi. "Dia seperti sedang memberi saya bantuan. Anehnya, dia mengikuti semua arahan saya tanpa membantah, yang tidak biasa dalam hubungan kami," tambahnya sambil tersenyum.
Dalam kesempatan yang sama, Affleck juga memuji kakaknya, Ben Affleck, yang dinilainya cerdas dalam memilih proyek film. "Ben tahu cara membuat filmnya sukses tanpa harus merendahkan selera penonton. Saya sering mendengar dia berkata, 'Saya punya ide, tapi saya tidak yakin akan menyukainya.' Bukan 'Saya punya ide, tapi saya tidak yakin bisa menjualnya,'" jelasnya.
Menariknya, meskipun Company sudah diputar perdana, Affleck mengaku belum sepenuhnya menyelesaikan film tersebut. Ia berpendapat bahwa festival film bisa menjadi ajang untuk mendapatkan masukan sebelum finalisasi. "Sebagai sutradara, menampilkan karya yang masih dalam proses itu menakutkan, tapi ada beberapa hal yang ingin saya ubah," ungkapnya.
"Mereka luar biasa, dan ini menjadi pengalaman profesional terbaik dalam hidup saya karena saya bisa bekerja setiap hari bersama anak-anak saya. Saya akan melakukannya lagi jika bisa," ujar Affleck saat konferensi pers di Venice Film Festival.
Keputusan Affleck untuk melibatkan keluarga dalam produksi film bukanlah hal yang umum di Hollywood, di mana batas antara kehidupan pribadi dan profesional sering kali dijaga ketat. Langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa model kolaborasi keluarga semakin diterima, terutama di tengah meningkatnya produksi film independen yang mengutamakan kedekatan emosional.
Bagi industri film Indonesia, fenomena ini bisa menjadi inspirasi. Beberapa sineas Tanah Air juga mulai melibatkan anggota keluarga dalam proyek mereka, meskipun belum sebanyak di Barat. Dengan semakin terbukanya pasar digital dan platform streaming, peluang untuk mengeksplorasi dinamika keluarga dalam film menjadi lebih besar.
Ke depan, apakah tren ini akan diikuti oleh lebih banyak pembuat film global? Atau justru sebaliknya, profesionalisme tetap menjadi prioritas utama? Yang jelas, bagi Casey Affleck, bekerja dengan orang tercinta telah membuka babak baru dalam kariernya.



