Persib Pinjamkan Dua Talenta Muda ke PSGC Ciamis, Strategi Baru Menuju Liga 1
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung resmi meminjamkan Athaya Zahran dan Kevin Muhammad Islami Pasha ke PSGC Ciamis untuk menambah jam terbang.
- Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan pemain muda sekaligus memperkuat klub satelit Persib.
- Manajemen berharap kedua pemain dapat kembali dengan pengalaman berharga untuk memperkuat tim di masa depan.

Persib Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan pemain muda dengan meminjamkan dua talenta berusia 20 tahun, Athaya Zahran dan Kevin Muhammad Islami Pasha, ke PSGC Ciamis. Keputusan ini diambil untuk memberikan keduanya menit bermain reguler yang selama ini sulit didapat di tim utama.
Langkah tersebut bukan sekadar transfer biasa. PSGC Ciamis yang berstatus sebagai klub satelit Persib menjadi tujuan ideal untuk mengasah kemampuan para pemain muda. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa peminjaman ini adalah hasil diskusi matang antara manajemen, tim pelatih, PSGC, dan pemain itu sendiri. "Keputusan ini bertujuan memberikan kesempatan pemain muda mendapatkan menit bermain dan pengalaman bertanding yang lebih banyak," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).
Bagi Persib, ini adalah investasi jangka panjang. Klub berjuluk Maung Bandung itu ingin memastikan setiap pemain muda mendapatkan lingkungan kompetitif yang tepat. Adhitia menambahkan bahwa pengalaman bermain secara reguler akan meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman taktis para pemain. "Kami akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi pemain-pemain muda untuk berkembang sesuai dengan tahapan kariernya," lanjutnya.
"Yang terpenting adalah memastikan mereka mendapatkan lingkungan dan pengalaman yang tepat untuk terus bertumbuh." - Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat
Keputusan ini juga sejalan dengan kebutuhan PSGC Ciamis yang tengah membangun skuad kompetitif. Dengan status sebagai klub satelit, PSGC tidak hanya mendapatkan pemain berkualitas, tetapi juga terikat dalam ekosistem pengembangan Persib. Kerja sama semacam ini kian lazim di sepak bola Indonesia, di mana klub besar meminjamkan pemain mudanya ke klub kecil untuk mempercepat maturasi.
Meski dipinjamkan, Persib tidak akan melepas begitu saja. Manajemen akan terus memantau perkembangan Athaya dan Kevin selama berseragam PSGC. Harapannya, keduanya kembali dengan bekal pengalaman berharga dan siap bersaing di tim utama pada musim-musim berikutnya. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Persib serius membangun fondasi dari akademi, bukan sekadar belanja pemain jadi.
Ke depan, keberhasilan skema peminjaman ini akan menjadi tolok ukur bagi kebijakan serupa. Jika Athaya dan Kevin mampu menunjukkan performa impresif di PSGC, bukan tidak mungkin mereka menjadi tulang punggung Persib di masa depan. Sebaliknya, jika gagal, manajemen perlu mengevaluasi pendekatan pengembangan pemain muda. Bagaimana pun, sepak bola Indonesia membutuhkan lebih banyak klub yang berani memberi kesempatan kepada generasi muda.



