Nikon Z5IIC Resmi Meluncur: Full-Frame Ringkas Tanpa Viewfinder, Tantang Sony A7C II dan Lumix S9
Baca dalam 60 detik
- Nikon memperkenalkan Z5IIC, kamera mirrorless full-frame ringkas yang menyasar kreator konten dengan harga mulai £1.349.
- Kamera ini mengorbankan viewfinder demi bodi mungil, tetapi mempertahankan sensor 24,5 MP, prosesor EXPEED 7, dan perekaman 4K 60fps.
- Peluncuran ini menandai persaingan ketat di segmen kamera kompak full-frame yang kian diminati di Indonesia seiring tumbuhnya industri kreatif digital.

Nikon resmi memperkenalkan Z5IIC, kamera mirrorless full-frame terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kreator konten akan perangkat ringkas tanpa mengorbankan kualitas gambar. Langkah ini menempatkan Nikon bersaing langsung dengan Panasonic Lumix S9 dan Sony A7C II di segmen kamera kompak full-frame yang semakin panas.
Z5IIC hadir dengan sensor full-frame 24,5 megapiksel yang sama seperti yang digunakan pada Nikon Z5II, dipadukan dengan prosesor gambar EXPEED 7. Meski bodinya lebih mungil, Nikon tetap menyematkan rangka magnesium alloy dan segel anti debu serta tahan cuaca, sehingga kamera ini tetap tangguh untuk pemotretan di kondisi menantang. Namun, ada konsekuensi dari desain ringkas: tidak adanya viewfinder elektronik. Sebagai gantinya, layar vari-angle sentuh menjadi alat utama untuk membidik dan mengontrol pengaturan.
Dari sisi autofokus, Z5IIC mampu mendeteksi beragam subjek, mulai dari manusia, hewan peliharaan, kendaraan, burung, hingga ikan—sebuah tambahan yang jarang ditemui di kamera sekelasnya. Sistem stabilisasi gambar di dalam bodi (IBIS) menawarkan kompensasi hingga 7,5 stop, memungkinkan pemotretan handheld dengan kecepatan rana rendah tetap tajam. Rentang ISO yang luas hingga 64.000 dan kecepatan burst 14 fps melengkapi kemampuan fotografi aksi. Nikon juga menyertakan 15 mode pemandangan dan opsi film grain untuk memberikan sentuhan analog pada hasil jepretan.
Untuk kebutuhan video, Z5IIC mendukung perekaman 4K hingga 60fps dan perekaman N-RAW, memberi ruang lebih luas bagi editor dalam pascaproduksi. Kamera ini tersedia dalam dua pilihan warna: hitam penuh atau silver pada bagian atas yang menghadirkan nuansa klasik. Harga body Z5IIC dibanderol mulai £1.349 (sekitar €1.649), dengan berbagai paket lensa. Rencananya, kamera ini akan mulai dijual pada 15 Oktober mendatang.
Langkah Nikon ini mencerminkan pergeseran permintaan pasar. Fotografer dan kreator konten kian mencari kamera yang lebih dari sekadar ponsel—sesuatu yang menawarkan kualitas, kendali, dan fleksibilitas sistem lensa. Kebangkitan kamera kompak dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal bahwa pasar tidak lagi hanya dikuasai smartphone. Z5IIC menyasar ceruk tersebut, terutama bagi mereka yang menginginkan hasil profesional tanpa harus membawa peralatan berat.
"Kamera ini dirancang untuk segmen kreator, dengan pendekatan ramah pemula namun tetap bertenaga," ujar perwakilan Nikon dalam pengumumannya.
Di Indonesia, tren serupa juga terlihat. Industri konten digital Tanah Air tumbuh pesat, didorong oleh meningkatnya jumlah YouTuber, influencer, dan pelaku UMKM yang memanfaatkan video untuk promosi. Kehadiran kamera full-frame ringkas seperti Z5IIC berpotensi menarik minat kreator lokal yang ingin meningkatkan kualitas produksi tanpa harus berinvestasi pada kamera besar. Namun, harga yang dibanderol sekitar Rp27 juta (berdasarkan kurs saat ini) bisa menjadi pertimbangan tersendiri, terutama dengan adanya alternatif dari Sony dan Panasonic yang lebih dulu hadir.
Persaingan di segmen ini diprediksi semakin ketat. Sony A7C II menawarkan viewfinder elektronik yang absen di Z5IIC, sementara Panasonic Lumix S9 lebih ringkas dan berfokus pada video. Nikon tampaknya bertaruh pada kombinasi sensor full-frame, ketahanan bodi, dan ekosistem lensa Z yang terus berkembang. Pertanyaannya, apakah kreator Indonesia akan melirik Z5IIC sebagai kamera utama, atau justru memilih opsi yang lebih mapan? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: pilihan bagi konsumen semakin beragam.



