Duel Hukum Warisan Chadwick Boseman: Janda Bintang Black Panther Lawan Klaim Keluarga
Baca dalam 60 detik
- Taylor Simone Ledward menolak tuduhan penyalahgunaan aset warisan suaminya, Chadwick Boseman, dan menyebut gugatan keluarga sebagai taktik pencitraan.
- Sengketa properti senilai jutaan dolar ini mencuat setelah empat tahun perintah pengadilan 2022 belum tuntas, dengan tuduhan distribusi aset yang belum rampung.
- Kasus ini berpotensi mencemari warisan budaya Boseman dan menyoroti pentingnya perencanaan warisan bagi publik figur.

Taylor Simone Ledward, janda mendiang aktor Chadwick Boseman, menolak keras tuduhan bahwa dirinya telah menyalahgunakan aset warisan suaminya yang bernilai jutaan dolar. Dalam dokumen pengadilan yang diajukan di Los Angeles, ia menyebut gugatan yang dilayangkan kakak iparnya sebagai "taktik hubungan masyarakat" untuk mencemarkan namanya.
Perseteruan ini mencuat setelah Derrick dan Kevin Boseman, kakak kandung Chadwick, mengajukan petisi pada Juli lalu yang meminta pengadilan mencopot Taylor dari posisinya sebagai administrator warisan. Mereka menuding Taylor gagal menuntaskan distribusi aset sesuai perintah probat tahun 2022. Namun, Taylor membantah dan menegaskan bahwa hampir seluruh aset telah disalurkan, kecuali satu rekening yang terhambat oleh tindakan hukum pihak lawan.
Dalam berkas yang diperoleh US Weekly, pengacara Taylor, Adam Streisand, menyatakan bahwa kliennya tidak hanya mematuhi perintah pengadilan, tetapi juga melampaui kewajibannya berkat kemurahan hati yang luar biasa. "Simone telah bertindak transparan dan berkonsultasi dengan para pemohon di setiap langkah penting, tanpa kewajiban apa pun," ujar Streisand. Ia menambahkan bahwa tuduhan persembunyian dan salah kelola tidak memiliki dasar yang kuat.
Chadwick Boseman meninggal dunia pada 2020 di usia 43 tahun akibat kanker usus besar tanpa meninggalkan wasiat. Berdasarkan hukum waris California, istrinya dan kedua orang tuanya menjadi ahli waris sah. Namun, karena tidak ada wasiat, proses distribusi aset menjadi rumit dan memicu sengketa berkepanjangan. Hingga kini, sekitar $300.000 dari pembayaran residual SAG-AFTRA telah diterima dan dibagi sesuai porsi yang ditetapkan.
"Ini adalah cara keluarga membalasnya: petisi penuh kebohongan di bawah sumpah, yang dengan sengaja digunakan sebagai taktik hubungan masyarakat untuk mencemarkan Simone di media tabloid," tulis Streisand dalam dokumen pengadilan.
Perseteruan ini muncul di tengah kembali mencuatnya perhatian pada warisan seni Boseman. Drama berjudul Deep Azure yang ia tulis pada 2005 baru-baru ini dipentaskan di Sam Wanamaker Playhouse, Shakespeare's Globe, London, dan diperpanjang dua minggu setelah pembukaan. Taylor juga telah mendirikan Chadwick Boseman Foundation for the Arts dan menurut dokumen pengadilan, telah mendapatkan kesepakatan untuk film dokumenter tentang warisan suaminya.
Bagi publik Indonesia, kasus ini menjadi cermin betapa pentingnya perencanaan warisan, terutama bagi figur publik dengan aset kompleks. Di Indonesia, sengketa warisan tanpa wasiat sering kali berujung pada perpecahan keluarga, seperti yang terjadi pada beberapa artis tanah air. Kejadian ini juga mengingatkan bahwa warisan tidak hanya soal materi, tetapi juga reputasi dan nilai budaya yang ditinggalkan.
Ke depan, pengadilan akan memutuskan apakah Taylor tetap menjadi administrator atau digantikan. Terlepas dari hasilnya, kasus ini menunjukkan bahwa bahkan setelah kematian, konflik keluarga dapat mengancam warisan seorang ikon. Akankah penyelesaian damai tercapai, atau justru memperuncing perpecahan yang sudah ada?



