Blok M Bangkit: Strategi MRT Jakarta Mengubah Lorong Mati Suri Jadi Pusat Ekonomi Baru
Baca dalam 60 detik
- MRT Jakarta mengubah kawasan Blok M yang sempat terbengkalai menjadi Blok M Hub dengan 25.000 pengunjung harian dan 242 tenant.
- Keberhasilan revitalisasi ini menunjukkan potensi Transit-Oriented Development (TOD) dalam menggerakkan ekonomi lokal dan UMKM.
- Model pengelolaan Blok M Hub dapat menjadi cetak biru bagi pengembangan kawasan serupa di kota-kota lain di Indonesia.

Kawasan Blok M di Jakarta Selatan yang sempat kehilangan pamor selama bertahun-tahun kini kembali menjadi pusat keramaian berkat transformasi yang dilakukan PT MRT Jakarta (Perseroda). Lorong bawah tanah yang dulu sepi dan kurang terawat disulap menjadi Blok M Hub, sebuah ruang publik terintegrasi yang menghubungkan Terminal Bus Blok M dengan Stasiun MRT Blok M.
Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. Sejak awal 2025, MRT Jakarta mendapat penugasan melalui program 100 hari Gubernur DKI Jakarta untuk mengelola kawasan tersebut. Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, M. Iqbal Bimo Arifianto, mengenang kondisi awal kawasan itu yang jauh dari kata layak. "Bagaimana kotornya, lalu tidak terawatnya," ujarnya dalam sesi MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Kini, Blok M Hub mencatat sekitar 25.000 pengunjung harian dengan lebih dari 242 tenant, mayoritas UMKM kuliner yang resmi berpindah sejak akhir tahun 2025. Nama kawasan pun berubah menjadi Blok M Hub Gojek setelah perusahaan ride-hailing tersebut membeli hak penamaan (naming rights). Bimo menegaskan bahwa pekerjaan MRT Jakarta bukan sekadar memastikan fasilitas berfungsi, tetapi juga menghadirkan aktivasi, tenant, komunitas, dan berbagai bentuk engagement.
Keberhasilan Blok M Hub menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan berbasis transit (Transit-Oriented Development/TOD) dapat menggerakkan roda ekonomi lokal. Bagi investor dan pelaku usaha, kawasan ini menawarkan peluang emas untuk menangkap lonjakan kunjungan. Namun, tantangan tetap ada: menjaga konsistensi pengelolaan agar tidak kembali terpuruk seperti masa lalu.
"Bagaimana kita mengembalikan masa kejayaannya ini seperti dulu, pada saat mungkin tahun 90-an atau tadi di 2000-an?" โ M. Iqbal Bimo Arifianto, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta.
Bagi pembaca di Indonesia, kisah Blok M memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, operator transportasi publik, dan sektor swasta. Model ini dapat direplikasi di kota-kota lain yang memiliki aset terbengkalai di sekitar simpul transportasi. Dengan pendekatan yang tepat, ruang mati bisa berubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Ke depan, MRT Jakarta berencana memperluas konsep serupa ke kawasan lain di sepanjang jalur MRT. Pertanyaannya, mampukah Blok M Hub mempertahankan momentum dan menjadi katalis bagi kebangkitan kawasan urban lainnya di Indonesia?



