Xbox Bantah Keluhkan Pre-order GTA 6, Klaim Pangsa Pasar Sesuai Konsol
Baca dalam 60 detik
- Xbox menegaskan tidak ada kekhawatiran soal dominasi pre-order GTA 6 di PS5, menyebut capaian tersebut justru memecahkan rekor internal.
- Data Sensor Tower menunjukkan PS5 menguasai 77% pre-order dengan 4,35 juta kopi, sementara Xbox hanya 23% atau 1,3 juta unit.
- Peluncuran GTA 6 pada 19 November mendatang berpotensi mengubah peta penjualan konsol dan strategi pemasaran di pasar global, termasuk Indonesia.

Jelang peluncuran Grand Theft Auto 6 (GTA 6) yang tinggal menghitung minggu, perdebatan soal angka pre-order mencuat. Xbox melalui Chief Strategy Officer Matthew Ball membantah laporan yang menyebut Microsoft tidak senang dengan capaian pre-order game tersebut. Ball menegaskan pihaknya justru puas karena GTA 6 mencetak rekor baru untuk platform Xbox.
Data dari pelacak penjualan Sensor Tower menunjukkan ketimpangan mencolok: pre-order GTA 6 di PlayStation 5 mencapai 77% atau sekitar 4,35 juta kopi, setara pendapatan US$426 juta. Sementara Xbox Series X|S hanya mengantongi 23% pangsa, atau 1,3 juta unit dengan nilai US$128 juta. Rasio ini lebih dari 3:1 untuk keunggulan Sony.
Menanggapi angka tersebut, Ball melalui akun X pribadinya menulis, "Kami sangat senang dengan pre-order GTA 6. Judul ini memecahkan rekor untuk Xbox, kami memperkirakan lebih banyak rekor akan tercipta sepanjang musim gugur, dan analisis internal kami menunjukkan pangsa pre-order kami sejalan dengan pangsa pasar konsol kami." Ia merespons cuitan yang menyebut ada ketidakpuasan di internal Microsoft.
"Kami sangat senang dengan pre-order GTA 6. Judul ini memecahkan rekor untuk Xbox... pangsa pre-order kami sejalan dengan pangsa pasar konsol kami." โ Matthew Ball, Chief Strategy Officer Xbox
Argumen Ball soal kesesuaian pangsa pasar memiliki dasar. Basis instalasi PS5 memang jauh lebih besar ketimbang Xbox Series X|S. Namun, sebagian warganet meragukan pernyataan itu, terutama setelah gelombang PHK besar-besaran di Xbox beberapa hari sebelumnya, yang berdampak pada Halo Studios dan pengalihan kendali waralaba Halo ke Activision.
Di sisi lain, mesin promosi GTA 6 terus berjalan. Kampanye pemasaran di Miami, Florida, mengajak pengunjung menjelajahi Vice City. Antusiasme gamer pun meningkat, dengan banyak yang berencana mengambil cuti kerja saat game dirilis. Fenomena ini menunjukkan GTA 6 bukan sekadar produk hiburan, melainkan peristiwa budaya yang menggerakkan berbagai sektor.
Bagi pasar Indonesia, peluncuran GTA 6 dapat menjadi katalis penjualan konsol dan aksesori gaming. Meski Xbox tidak resmi dipasarkan secara luas di Indonesia, dominasi PlayStation di Tanah Air sudah lama terbentuk. Kehadiran GTA 6 berpotensi memperkuat posisi PS5 sebagai konsol utama, sekaligus mendorong penjualan fisik dan digital game di ritel lokal. Namun, harga jual yang tinggi dan kebutuhan penyimpanan besar bisa menjadi tantangan tersendiri bagi konsumen.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya soal siapa yang menang dalam pre-order, tetapi bagaimana distribusi game dan layanan berlangganan akan beradaptasi dengan lonjakan permintaan. Apakah Xbox mampu memanfaatkan momen ini untuk memperluas basis penggemar di Asia Tenggara, atau justru semakin tertinggal dari Sony? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: GTA 6 telah mengubah lanskap industri game bahkan sebelum dirilis.



