Leica Perkuat Ekosistem iPhone: Lux 2.0 dan Grip Silver Meluncur, Harga Rp6,3 Juta
Baca dalam 60 detik
- Leica merilis pembaruan Lux 2.0 untuk aplikasi kamera iPhone, menghadirkan antarmuka galeri dari Leica Fotos dan profil warna Artist Look kolaborasi dengan Steve McCurry.
- Grip Lux versi silver dijual $395 (โฌ300) sudah termasuk langganan Lux Pro satu tahun, sementara casing kulit untuk iPhone 18 Pro dibanderol $95.
- Langkah ini menegaskan strategi Leica memperluas pengaruh di segmen fotografi mobile, bersaing dengan aplikasi kamera pihak ketiga dan aksesori premium lainnya.

Leica resmi mengumumkan pembaruan besar untuk aplikasi kamera iPhone mereka, Leica Lux 2.0, yang akan tersedia di App Store awal Oktober mendatang. Pembaruan ini menghadirkan antarmuka galeri yang identik dengan aplikasi Leica Fotos, serta profil warna Artist Look terbaru hasil kolaborasi dengan fotografer legendaris Steve McCurry. Bersamaan dengan itu, Leica juga meluncurkan Grip Lux versi silver dan casing kulit untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max.
Lux 2.0 menjadi pembaruan paling signifikan sejak aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada 2024. Selain menyatukan tata letak galeri dengan Leica Fotos, antarmuka aplikasi didesain ulang dengan ikon yang terinspirasi dari kamera klasik Leica. Fitur baru mencakup filmstrip untuk memilih gambar dari tampilan detail, multi-select di tampilan grid, serta kemampuan membuka foto langsung ke Capture One atau Adobe Lightroom, di samping opsi Darkroom yang sudah ada. Aplikasi tetap menawarkan simulasi lensa Leica dan kontrol manual atas pengaturan kamera.
Steve McCurry Artist Look merupakan profil warna dan tonal yang dikembangkan bersama fotografer yang dikenal lewat potret ikonik "Afghan Girl" (1985). Ini menyusul kolaborasi Artist Looks sebelumnya dengan fotografer Greg Williams. Leica menegaskan bahwa Artist Looks tidak dimaksudkan untuk mereplikasi karya fotografer, melainkan memberikan titik awal bagi pengguna untuk mengembangkan gaya mereka sendiri.
Grip Lux versi silver hadir setelah model hitam yang diluncurkan Februari 2025. Secara fungsional identik, perangkat ini menempel pada iPhone via MagSafe dan menyediakan tombol rana dua tahap, roda pengaturan, serta dua tombol fungsi yang dapat disesuaikan. Baterai internalnya diklaim mampu mengambil 1.000 bidikan dan diisi melalui USB-C. Grip kompatibel dengan iPhone 12 dan model setelahnya. Casing kulit hitam untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max memiliki tombol kamera terintegrasi, bukan lubang terbuka, yang menurut Leica membuat casing lebih kokoh dan tombol lebih andal.
"Artist Looks bukan untuk meniru karya fotografer, tetapi memberi titik awal bagi pengguna untuk mengembangkan gaya mereka sendiri," jelas Leica dalam pengumumannya.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Lux 2.0 dan aksesori Leica ini menawarkan opsi baru bagi penggemar fotografi mobile yang menginginkan sentuhan kamera tradisional. Dengan harga Grip sekitar Rp6,3 juta (kurs Rp16.000), perangkat ini menyasar segmen premium yang sudah terbiasa dengan ekosistem Apple. Sementara itu, aplikasi Lux 2.0 gratis diunduh, namun akses penuh ke fitur memerlukan langganan Lux Pro sebesar $70 per tahun (sekitar Rp1,1 juta). Kehadiran casing khusus iPhone 18 Pro juga mengisyaratkan bahwa Leica serius menggarap pasar pengguna iPhone terbaru, yang biasanya lebih cepat mengadopsi teknologi baru.
Langkah Leica ini mempertegas persaingan di ranah fotografi komputasional. Aplikasi pihak ketiga seperti Halide, ProCam, dan bahkan aplikasi bawaan Apple terus berinovasi. Namun, Leica menawarkan nilai jual unik: warisan optik dan estetika yang diakui secara global. Kolaborasi dengan Steve McCurry menjadi magnet tersendiri bagi fotografer yang mengagumi gaya dokumenter humanis. Di sisi lain, harga aksesori yang tinggi bisa menjadi penghalang bagi sebagian pengguna, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah Leica akan memperluas dukungan untuk perangkat Android, mengingat pangsa pasar global yang besar. Selain itu, apakah model langganan tahunan ini akan bertahan di tengah tren aplikasi fotografi sekali beli? Yang jelas, Leica terus membangun ekosistem yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan komunitas fotografer. Bagi konsumen Indonesia, keputusan membeli akan sangat bergantung pada seberapa besar nilai yang dirasakan dari fitur eksklusif dan prestise merek.



