Marvel Sisipkan 4 Adegan Baru di Endgame Encore, Jembatan Menuju Doomsday
Baca dalam 60 detik
- Marvel merilis ulang Avengers: Endgame dengan tambahan empat menit footage yang menjembatani cerita ke Avengers: Doomsday.
- Adegan baru menampilkan Loki versi TVA menemui Steve Rogers, serta Bruce Banner yang berhadapan dengan Doctor Doom di kompleks bawah tanah.
- Rilis ulang ini menjadi strategi Marvel menjaga momentum waralaba sebelum Doomsday tayang 18 Desember mendatang.

Marvel kembali menarik penonton ke bioskop lewat perilisan ulang Avengers: Endgame bertajuk Endgame Encore, yang membawa empat menit materi tambahan berisi empat adegan baru. Cuplikan tersebut bukan sekadar bonus nostalgia, melainkan jembatan naratif menuju Avengers: Doomsday yang dijadwalkan tayang 18 Desember mendatang.
Langkah ini menandai pola baru Marvel dalam mengelola waralabanya. Alih-alih membiarkan penonton menunggu tanpa konten di antara dua film besar, studio memilih merilis ulang film lama dengan tambahan adegan yang difilmkan bersamaan dengan produksi Doomsday. Penonton yang sudah menonton Endgame pada 2019 dipaksa kembali ke bioskop untuk memahami potongan cerita yang selama ini disembunyikan.
Dua adegan paling banyak dibicarakan melibatkan karakter yang sebelumnya dianggap sudah menyelesaikan arc-nya. Adegan pertama menampilkan Steve Rogers yang tengah menikmati masa pensiunnya bersama Peggy Carter, sebelum kedatangan Loki dengan seragam Time Variance Authority. Kehadiran Loki mengisyaratkan bahwa Steve akan ditarik kembali ke konflik multiverse, memperkuat spekulasi bahwa Thor akan bertemu kembali dengan saudaranya dalam Doomsday.
Adegan kedua memperlihatkan Bruce Banner yang merekam vlog dari sebuah kompleks militer bawah tanah, dua mil di bawah permukaan Bumi. Ia kemudian dihadapkan pada Doctor Doom. Kemunculan ini menyambung dengan peristiwa di Spider-Man: Brand New Day, di mana Banner menyerahkan diri untuk ditahan setelah amukan Savage Hulk yang dipicu Jean Grey.
Pertemuan Banner dengan Doom menegaskan bahwa Marvel tengah menyusun ulang peta kekuatan para pahlawannya sebelum konflik besar pecah.
Dari sisi industri, strategi rilis ulang ini bukan tanpa perhitungan. Marvel menghadapi tekanan untuk menjaga relevansi setelah fase pasca-Endgame dianggap kehilangan arah. Dengan menyisipkan adegan yang hanya bisa dipahami jika penonton menyaksikan Endgame Encore, studio menciptakan urgensi menonton di bioskop, sekaligus memanfaatkan basis penggemar lama yang ingin memahami kesinambungan cerita.
Bagi penonton Indonesia, fenomena ini berdampak langsung pada jadwal dan pengeluaran hiburan. Bioskop-bioskop besar di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lain akan kembali menayangkan Endgame Encore, membuka peluang pendapatan tambahan di tengah persaingan dengan platform streaming. Penonton yang ingin mengikuti alur Doomsday secara utuh perlu mempertimbangkan menonton versi encore ini, karena adegan-adegan tersebut tidak dijamin tersedia di layanan streaming dalam waktu dekat.
Pertanyaan yang tersisa adalah seberapa jauh Marvel akan mengandalkan strategi serupa untuk waralaba berikutnya. Jika Endgame Encore sukses secara komersial, bukan tidak mungkin studio lain mengikuti pola rilis ulang dengan tambahan adegan eksklusif, yang pada akhirnya mengubah cara penonton mengonsumsi film franchise di bioskop.



