Warga Rusun 609: Horor Adaptasi Thailand, Morgan Oey dan Ranty Maria Bersatu di Layar Lebar
Baca dalam 60 detik
- Rapi Films menggarap ulang film horor Thailand Buppah Rahtree (2003) dengan judul Warga Rusun 609, disutradarai Herwin Novianto.
- Morgan Oey dan Ranty Maria didapuk sebagai pasangan kekasih, menghadirkan dinamika romansa di tengah teror arwah.
- Film ini dijadwalkan tayang 1 Oktober 2026, bersaing di pasar horor Indonesia yang sedang bergairah.

Industri film horor Indonesia kembali kedatangan penantang baru. Rapi Films mengumumkan perilisan Warga Rusun 609, sebuah adaptasi dari film Thailand Buppah Rahtree (2003), yang akan mulai tayang di bioskop pada 1 Oktober 2026. Sutradara Herwin Novianto dipercaya mengemas ulang kisah arwah penasaran dengan sentuhan lokal, sementara Morgan Oey dan Ranty Maria didapuk sebagai pemeran utama.
Keputusan mengadaptasi judul lawas Thailand bukan tanpa alasan. Buppah Rahtree dikenal sebagai salah satu film horor paling ikonik di Asia Tenggara, dengan cerita yang menggabungkan teror dan tragedi. Di tangan Herwin, yang sebelumnya menggarap Warkop DKI Reborn dan Yowis Ben, film ini diharapkan mampu menyasar penonton muda yang haus akan horor berkualitas. Rapi Films sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam produksi film horor, seperti Pengabdi Setan dan Sebelum Iblis Menjemput.
Dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026), Ranty Maria mengaku tidak merasa terbebani dengan peran tersebut. Ia justru menyebut proyek ini sebagai pengalaman pertama yang menyenangkan. "Tuhan baik sekali karena proyek pertama saya bersama orang-orang yang membuat saya tidak merasa pressure," ujarnya. Ranty juga mengaku telah mengidolakan Morgan Oey sejak lama, sehingga chemistry di antara mereka terbangun alami. "Kak Morgan sangat humble dan banyak membantu," tambahnya.
Sementara itu, Morgan Oey memberikan bocoran tentang karakter Arka yang ia perankan. Menurutnya, Arka digambarkan sebagai sosok yang sangat mencintai Bunga, kekasihnya. "Setelah menonton, kalian pasti akan ikut mencintai Bunga," ucap Morgan. Film ini mengisahkan Bunga, seorang perempuan yang meninggal di kamar 609 sebuah rusun setelah menunggu kabar dari Arka yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri. Dalam kondisi mengandung anak Arka, Bunga kemudian meneror penghuni rusun yang berusaha mengusirnya.
Selain Morgan dan Ranty, film ini juga melibatkan sejumlah nama beken seperti Keanu Agl, Pampam, Yono Bakrie, Aming, Sarah Sechan, Indy Barends, Tanta Ginting, Galabby, Dimas Danang, Dustin Tiffany, Dian Sidik, Gita Bhebhita, Ashel, dan Riyuka Bunga. Kombinasi aktor senior dan muda ini diharapkan mampu menarik berbagai segmen penonton.
"Kebetulan buat aku sih Tuhan baik banget ya, karena project pertama aku tuh benar-benar sama orang-orang yang bikin aku jadi merasa enggak ada pressure dan syutingnya jadi enggak berasa tiba-tiba selesai," kata Ranty Maria.
Bagi pembaca Indonesia, khususnya para investor dan profesional di industri kreatif, perilisan Warga Rusun 609 menjadi indikator menariknya pasar film horor nasional. Sepanjang 2025, beberapa film horor Indonesia mencatatkan pendapatan signifikan, seperti KKN di Desa Penari dan Pengabdi Setan 2. Adaptasi dari judul asing memang bukan hal baru, namun keberhasilan Buppah Rahtree di Thailand dapat menjadi tolok ukur potensi penerimaan pasar domestik. Jika sukses, bukan tidak mungkin Rapi Films akan melirik judul Asia Tenggara lainnya untuk digarap ulang.
Di sisi lain, kehadiran film ini juga membuka peluang bagi para pekerja seni peran dan kru produksi. Industri film yang bergairah berarti lapangan kerja yang lebih luas, mulai dari aktor, penulis skenario, hingga tim efek visual. Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus mendorong pertumbuhan sektor ini, termasuk insentif pajak untuk produksi film. Dengan demikian, Warga Rusun 609 bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi kreatif yang lebih besar.
Pertanyaannya, apakah film ini mampu mengulang kesuksesan versi aslinya dan menjadi fenomena di Indonesia? Atau justru tenggelam di tengah derasnya pasokan film horor lokal? Yang jelas, persaingan di box office akan semakin ketat, dan penonton Indonesia memiliki kuasa penuh untuk menentukan nasibnya. Kita tunggu tanggal 1 Oktober 2026.



