Kartu Magic 22 Tahun Terlupakan Meledak, Harganya Naik 1.400% dalam Sehari
Baca dalam 60 detik
- Words of Worship, kartu langka dari set Onslaught 2002, melonjak dari sekitar $2 menjadi lebih dari $31 hanya dalam beberapa hari.
- Kenaikan dipicu kombinasi dengan Niv-Mizzet, Ghost Counsel dari set Reality Fracture yang mengubah gain life menjadi card draw masif.
- Pasokan terbatas dan usia kartu yang tua membuat pergerakan harga sangat sensitif terhadap lonjakan permintaan mendadak.

Kartu Magic: The Gathering berusia 22 tahun, Words of Worship, mendadak menjadi salah satu komoditas paling panas di pasar sekunder. Harga kartu langka dari set Onslaught (2002) itu melesat dari hanya beberapa dolar menjadi lebih dari $31 dalam kurun kurang dari sepekan, memicu perburuan di kalangan kolektor dan pemain Commander.
Data dari MTGStocks menunjukkan lonjakan dramatis: pada 22 September, harga Words of Worship menembus $19,95—naik lebih dari 330% dalam sehari—sebelum kembali melonjak ke $31,06 pada 23 September. Sebelumnya, kartu ini dijual hanya sekitar $2,08 untuk kondisi near-mint di TCGplayer pada 8 September, dan $7,69 pada 19 September. Kenaikan ini tergolong ekstrem untuk kartu yang nyaris tidak pernah menyentuh daftar staple Commander.
Pemicu utama adalah Niv-Mizzet, Ghost Counsel, salah satu komandan dari dek Multiverse Reforged dalam set Reality Fracture. Spirit Dragon berbiaya enam mana ini memungkinkan pemain membayar life setiap kali mereka mendapatkan life untuk menarik kartu sebanyak itu. Kombinasi dengan Words of Worship—yang dapat mengubah satu draw menjadi gain five life—menciptakan mesin card advantage yang efisien: satu mana bisa berubah menjadi lima kartu.
Interaksi ini semakin ganas ketika Skirge Familiar ikut bermain. Karena Words of Worship dapat diaktifkan sebagai respons terhadap resolusi draw Niv-Mizzet, pemain dapat mengulang proses: mengubah draw menjadi life, memicu Niv-Mizzet lagi, lalu mendiskard kartu ekstra untuk mana hitam, dan mengaktifkan Words of Worship kembali. Hasilnya, dek bisa menggiling seluruh library sambil terus menghasilkan kartu.
"Kartu putih kuno dengan kemampuan activated yang tampak buruk bisa berubah menjadi primadona dalam semalam—setidaknya sebagai bagian penting dari combo Commander modern," tulis analis dalam laporan pasar.
Fenomena ini bukan pertama kali terjadi di ekosistem Magic. Sebelumnya, Kasmina, Enigma Sage juga menjadi buruan setelah pemain menemukan combo mematikan dari set Reality Fracture. Hal serupa terjadi pada Sphinx of the Chimes yang kembali dilirik berkat kartu Sphinx's Approach. Pola ini menunjukkan bahwa set baru sering kali mengangkat kartu-kartu lama yang sebelumnya diabaikan.
Bagi pasar Indonesia, lonjakan harga kartu seperti Words of Worship bisa berdampak pada komunitas lokal. Toko kartu dan kolektor di Jakarta, Surabaya, dan Bandung mungkin akan melihat kenaikan permintaan untuk kartu-kartu tua dari set Onslaught, terutama yang memiliki sinergi dengan komandan baru. Namun, dengan pasokan yang terbatas dan biaya impor, harga di pasar domestik berpotensi lebih tinggi daripada harga internasional. Pemain yang ingin membangun dek Commander berbasis combo ini perlu mempertimbangkan biaya tambahan dan ketersediaan kartu.
Ke depan, apakah harga Words of Worship akan bertahan di level saat ini atau kembali turun? Sejarah menunjukkan bahwa lonjakan harga kartu Magic sering kali bersifat sementara, terutama jika combo tersebut tidak terbukti dominan di turnamen. Namun, dengan semakin banyaknya pemain yang menguji interaksi ini, permintaan bisa tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Bagi kolektor, momen seperti ini adalah pengingat bahwa kartu-kartu lama di binder bisa saja menjadi aset berharga—atau justru gelembung yang menunggu pecah.



