Roman King Akui Beban Perankan Zafran Muda di Prequel 5 Cm, Soraya Films Siapkan Revolusi Hati
Baca dalam 60 detik
- Roman King terpilih sebagai Zafran versi SMP dalam film 5 Cm Revolusi Hati, mengaku merasakan tekanan karena karakter tersebut sebelumnya dibintangi Herjunot Ali.
- Sutradara Emil Rahadi dan produser Sunil Soraya menegaskan prekuel ini mengeksplorasi masa remaja Zafran, dengan pendekatan berbeda dari film pertama.
- Film yang juga dibintangi Ali Fikry, Bima Sena, dan Olivia Morisson ini dijadwalkan tayang akhir tahun, berpotensi mengulang sukses waralaba sebelumnya.

JAKARTA โ Aktor muda Roman King resmi dipercaya memerankan Zafran versi remaja dalam film 5 Cm Revolusi Hati, prekuel dari judul legendaris 5 Cm. Dalam jumpa pers di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026), Roman mengungkapkan bahwa peran tersebut membawa tekanan tersendiri karena Zafran sebelumnya identik dengan akting Herjunot Ali.
โAda pressure sedikit karena karakter ini sudah melekat dari film pertama,โ ujar Roman. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan yang diambil dalam prekuel ini berbeda jauh dari versi sebelumnya. โFeel dan vibes-nya beda banget,โ tambahnya sambil tertawa.
Roman mengaku belum berkomunikasi langsung dengan Herjunot Ali. Namun, ia mendapat arahan dari produser Sunil Soraya agar tidak terjebak meniru penampilan seniornya. โPak Sunil bilang, ini kan prekuel, jadi cari sendiri Zafran kamu seperti apa,โ kenang Roman.
Produser Sunil Soraya menjelaskan bahwa prekuel ini akan mengupas kehidupan Zafran saat duduk di bangku SMP, termasuk dinamika persahabatan dan peristiwa yang membentuk karakternya. โIni cerita tahun terakhir SMP mereka, apa yang Zafran lakukan, bagaimana hubungan dengan sahabatnya, dan apa yang terjadi setelahnya,โ ujar Sunil.
Keputusan menghadirkan prekuel bukan tanpa alasan. Film 5 Cm yang dirilis pada 2012 silam sukses besar, tidak hanya secara komersial tetapi juga menjadi fenomena budaya populer. Novel karya Donny Dhirgantoro itu telah diadaptasi ke layar lebar dan meraup jutaan penonton. Kesuksesan tersebut membuat Soraya Intercine Films optimistis menyambut pasar yang lebih luas, terutama generasi muda yang mungkin belum menonton versi aslinya.
Bagi industri film Indonesia, langkah ini menandai tren prekuel dan spin-off yang semakin lazim. Beberapa tahun terakhir, rumah produksi besar mulai melirik pendekatan serupa untuk memperpanjang siklus hidup waralaba. Jika berhasil, 5 Cm Revolusi Hati dapat membuka jalan bagi cerita-cerita turunan lain, sekaligus memperkuat ekosistem film nasional yang tengah tumbuh pasca-pandemi.
Dari sisi penonton, kehadiran Roman King sebagai Zafran muda menawarkan perspektif baru. Alih-alih sekadar mengulang, film ini berpotensi menggali emosi dan konflik remaja yang lebih relevan dengan penonton masa kini. Namun, tantangan terbesarnya adalah memenuhi ekspektasi penggemar setia yang sudah memiliki bayangan kuat tentang Zafran versi Herjunot Ali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai tanggal pasti penayangan. Namun, jika mengacu pada pola rilis Soraya Intercine Films, kemungkinan besar film ini akan menghiasi layar bioskop pada libur akhir tahun, bersaing dengan sejumlah judul besar lainnya. Pertanyaannya, apakah 5 Cm Revolusi Hati mampu mengulang magic delapan tahun silam, atau justru tenggelam dalam bayang-bayang pendahulunya?



