Sekiro: No Defeat Rilis 2027, Berubah Jadi Serial 8 Episode
Baca dalam 60 detik
- Crunchyroll mengumumkan Sekiro: No Defeat akan tayang mulai 8 Januari 2027, bukan sebagai film melainkan serial delapan episode.
- Keputusan ini diambil setelah versi teater 107 menit mendapat sambutan baik di Jepang, dengan tambahan adegan yang tidak masuk bioskop.
- Perubahan format berpotensi memperluas jangkauan adaptasi game FromSoftware ke pasar global, termasuk Indonesia, melalui platform streaming.

Adaptasi anime dari game laris FromSoftware, Sekiro: Shadows Die Twice, dipastikan hadir dalam format berbeda dari yang semula direncanakan. Crunchyroll mengumumkan bahwa Sekiro: No Defeat akan mulai streaming pada 8 Januari 2027, namun tidak sebagai film layar lebar, melainkan sebagai serial delapan episode. Keputusan ini menandai pergeseran strategi distribusi yang jarang terjadi di industri anime, di mana versi bioskop dan versi streaming biasanya identik.
Versi yang tayang di bioskop Jepang sebelumnya berdurasi 107 menit dan mendapat perpanjangan masa tayang. Ketika hadir di platform streaming, penonton akan disuguhi versi diperluas dengan tambahan adegan yang tidak masuk dalam potongan bioskop. Produser Sekiro: No Defeat, Tetsushi Suzuki, melalui situs resmi anime tersebut, menyampaikan permohonan maaf karena tidak mengungkapkan sejak awal bahwa proyek ini sejatinya dirancang sebagai serial televisi. Ia menjelaskan bahwa keinginan kuat untuk menyajikan visual dan suara memukau di layar besar mendorong tim produksi merilis versi film sebagai pratinjau.
"Proyek ini dimulai sebagai serial TV delapan episode. Namun, seiring produksi berjalan, kami sangat ingin orang merasakan visual dan suara film yang luar biasa di layar besar terlebih dahulu, sehingga kami merilis versi edit film sebagai pratinjau," ujar Suzuki, seperti dikutip dari pernyataan yang diterjemahkan mesin. "Kami mohon maaf karena tidak memberi tahu bahwa film yang tayang saat ini adalah versi edit dan belum menginformasikan tentang serial TV. Serial TV, yang mencakup adegan dan potongan yang tidak ada di film, akan dirilis mingguan, menawarkan pengalaman dan daya tarik berbeda namun tetap berdasarkan cerita yang digambarkan di film."
Serial ini disutradarai oleh Kenichi Kutsuna untuk studio Qzil.la, dengan Shunsuke Fukui sebagai asisten sutradara, Takahiro Kishida sebagai desainer karakter, dan Shuta Hasunuma sebagai komposer. Ceritanya mengangkat latar Jepang yang terpecah menjadi banyak negara independen dalam peperangan tanpa henti. Di pusatnya terletak Ashina, tanah sakral penuh misteri kuno. Dua dekade setelah Sword Saint Isshin Ashina merebut wilayah itu dalam kudeta brutal, ancaman baru muncul dari dalam: Kementerian Dalam Negeri. Genichiro, cucu Isshin, nekat menggunakan kekuatan terlarang untuk melindungi tanah airnya. Harapan satu-satunya terletak pada seorang anak yang diculik โ Pewaris Ilahi โ dan pelindung setianya, shinobi bernama Sekiro.
Perubahan dari film ke serial bukan sekadar urusan durasi. Bagi Crunchyroll, langkah ini dapat memperpanjang keterlibatan penonton hingga dua bulan, alih-alih satu kali tonton. Model rilis mingguan juga membuka peluang diskusi komunitas yang lebih intens, mirip dengan anime musiman populer. Di sisi lain, keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi produser terhadap penonton bioskop yang mungkin merasa mendapatkan versi tidak lengkap. Namun, Suzuki menegaskan bahwa versi serial akan menawarkan pengalaman berbeda dengan tambahan adegan yang memperkaya alur.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini menjadi angin segar. Platform streaming global seperti Crunchyroll umumnya dapat diakses dari Indonesia, meski perlu berlangganan. Adaptasi game ke anime memang bukan hal baru, tetapi Sekiro memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, terbukti dari penjualan game dan diskusi aktif di forum daring. Kehadiran serial ini berpotensi mendorong pertumbuhan komunitas anime dan gaming lokal, serta membuka peluang merchandise dan event terkait. Selain itu, kesuksesan format serial dapat memengaruhi cara studio anime lain memasarkan karya mereka di pasar internasional, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara.
Dengan jadwal tayang yang masih dua tahun lagi, para penggemar memiliki waktu cukup untuk menantikan. Pertanyaannya, apakah model rilis hibrida semacam ini akan menjadi tren baru di industri anime, atau justru menimbulkan kebingungan di kalangan penonton? Yang jelas, Sekiro: No Defeat siap membawa kisah shinobi setia itu ke layar kaca dengan napas epik yang lebih panjang.



