Kucing Kaia Gerber Ditemukan, tapi Duka Keluarga Crawford-Gerber Masih Panjang
Baca dalam 60 detik
- Kucing peliharaan Kaia Gerber, Tony, hilang sembilan jam sebelum akhirnya ditemukan selamat di kawasan Hollywood Hills.
- Kekasih Kaia, Lewis Pullman, bersama sejumlah sahabat turun langsung mencari dan memasang poster di lingkungan sekitar.
- Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah kematian tragis sang kakak, Presley Gerber, yang masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kucing kesayangan model dan aktris Kaia Gerber, Tony, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat menghilang selama kurang lebih sembilan jam dari kawasan Hollywood Hills, Los Angeles. Pencarian yang melibatkan kekasih Kaia, aktor Lewis Pullman, serta sejumlah sahabat dekat itu berlangsung di tengah masa berkabung keluarga besar Crawford-Gerber yang baru saja kehilangan putra mereka, Presley Gerber.
Menurut laporan yang beredar, Tony dilaporkan hilang pada awal pekan ini. Pullman, yang menjalin hubungan dengan Kaia sejak 2025, terlihat aktif menyisir jalanan lingkungan bersama influencer Jake Shane dan fotografer sekaligus sutradara Carissa Gallo. Mereka menempelkan poster kucing hilang di sejumlah titik strategis, mencantumkan ciri-ciri Tony yang disebut pemalu dan mengenakan pelacak di lehernya. Tak lama setelah upaya itu, Tony ditemukan dalam keadaan aman.
Momen pencarian itu terekam dalam beberapa foto yang memperlihatkan Pullman dan Carissa saling merangkul. Carissa datang membawa bunga dan sebuah amplop bertuliskan nama Kaia, isyarat dukungan moral di tengah situasi keluarga yang tengah dirundung duka. Kehadiran orang-orang terdekat ini menjadi penopang emosional bagi Kaia yang dalam sepekan terakhir harus menghadapi dua tekanan sekaligus: kehilangan anggota keluarga dan hewan peliharaan yang hilang.
Kepergian Presley Gerber, 27 tahun, menjadi pukulan telak bagi keluarga. Ia dinyatakan meninggal oleh petugas medis di lokasi rehabilitasi di Santa Monica setelah polisi menerima laporan dugaan overdosis sekitar pukul 09.35 pagi. Kepolisian Santa Monica menyatakan tidak ada indikasi kejahatan dan penyelidikan masih berlanjut. Sementara itu, Departemen Pemeriksa Medis Los Angeles County menyebut hasil otopsi sudah dilakukan, namun keputusan akhir mengenai penyebab dan cara kematian ditangguhkan hingga pengujian lanjutan rampungโproses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Presley bukan nama asing di industri mode. Ia mengikuti jejak ibunya, supermodel Cindy Crawford, dan adiknya, Kaia, dengan tampil di berbagai kampanye merek ternama seperti Calvin Klein, Dolce & Gabbana, dan Celine. Puncaknya, ia pernah muncul bersama Cindy dalam iklan Pepsi yang tayang pada Super Bowl 2018. Namun di balik karier gemilang itu, Presley terang-terangan berbicara tentang pergulatan panjangnya dengan kecanduan dan kesehatan mental. Ia bahkan mendokumentasikan sebagian upaya pemulihannya di media sosial, termasuk perawatan ibogain di sebuah klinik di Meksiko awal tahun ini.
"Saya benar-benar ketakutan, dan saya tahu saya akan merasakannya lagi jika harus menghadapi hal seperti ini," tulis Presley dalam unggahannya, seraya menambahkan bahwa ia mulai menemukan jalan kembali ke dirinya sendiri.
Kaia, yang dikenal sebagai pribadi tertutup, sempat membuka suara tentang dampak perjuangan sang kakak terhadap keluarga. Dalam wawancaranya dengan Vogue sebelum Presley meninggal, ia menyebut bahwa masalah seperti itu "membuat semua orang dalam keluarga berada di titik yang sama". Ia juga memuji keterbukaan Presley yang dianggapnya sebagai guru yang mengajarkan kejujuran, berbeda dengan sikap orang tuanya yang selama ini sangat menjaga privasi. "Mencoba menutupi sesuatu hanya membuat orang merasa bahwa Anda malu padanya," ujar Kaia.
Di sisi lain, karier Kaia terus menanjak. Ia baru saja membintangi serial terbaru Ryan Murphy berjudul The Shards, adaptasi dari novel Bret Easton Ellis, yang berlatar belakang Los Angeles 1981. Presley sempat menonton proyek tersebut beberapa hari sebelum meninggal. Langkah Kaia dari dunia mode ke akting semakin kokoh dengan penampilannya di sejumlah judul seperti American Horror Stories, Babylon, dan Palm Royale.
Bagi publik Indonesia, kisah ini bukan sekadar berita selebritas internasional. Kasus Presley Gerber menyoroti betapa kompleksnya persoalan kesehatan mental dan kecanduan di kalangan anak muda, bahkan mereka yang memiliki akses ke fasilitas rehabilitasi terbaik. Di Indonesia, di mana stigma terhadap gangguan jiwa dan penyalahgunaan zat masih kuat, keterbukaan keluarga Crawford-Gerber bisa menjadi cermin tentang pentingnya dukungan sosial dan penanganan yang tidak menghakimi. Media sosial, yang kerap menjadi ruang dokumentasi pemulihan, juga bisa menjadi pedang bermata dua: memberi dukungan sekaligus tekanan tambahan.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada hasil akhir investigasi penyebab kematian Presley serta bagaimana keluarga Gerber-Crawford melanjutkan hidup setelah kehilangan. Bagi Kaia, dukungan dari Pullman dan lingkaran terdekatnya menjadi penopang sementara. Namun pertanyaan yang lebih besar tetap menggantung: sejauh mana industri hiburan dan masyarakat luas mampu menyediakan ruang aman bagi mereka yang berjuang melawan kecanduan, tanpa menunggu tragedi terjadi?



