Meta Connect 2026: Meta Pamer Empat Perangkat Sekaligus, dari Kacamata Audio Rp5,4 Juta hingga Headset VR Rp20 Juta
Baca dalam 60 detik
- Meta mengumumkan empat perangkat dalam satu ekosistem dengan rentang harga $249–$1.299 pada gelaran Meta Connect 2026, mencakup kacamata audio, kacamata pintar berkamera, kacamata display, dan headset VR.
- Strategi bertingkat ini menandai upaya Meta memperluas basis pengguna perangkat wearable sekaligus mengunci konsumen dalam ekosistem perangkat keras dan layanan digitalnya.
- Peluncuran bergelombang hingga 2027 menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan pasar global, termasuk Indonesia, serta daya tarik investasi di sektor XR yang masih mencari bentuk.

Meta resmi memperkenalkan empat perangkat wearable dalam ajang Meta Connect 2026 pada 23–24 September, mulai dari kacamata audio tanpa kamera seharga $249 hingga headset realitas virtual (VR) kelas atas seharga $1.299. Langkah ini menegaskan ambisi perusahaan untuk menguasai lini perangkat keras yang terhubung dengan layanan kecerdasan buatan (AI) dan konten digitalnya.
Berbeda dari peluncuran tunggal yang biasa dilakukan pesaing, Meta kali ini menyusun strategi bertingkat: setiap perangkat mewakili titik masuk berbeda ke dalam satu ekosistem yang sama. Sebagian perangkat dikirim dalam hitungan minggu, sementara yang termahal baru tersedia pada musim semi 2027. Pendekatan ini menyiratkan bahwa Meta tidak hanya mengejar adopsi massal, tetapi juga membangun ketergantungan jangka panjang pada platformnya.
Di segmen paling terjangkau, Ray-Ban Meta Audio hadir sebagai model pertama tanpa kamera. Beratnya 43 gram, mampu beroperasi hingga 12 jam, dan casing pengisi daya menambah 48 jam tambahan. Perangkat ini menyasar pengguna yang menginginkan fungsi audio, panggilan, dan akses Meta AI tanpa harus membawa kamera di wajah. Pre-order dibuka 24 September dengan pengiriman mulai 13 Oktober, dibanderol $349 dalam 23 kombinasi warna dan lensa, termasuk opsi resep kacamata.
Generasi ketiga Ray-Ban Meta menambahkan kamera 12 megapiksel, video 3K, dan enam mikrofon yang diklaim Meta mampu menekan kebisingan latar lebih dari 90 persen. Daya tahan baterainya mencapai sembilan jam, naik dari delapan jam pada generasi sebelumnya. Tersedia langsung di pasar dengan harga $449 dalam 27 kombinasi, termasuk frame Aviator dan Zena, serta kolaborasi dengan Kylie Jenner dan Lisa Blackpink. Sementara itu, Ray-Ban Display kini dijual luas di Amerika Serikat pada $799, Inggris £749, dan Kanada CAD 1.149, dengan pre-order di Jerman, Prancis, dan Italia pada €899. Fitur barunya mencakup navigasi sepeda dan transit, panggilan video WhatsApp holografik, penyuntingan foto, serta cermin notifikasi ponsel.
Puncak dari jajaran ini adalah Meta VR Glasses yang baru akan hadir pada musim semi 2027 dengan harga $1.299. Bobotnya 100 gram, menggunakan rangka paduan magnesium dan lensa pancake, serta mendukung layar 5K dengan sertifikasi Dolby Vision, Dolby Atmos, dan IMAX Enhanced. Komputasi dijalankan melalui puck terhubung yang ditenagai platform Qualcomm Snapdragon Reality Elite. Meta mengklaim perangkat ini mampu memutar konten resolusi tinggi hingga tiga jam per pengisian daya, meski angka tersebut belum diverifikasi pengulas independen.
Dari sisi konten, Meta menggandeng Disney+ untuk streaming film Avengers dan Black Panther dalam format 3D mulai November 2026 di sejumlah negara. Aplikasi Disney Immersive Cinema by ILM akan menghadirkan versi VR Enhanced untuk Avengers: Infinity War dan Star Wars: A New Hope di Meta VR Glasses pada musim semi 2027. Meta juga berencana menjual ratusan film 2D dan 3D di AS pada akhir 2026. Untuk olahraga, ESPN akan menyiarkan pertandingan sepak bola kampus dalam 8K 180 derajat mulai 2026, dengan lebih dari 100 acara langsung per tahun melalui kemitraan dengan MLB, NBC Sports, TNT Sports, dan UFC.
Di ranah AI, CEO Mark Zuckerberg sempat memperlihatkan Muse Charm, perangkat seukuran gantungan kunci dengan layar, speaker, mikrofon, dan sensor sidik jari. Perangkat ini disebut sebagai antarmuka khusus untuk agen Muse AI, dengan detail lebih lanjut diharapkan muncul akhir 2026. Meta juga melengkapi jajaran kacamata merek sendiri dengan Meta Adventurer ($249, tersedia 23 Oktober) dan Meta Fury edisi terbatas.
Meta tampaknya ingin menciptakan tangga harga yang memungkinkan konsumen memilih titik masuk sesuai kemampuan, tetapi juga mengunci mereka dalam ekosistem yang sama. Tantangannya, apakah perangkat ini benar-benar nyaman dipakai harian dan apakah baterainya sesuai klaim.
Bagi pasar Indonesia, peluncuran ini membuka peluang sekaligus tantangan. Harga perangkat yang masih di atas Rp5 juta untuk model termurah berpotensi membatasi adopsi massal di dalam negeri, kecuali Meta menghadirkan skema cicilan atau subsidi operator. Namun, kehadiran perangkat ini bisa mendorong ekosistem pengembang lokal untuk menciptakan aplikasi dan konten berbasis XR, terutama di sektor pendidikan, pariwisata, dan hiburan. Regulasi privasi juga menjadi sorotan, mengingat perangkat berkamera yang dapat merekam di ruang publik berpotensi bersinggungan dengan norma sosial dan aturan perlindungan data pribadi.
Dengan peluncuran bergelombang hingga 2027, Meta seakan menantang para pesaingnya untuk mengejar ketertinggalan di pasar perangkat wearable. Pertanyaannya, apakah konsumen global—termasuk di Indonesia—siap membayar mahal untuk perangkat yang masih bergantung pada ekosistem tertutup, atau justru memilih menunggu generasi berikutnya yang lebih matang?



