Jerman Pakai Jersey Terakhir Adidas Melawan Belanda, Era 72 Tahun Berakhir
Baca dalam 60 detik
- Timnas Jerman akan mengenakan kostum buatan Adidas untuk terakhir kalinya saat menghadapi Belanda di UEFA Nations League, Kamis (waktu setempat).
- Keputusan DFB beralih ke Nike mulai 2027 mengakhiri kemitraan bersejarah selama 72 tahun yang melahirkan empat gelar Piala Dunia.
- Perubahan ini tidak hanya simbolis, tetapi juga memicu perdebatan tentang identitas, loyalitas merek, dan dampak ekonomi bagi Adidas maupun sepak bola Jerman.

Tim nasional Jerman akan mengenakan jersey buatan Adidas untuk terakhir kalinya dalam pertandingan UEFA Nations League melawan Belanda, Kamis (waktu setempat). Laga ini menjadi penanda berakhirnya kerja sama selama 72 tahun antara Adidas dan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), yang telah menghasilkan empat gelar Piala Dunia dan tiga trofi Kejuaraan Eropa.
Keputusan DFB untuk beralih ke Nike mulai 1 Januari 2027 membuat Adidas merilis satu desain pamungkas yang akan dipakai pertama kali saat menghadapi Belanda. Jersey tersebut menampilkan garis-garis emas di atas latar hitam, seperti diunggah Adidas melalui akun Instagram resminya. Meski sudah diproduksi, kostum ini belum tersedia untuk dibeli publik.
Selama lebih dari tujuh dekade, logo Adidas telah melekat pada kostum Jerman dalam berbagai momen bersejarah, termasuk empat gelar juara dunia dan tiga gelar Eropa. Peralihan ke Nike tidak hanya mengakhiri dominasi merek asal Jerman itu di level timnas, tetapi juga menandai pergeseran strategi komersial DFB yang mengejar peluang global lebih luas. Sejumlah pengamat menilai keputusan ini berani, mengingat Adidas adalah ikon identitas sepak bola Jerman.
Pelatih baru Jerman, Jรผrgen Klopp, akan memimpin tim dalam jeda internasional ini. Jersey kontroversial tersebut kemungkinan juga dikenakan saat melawan Yunani dua kali dan Serbia. Meski demikian, Adidas belum mengumumkan jadwal penjualan resmi, sehingga para penggemar harus bersabar untuk memiliki koleksi bersejarah ini.
"Ini adalah momen bersejarah bagi sepak bola Jerman. Adidas telah menjadi bagian dari identitas kami, dan perpisahan ini terasa emosional," ujar seorang sumber di DFB seperti dikutip media Jerman.
Bagi Indonesia, pergantian pemasok jersey timnas Jerman ini bisa menjadi cerminan bagaimana federasi sepak bola di Asia Tenggara, termasuk PSSI, mengelola kemitraan komersial. PSSI sendiri saat ini bekerja sama dengan merek lokal dan internasional, dan keputusan DFB menunjukkan bahwa loyalitas merek bisa dikalahkan oleh tawaran finansial yang lebih besar. Hal ini juga berdampak pada pasar ritel global, di mana jersey Jerman versi Adidas diprediksi menjadi barang koleksi bernilai tinggi.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Nike mampu menghadirkan inovasi yang setara dengan warisan Adidas, atau justru sebaliknya, Adidas akan merespons dengan strategi agresif di pasar lain. Sementara itu, para penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, akan menyaksikan laga Jerman vs Belanda sebagai penutup babak panjang yang penuh kenangan.



