Di Balik Jeda Internasional, Andhika Wijaya Asah Fisik Bersama Sang Ayah di Pantai Sanur
Baca dalam 60 detik
- I Made Andhika Wijaya memanfaatkan libur lima hari kompetisi untuk berlatih bersama ayahnya, legenda sepak bola Bali I Made Pasek Wijaya, di Pantai Sanur.
- Latihan mandiri itu merupakan instruksi pelatih Oscar Bruzon, dengan pemain diwajibkan mengirim video sebagai bukti.
- Andhika bertekad merebut kembali performa terbaiknya bersama Bhayangkara FC setelah 10 tahun membela Bali United.

Jeda internasional selama hampir tiga pekan tidak sepenuhnya menjadi waktu bersantai bagi bek Bhayangkara Presisi Lampung FC, I Made Andhika Wijaya. Ia justru memilih tetap mengasah fisik di kampung halamannya, Bali, dengan didampingi sang ayah, I Made Pasek Wijaya, di kawasan Pantai Sanur.
Momen tersebut berlangsung setelah Bhayangkara FC mengalahkan Isenmulang Kalteng FC 2-0 pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Manajemen memberikan libur lima hari kepada para pemain, namun pelatih Oscar Bruzon tetap membebankan program latihan mandiri yang wajib dijalankan. Andhika pun memanfaatkan garis pantai Sanur sebagai lokasi menjaga kebugaran.
Menurut Andhika, latihan fisik selama masa jeda bukan sekadar anjuran. Setiap pemain diminta merekam video sebagai bukti telah menjalankan program tersebut. "Porsi latihan fisik seperti ini wajib dilakukan. Harus buat video juga sebagai bukti latihan kepada pelatih Bhayangkara FC," ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Kehadiran sang ayah dalam sesi latihan memberi warna tersendiri. I Made Pasek Wijaya merupakan legenda sepak bola Bali yang pernah memperkuat Timnas Indonesia dan meraih medali perunggu SEA Games 1989. Bagi Andhika, sosok ayah tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga sumber ilmu dan motivasi untuk menjaga standar permainan.
Jeda kompetisi ini juga menjadi refleksi bagi Andhika atas perjalanan kariernya. Setelah sepuluh tahun berseragam Bali United, ia memutuskan pindah ke Bhayangkara FC. Dua musim terakhir di Bali United memang tidak berjalan mulus; ia lebih sering menghuni bangku cadangan, padahal sebelumnya merupakan pilihan utama di posisi bek kanan.
Kepindahan ke Bhayangkara FC awalnya tidak mudah. Berstatus pinjaman, pemain berusia 30 tahun itu harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, kesempatan bermain perlahan mengembalikan ritme pertandingannya. "Sekarang saya ada di Bhayangkara FC untuk bisa mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Saya ingin mengembalikan performa saya seperti awal karier saya dulu," tuturnya.
Persaingan di sektor bek kanan menjadi tantangan tersendiri. Andhika harus bersaing dengan I Putu Gede Juniantara dan George Brown. Dengan Putu Gede, ia memiliki kedekatan khusus karena sama-sama berasal dari Bali dan telah bermain bersama sejak kecil. "Dari kecil memang sama Putu sudah sama-sama akrab. Saya juga belajar sama dia karena dia juga punya pengalaman," kata Andhika.
Alih-alih mengeluh, Andhika menjadikan kompetisi internal sebagai motivasi. "Pastinya buat saya pribadi saya akan bekerja keras supaya dapat menit bermain," ujarnya. Ia menyadari bahwa menit bermain adalah modal utama untuk kembali ke performa terbaik.
Bhayangkara FC sendiri mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Setelah menelan hasil kurang memuaskan pada dua laga awal melawan Persebaya Surabaya dan Dewa United, mereka meraih kemenangan 2-0 atas Isenmulang. Andhika berharap kemenangan itu menjadi titik balik. "Dalam dua pertandingan awal, sejujurnya kami menghadapi lawan yang bagus karena bertemu Persebaya dan Dewa United. Lawan Isenmulang kami bisa menang 2-0 dan pekan keempat lawan Arema, mudah-mudahan kami di sana bisa menang lagi," harapnya.
Konsistensi menjadi kunci bagi Bhayangkara FC untuk mengejar target tiga besar yang ditetapkan manajemen. Andhika pun memiliki ambisi pribadi untuk meraih gelar juara. "Kalau saya pribadi sebagai pemain, siapa sih yang tidak mau juara liga? Tapi, kami harus berusaha dulu agar memenuhi target manajemen untuk tembus tiga besar di akhir musim nanti," ucapnya.
Dengan jadwal padat BRI Super League 2026/2027, momen jeda internasional seperti ini menjadi kesempatan berharga bagi pemain untuk mempertajam fisik dan mental. Bagi Andhika, kombinasi latihan bersama sang ayah dan dukungan keluarga di Bali bisa menjadi fondasi untuk merebut kembali tempat utama di Bhayangkara FC. Akankah ia mampu membuktikan kualitasnya saat menghadapi Arema FC nanti?



