Jonny Greenwood Akui Dulu 'Canggung' dan 'Malas' Bermain Gitar di Awal Karier Radiohead
Baca dalam 60 detik
- Gitaris Radiohead, Jonny Greenwood, mengaku tidak percaya diri dan enggan menyentuh gitar pada masa-masa awal band.
- Kini ia justru kecanduan bermain gitar setiap hari dan menyebutnya sebagai keberuntungan memiliki kemampuan alami.
- Pengakuan ini muncul saat Greenwood bersiap tampil dalam konser Steve Reich di London, mempertegas perannya sebagai musisi lintas genre.

Jonny Greenwood, gitaris utama Radiohead, mengungkapkan bahwa pada dekade awal karier band ia merasa sebagai pemain gitar yang tidak terampil dan enggan. Dalam wawancara dengan The i Paper, pria 54 tahun itu menyebut dirinya dulu "canggung" dan "malas" dalam memainkan instrumen tersebut. Pengakuan ini mencuat menjelang penampilannya dalam konser Steve Reich at 90: London Sinfonietta and Jonny Greenwood di Royal Festival Hall, London, pada 27 September 2026.
Greenwood, yang merupakan anggota terakhir yang bergabung dengan Radiohead setelah Thom Yorke, Ed OโBrien, Philip Selway, dan saudaranya Colin Greenwood, mengaku butuh waktu puluhan tahun untuk benar-benar menikmati bermain gitar. "Sekarang saya duduk dan bermain gitar setiap hari," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dulu ia mencurigai kelancaran bermain sebagai bagian dari teknik yang tidak ia sukai. Kini, ia menerima kemampuan alaminya dan mengaku sangat mencintai gitar.
Dalam wawancara tersebut, Greenwood juga mengungkapkan kegelisahannya dalam mengejar pengetahuan musik. "Saya tidak merasa sudah belajar cukup," katanya. Ia merasa terombang-ambing antara keinginan untuk menyerap semua ilmu dan kesadaran bahwa pendekatan serba bisa justru menghalangi pemahaman mendalam. "Saya selalu panik di antara dua hal itu," tambahnya.
Perjalanan Radiohead sendiri dimulai pada awal 1990-an setelah menandatangani kontrak dengan EMI. Album debut Pablo Honey (1993) memperkenalkan mereka ke panggung global melalui Creep yang menjadi hit tak terduga. Momentum berlanjut dengan The Bends (1995) yang mendapat pujian luas dan menandai pergeseran ke arah suara ambisius. Puncaknya, OK Computer (1997), sering dikutip sebagai landmark musik modern dan titik balik identitas kreatif band.
Bagi penggemar musik di Indonesia, pengakuan Greenwood ini menjadi cermin bahwa penguasaan instrumen tidak selalu instan. Radiohead memiliki basis penggemar fanatik di Tanah Air, dan kisah Greenwood dapat menginspirasi musisi lokal untuk terus berlatih tanpa takut merasa canggung di awal. Selain itu, proyek klasik dan komposisi film Greenwood menunjukkan bahwa batas antara musik populer dan seni tinggi semakin tipisโsebuah tren yang juga mulai terlihat di scene musik Indonesia.
"Dulu saya selalu merasa pemain gitar yang canggung dan malas, tapi sekarang, lewat pengulangan, saya kecanduan dan ingin terus bermain." โ Jonny Greenwood
Dengan jadwal konser Steve Reich yang semakin dekat, Greenwood tampaknya terus menjelajahi batas antara rock, klasik, dan eksperimen. Akankah ia membawa energi baru ini ke proyek Radiohead berikutnya, atau justru semakin tenggelam dalam dunia komposisi? Publik menantikan arah artistiknya selanjutnya.



