Enzo Le Fee Perpanjang Kontrak di Sunderland hingga 2031, Siap Lampaui Warisan Granit Xhaka?
Baca dalam 60 detik
- Enzo Le Fee resmi meneken kontrak baru bersama Sunderland hingga 2031, mengamankan masa depan gelandang kreatif asal Prancis itu di Stadium of Light.
- Le Fee tampil impresif dengan menciptakan 13 peluang besar musim lalu dan rata-rata memenangkan lima duel per pertandingan, menjadikannya motor serangan The Black Cats.
- Perpanjangan kontrak ini tidak hanya memperkuat proyek jangka panjang Sunderland, tetapi juga memicu spekulasi mengenai potensi Le Fee menembus skuad Timnas Prancis di bawah asuhan Zinedine Zidane.

Sunderland memastikan salah satu aset paling berharga mereka tidak akan pergi dalam waktu dekat. Pada Rabu siang waktu setempat, klub mengumumkan bahwa gelandang serang Enzo Le Fee telah menandatangani perpanjangan kontrak yang mengikatnya hingga 2031. Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Black Cats untuk mempertahankan pemain kunci di tengah ketatnya persaingan Premier League dan kompetisi Eropa.
Keputusan tersebut diambil setelah Le Fee menunjukkan performa konsisten sejak kedatangannya. Musim lalu, pemain berusia 26 tahun itu menjadi kreator utama tim dengan menciptakan 13 peluang besar—terbanyak di antara rekan setimnya. Pada musim baru, perannya semakin sentral dalam skema yang diracik pelatih Regis Le Bris, dengan rata-rata memenangkan lima duel per pertandingan. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada serangan, tetapi juga dalam transisi bertahan yang menjadi ciri khas permainan Sunderland.
Perpanjangan kontrak ini juga menjadi tameng bagi Sunderland dari incaran klub-klub besar. Dengan usia yang masih produktif dan kemampuan teknis di atas rata-rata, Le Fee diprediksi akan menarik minat banyak peminat. Namun, dengan kontrak baru, Sunderland berada di posisi tawar yang lebih kuat jika ada tawaran datang. Klub tidak perlu terburu-buru melepasnya, kecuali dengan harga yang sangat menguntungkan.
Analis sepak bola Jacob Horsfall memberikan pujian tinggi terhadap Le Fee. Menurutnya, pemain asal Prancis itu "bisa melakukan apa saja dengan tingkat pemikiran yang luar biasa tinggi dalam setiap aksinya." Pujian tersebut mencerminkan bagaimana Le Fee mampu membaca permainan dan mengeksekusi keputusan sulit dengan cepat, sesuatu yang jarang dimiliki gelandang seusianya.
Kehadiran Le Fee di Sunderland tidak lepas dari peran kapten Granit Xhaka. Sejak bergabung, Xhaka disebut-sebut sebagai rekrutan terbaik musim lalu oleh legenda Manchester United, Wayne Rooney. Xhaka dianggap sebagai sosok yang mengubah mentalitas tim dan mengangkat standar permainan. Kini, Le Fee berpotensi menjadi penerus warisan tersebut, bahkan melampaui pengaruh Xhaka jika mampu menjaga konsistensi dan membawa Sunderland berprestasi di Eropa.
"Le Fee bisa melakukan apa saja dengan tingkat pemikiran yang luar biasa tinggi dalam setiap aksinya," ujar analis Jacob Horsfall.
Bagi Sunderland, mempertahankan Le Fee adalah langkah strategis. Klub yang sempat terpuruk beberapa tahun lalu kini bangkit dan kembali bersaing di kompetisi Eropa. Le Fee menjadi simbol kebangkitan itu, bersama Xhaka dan pemain muda lainnya. Dengan kontrak jangka panjang, Sunderland memastikan fondasi tim tetap kokoh setidaknya hingga akhir dekade ini.
Di level internasional, performa Le Fee memunculkan spekulasi mengenai peluangnya memperkuat Timnas Prancis. Pelatih Les Bleus, Zinedine Zidane, dikenal gemar memanggil pemain yang tampil konsisten di klub. Jika Le Fee terus bersinar, bukan tidak mungkin namanya masuk dalam pertimbangan. Usianya yang masih 26 tahun memberikan ruang untuk berkembang dan menembus skuad senior Prancis dalam waktu dekat.
Kendati demikian, tantangan terdekat Le Fee adalah membantu Sunderland melewati periode sulit. Setelah lima pertandingan Premier League, tim baru mengumpulkan empat poin dan menelan dua kekalahan beruntun. Meski demikian, pelatih Le Bris menyatakan kebanggaannya atas penampilan tim, terutama saat melawan Manchester City dan Arsenal. Semangat juang dan kekompakan menjadi modal untuk bangkit setelah jeda internasional.
Dengan perpanjangan kontrak Le Fee, Sunderland tidak hanya mengamankan pemain kunci, tetapi juga mengirim pesan ke rival bahwa mereka serius membangun tim yang kompetitif. Langkah ini sejalan dengan target klub untuk kembali ke kompetisi Eropa secara reguler. Ke depan, pertanyaannya: akankah Le Fee benar-benar menjadi legenda Sunderland seperti Kevin Phillips, atau bahkan melampaui pencapaian Xhaka? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti—Sunderland telah mengikat salah satu permata terbaiknya untuk masa depan.



