Michael Kiwanuka Ungkap Stroke Berat, Tetap Rilis Album Baru 'Fudge'
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Inggris Michael Kiwanuka mengungkapkan mengalami stroke akibat pendarahan otak beberapa bulan lalu.
- Meski dalam masa pemulihan, ia mengumumkan album baru 'Fudge' dan berterima kasih kepada tenaga medis serta keluarga.
- Kembalinya ke panggung masih belum pasti, namun ia bertekad menyelesaikan rehabilitasi dan kembali berkarya.

Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Michael Kiwanuka, mengungkapkan bahwa ia mengalami stroke beberapa bulan lalu. Kabar tersebut disampaikannya melalui media sosial saat mengumumkan album terbarunya yang berjudul Fudge. Stroke yang dialaminya disebabkan oleh pendarahan di otak akibat tekanan darah tinggi.
Dalam pernyataannya, pria berusia 39 tahun itu menyebut stroke yang dialaminya cukup parah. "Saya mengalami stroke akibat pendarahan di otak yang dipicu tekanan darah tinggi," tulisnya di Instagram. Ia juga mengaku harus menjalani rehabilitasi panjang dan belum bisa memastikan kapan akan kembali tampil di atas panggung.
Kiwanuka mengakui bahwa beberapa bulan terakhir merupakan masa yang sulit. Namun, ia merasa kini berada di jalur pemulihan. "Ini perjalanan yang panjang dan berat, tetapi saya berjuang untuk sembuh," ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada staf NHS dan tenaga medis yang telah merawatnya, serta kepada keluarga dan tim yang terus mendukung.
Sebelumnya, pada tahun lalu, Kiwanuka terpaksa membatalkan sejumlah penampilan di festival musik seperti We Out Here dan Victorious di Inggris, All Together Now di Irlandia, Sziget Festival di Hungaria, dan Pukkelpop di Belgia. Saat itu, alasan yang diberikan adalah "penyakit yang berkepanjangan".
"Saya tidak yakin kapan bisa kembali ke jalan atau bagaimana bentuknya nanti, cedera otak yang saya alami cukup parah sehingga masih banyak rehabilitasi yang harus dijalani," ungkap Kiwanuka.
Meski demikian, ia tetap antusias menyambut album barunya. "Saya sangat senang bisa mengumumkan album baru saya, Fudge. Saya sangat bahagia karena beberapa bulan terakhir saya berjuang melawan masalah kesehatan yang menghambat saya membuat musik," tambahnya.
Kabar ini menjadi perhatian publik, terutama penggemar musik soul dan R&B. Kiwanuka dikenal sebagai musisi yang menggabungkan elemen folk, soul, dan rock. Album-album sebelumnya seperti Home Again (2012) dan Kiwanuka (2019) mendapat pujian kritis dan meraih berbagai penghargaan, termasuk Mercury Prize.
Di Indonesia, kesehatan mental dan fisik para musisi juga menjadi isu yang semakin diperhatikan. Kasus Kiwanuka mengingatkan bahwa tekanan industri musik dapat berdampak serius pada kesehatan. Dukungan dari manajemen, penggemar, dan sistem kesehatan menjadi krusial agar para seniman dapat terus berkarya tanpa mengorbankan kesejahteraan.
Ke depan, publik menantikan detail lebih lanjut tentang album Fudge dan kemungkinan tur konser. Namun, yang terpenting saat ini adalah pemulihan Kiwanuka. Semoga ia segera pulih dan kembali menghibur penggemar di seluruh dunia.



