Timnas Indonesia Pegang Rekor Rerata Usia Termuda di Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Tim asuhan John Herdman mencatat rata-rata usia 26,7 tahun, terendah di antara enam kontestan Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.
- Hanya tiga pemain di atas 30 tahun yang dibawa, menandakan regenerasi skuad berjalan konsisten.
- Mitchell Baker (19 tahun) menjadi pemain termuda dan diharapkan menjadi tandem Ole Romeny di lini depan.

Timnas Indonesia akan memulai kiprahnya di Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Laga tersebut menjadi penanda dimulainya turnamen edisi perdana yang membagi peserta ke dalam dua kasta, dengan Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Di antara enam kontestan Divisi 1, skuad Garuda tercatat sebagai tim dengan komposisi pemain paling muda. Rata-rata usia 23 pemain yang dipanggil John Herdman menyentuh angka 26,7 tahun, lebih rendah dari Filipina (27,1), Vietnam (27,2), Thailand (27,9), Malaysia (28,3), dan Singapura (29,4).
Angka tersebut menegaskan arah pembinaan yang ditempuh Herdman. Dari 23 pemain, hanya tiga yang berusia di atas 30 tahun: Thom Haye (31), Joey Pelupessy (33), dan Jordi Amat (34). Sandy Walsh (31) seharusnya melengkapi daftar, namun absen karena cedera. Artinya, 20 pemain lainnya berada di fase produktif dan emas.
Kebijakan ini bukan hal baru. Pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah Shin Tae-yong, rata-rata usia tim sempat menyentuh 25,5 tahun. Angka itu bertahan ketika Patrick Kluivert mengambil alih, sebelum naik menjadi 27,1 tahun di putaran keempat. Kini, di turnamen regional, Herdman kembali menurunkan rata-rata usia, mempertegas komitmen pada regenerasi.
"Kami ingin membangun fondasi jangka panjang. Pemain muda harus mendapat menit bermain di level internasional," ujar John Herdman dalam sesi konferensi pers jelang laga, seperti dikutip dari keterangan resmi PSSI.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Mitchell Baker. Penyerang berusia 19 tahun yang memperkuat Georgetown Hoyas itu dipanggil kembali setelah tampil impresif di Piala AFF 2026 dengan mencetak empat gol dari empat laga fase grup. Postur 1,96 meter dan naluri golnya diharapkan menjadi tandem ideal bagi Ole Romeny di lini depan.
Kehadiran Baker juga memecahkan rekor pemain termuda yang sebelumnya dipegang Marselino Ferdinan dan Hokky Caraka (20 tahun). Marselino, yang baru diumumkan sebagai rekrutan Persija Jakarta untuk BRI Super League 2026/2027, absen karena cedera.
Bagi Indonesia, strategi ini bukan sekadar soal angka. Rata-rata usia muda berpotensi memberikan keuntungan dalam hal intensitas dan kecepatan, terutama di turnamen dengan jadwal padat. Namun, pengalaman tetap menjadi taruhan, terutama saat menghadapi tim seperti Thailand atau Vietnam yang biasa tampil disiplin.
Di sisi lain, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Herdman. Ia dituntut tidak hanya meraih hasil, tetapi juga menyiapkan generasi pemain untuk kualifikasi Piala Dunia 2030. Publik Indonesia tentu berharap regenerasi ini berbuah prestasi, bukan sekadar wacana.
Pertanyaannya, mampukah skuad muda ini menjaga konsistensi di sepanjang turnamen? Jawabannya akan terlihat mulai Jumat malam di SUGBK.



