Persijap Terpuruk Tanpa Poin, Mario Lemos Manfaatkan Jeda FIFA Matchday untuk Bangkit
Baca dalam 60 detik
- Persijap Jepara menelan tiga kekalahan beruntun di awal BRI Super League 2026/2027 dan terbenam di peringkat 16 tanpa poin.
- Pelatih Mario Lemos memanfaatkan jeda FIFA Matchday selama tiga pekan untuk membenahi performa tim sebelum menghadapi Bali United.
- Lemos menekankan pemulihan mentalitas dan intensitas permainan sebagai kunci untuk mengakhiri tren negatif.

Persijap Jepara masih belum mengoleksi poin satu pun setelah tiga pekan BRI Super League 2026/2027 bergulir. Kekalahan 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (20/9/2026), menjadi pukulan terbaru bagi Laskar Kalinyamat yang kini terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara.
Pelatih Mario Lemos tidak menampik bahwa penampilan timnya jauh dari harapan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh elemen tim harus segera move on dan memanfaatkan jeda kompetisi selama periode FIFA Matchday untuk melakukan perbaikan menyeluruh. "Kami punya waktu tiga minggu. Periode ini harus dimaksimalkan untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan berikutnya," ujar pelatih asal Portugal itu.
Dalam laga melawan Persib, Lemos menilai hasil imbang sebenarnya lebih adil. Namun, ia tetap mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut. "Tidak ada alasan. Saya tetap bertanggung jawab dan kami harus terus maju," tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa pada musim lalu, saat kembali menangani Persijap di putaran kedua, laga perdananya melawan Persebaya Surabaya berakhir dengan kemenangan 3-1. Momentum itu diharapkan bisa terulang.
"Yang kami inginkan di Jepara hanyalah menjadi tim yang sulit dikalahkan. Kami harus memberikan segalanya, dan itulah yang saya inginkan dari para pemain." โ Mario Lemos
Lemos menekankan pentingnya mengembalikan mentalitas bertarung yang menjadi ciri khas Persijap musim lalu. Menurutnya, bakat memang tidak dimiliki semua orang, tetapi kerja keras, kemauan berlari, dan melompat bisa dilakukan siapa saja. "Intensitas dan tekad sudah ada sejak musim lalu. Itu yang harus kami jaga," tambahnya.
Persijap saat ini hanya unggul dari Java United dan Isenmulang FC yang sama-sama terkena sanksi pengurangan poin di awal musim. Dengan kompetisi yang baru berjalan tiga pekan, posisi mereka belum sepenuhnya terjepit, tetapi tekanan untuk segera meraih kemenangan semakin besar. Jeda FIFA Matchday menjadi kesempatan emas bagi Lemos untuk membenahi taktik, fisik, dan psikologis pemain sebelum menghadapi Bali United pada 10 Oktober mendatang.
Jika tren negatif berlanjut, manajemen Persijap berpotensi menghadapi tekanan dari suporter dan stakeholder. Sebaliknya, kemenangan atas Bali United bisa menjadi titik balik untuk keluar dari zona degradasi dini. Publik Jepara tentu berharap Lemos mampu mengulang sukses seperti kedatangannya yang pertama. Pertanyaannya, mampukah Persijap bangkit, atau justru semakin terbenam?



