50 Ribu Buruh Kepung Jakarta, Polda Metro Jaya Rekayasa Lalu Lintas Mulai Pukul 10.00
Baca dalam 60 detik
- Sekitar 50 ribu buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi di Jakarta hari ini, Kamis (24/9).
- Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa lalu lintas situasional di kawasan Sudirman-Thamrin, Monas, dan sekitar Gedung DPR/MPR sejak pukul 10.00 WIB.
- Aksi ini menuntut RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dan menyampaikan aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto, sementara polisi mengedepankan pendekatan humanis.

Massa buruh yang diperkirakan mencapai 50 ribu orang memadati Jakarta pada Kamis (24/9) untuk mengawal penyampaian aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Aksi yang diinisiasi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) ini menyasar langsung Presiden Prabowo Subianto, menjadikannya salah satu unjuk rasa terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa massa akan berkumpul di kawasan Semanggi sejak pukul 10.00 WIB sebelum bergerak menuju depan UOB, tak jauh dari Grand Indonesia. Ia membantah kabar yang menyebut titik kumpul di Bundaran HI. "Tidak benar kalau titik kumpulnya di Bundaran HI. Banyak sekali hoaks. Titik kumpul awalnya dari Semanggi dan kami akan menunggu delegasi di depan UOB," ujar Andi Gani.
Menyikapi hal itu, Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa arus lalu lintas yang berlaku mulai pukul 10.00 WIB hingga aksi berakhir. Pengaturan bersifat situasional, menyesuaikan kondisi lapangan dan arahan petugas. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan Sudirman-Thamrin, Monas, serta sekitar Gedung DPR/MPR diimbau mengantisipasi potensi kepadatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menekankan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang harus dilindungi. "Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pikiran dan aspirasinya. Polri hadir untuk melayani dan menjaga ruang tersebut agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman, damai, dan tertib," kata Budi di Jakarta, Rabu (23/9).
Personel kepolisian diterjunkan untuk mengatur lalu lintas, berpatroli, memberikan pelayanan kepada warga di sekitar lokasi, serta menyiagakan dukungan kesehatan. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara hak berdemokrasi dan aktivitas masyarakat lainnya.
Bagi pembaca di luar Jakarta, aksi ini bisa menjadi indikator arah kebijakan ketenagakerjaan ke depan. RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang menjadi pemicu demonstrasi berpotensi mengubah lanskap hubungan industrial, mulai dari hak pekerja, skema pesangon, hingga perlindungan pekerja informal. Gelombang unjuk rasa dengan skala besar seperti ini kerap menjadi sinyal bagi investor bahwa stabilitas sosial dan kepastian regulasi tengah diuji.
Sejumlah pengamat menilai bahwa respons pemerintah terhadap tuntutan buruh akan menentukan iklim investasi jangka pendek. Jika dialog berjalan konstruktif, risiko gangguan produksi dan logistik dapat ditekan. Sebaliknya, ketegangan yang berlarut bisa memicu aksi solidaritas di daerah lain, terutama kawasan industri seperti Bekasi, Karawang, dan Surabaya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana terkait tuntutan KBPBI. Publik menanti apakah Presiden Prabowo akan menerima perwakilan buruh atau menempuh jalur komunikasi lain. Yang jelas, hari ini Jakarta menjadi panggung utama perdebatan tentang masa depan perlindungan pekerja di Indonesia.



