Tinashe Tegaskan Tak Akan Pacari Pria Tanpa Mapan: Saya Kapok
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Tinashe menyatakan tidak akan menjalin hubungan dengan pria yang memiliki masalah keuangan setelah pengalaman pahit di masa lalu.
- Ia mengungkapkan kekesalannya pernah beberapa kali harus menarik uang tunai dari ATM untuk pria yang ia kencani.
- Tinashe juga sedang mempersiapkan album studio kedelapannya yang bertajuk 'Popstar', yang ia gambarkan sebagai cerminan dirinya yang sebenarnya.

Penyanyi asal Amerika Serikat, Tinashe, menegaskan bahwa ia tidak akan lagi menjalin hubungan asmara dengan pria yang memiliki kesulitan finansial. Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara di podcast Call Her Daddy, seperti dikutip dari Bang Premier.
Perempuan berusia 33 tahun itu mengaku pernah beberapa kali harus menarik uang tunai dari ATM untuk pria yang ia kencani. "Girl, aku tidak akan bohong. Ada beberapa kali aku mengambil uang dari ATM. Aku seperti, 'Ini untukmu,'" ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuatnya kesal dan bertekad tidak akan mengulanginya lagi. "Aku juga kesal. Dan aku seperti, 'Aku tidak akan pernah melakukan ini lagi.' Itu sebabnya aku menulis lagu tentang itu. Jangan lakukan lagi," tegasnya.
Pernyataan Tinashe ini bukan sekadar curahan hati, melainkan juga cerminan dari perjalanan kariernya yang penuh liku. Ia mengaku pernah kehilangan kepercayaan diri sebagai seorang kreator karena kurangnya dukungan dari industri musik. "Aku tidak merasa didukung dalam seni saya, dan saat itulah saya benar-benar merasa mulai kehilangan kepercayaan diri sebagai seorang kreatif, karena saya merasa harus membuat kompromi untuk bekerja dalam model bisnis ini," ungkapnya dalam wawancara lain dengan Face to Face with Becky G.
Ia menggambarkan tujuh tahun setelah menandatangani kontrak rekaman pertamanya sebagai "rollercoaster" kesuksesan yang diselingi periode stagnasi. "Periode di mana saya ingin merilis proyek tapi mungkin label saya tidak sependapat dan kami memiliki perbedaan kreatif yang besar," kenangnya. Tinashe pun mulai menyadari bahwa ia harus mandiri dalam berkarya. "Ketika Anda bekerja dengan sebuah perusahaan dan ada begitu banyak orang yang harus Anda menyenangkan, Anda mulai membuat kompromi-kompromi kecil di sana-sini," tambahnya.
Saat ini, Tinashe tengah bersiap merilis album studio kedelapannya yang berjudul Popstar. Ia merasa album tersebut merefleksikan dirinya yang sebenarnya. "Saya ingin mengeluarkan karya yang mewakili semua hal yang membuat saya, saya. Saya tidak menganut satu suara tertentu, satu genre tertentu. Saya membuat rekaman di proyek ini yang terasa seperti lagu dansa, lagu hip-hop, lagu pop, lagu RnB. Dan saya pikir semuanya, bagi saya, berada di bawah payung popstar," jelasnya.
"Saya tidak merasa didukung dalam seni saya, dan saat itulah saya benar-benar merasa mulai kehilangan kepercayaan diri sebagai seorang kreatif." - Tinashe
Bagi penggemar di Indonesia, kisah Tinashe ini mungkin terasa relevan, terutama bagi mereka yang mengikuti perjalanan musisi internasional. Industri musik global yang kompetitif sering kali menuntut artis untuk berkompromi dengan visi kreatif mereka demi memenuhi tuntutan pasar. Hal ini juga terjadi di Indonesia, di mana musisi sering kali harus menyeimbangkan antara ekspresi pribadi dan tekanan komersial. Pernyataan Tinashe tentang kemandirian dan pentingnya dukungan dalam berkarya dapat menjadi cerminan bagi industri musik tanah air yang tengah berkembang.
Ke depannya, album Popstar akan menjadi ujian bagi Tinashe untuk membuktikan bahwa ia bisa sukses tanpa harus mengorbankan jati dirinya. Apakah album ini akan diterima dengan baik oleh pasar dan kritikus? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Tinashe telah belajar dari masa lalunya dan siap melangkah dengan lebih percaya diri.



